KABAR / Artikel

PRESIDEN KUNJUNGI KAMPUNG KB DIBALIK TRANSFORMASI KAMPUNG JASEM

14 November 2017 19:36 WIB

Dusun Jasem, adalah daerah perkampungan terpencil yang secara administrasi berada di Desa Srimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa tahun lalu, Dusun Jasem dikenal sebagai wilayah rawan longsor. Kondisi warganya pun memprihatinkan.
Status warga di Dusun Jasem tergolong dalam status pra keluarga sejahtera (KS). Namun sekarang Dusun Jasem telah bertransformasi.

Sejak dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) oleh Ba­ dan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Desa Jasem mengalami transformasi ke arah yang lebih baik. Kondisi warga Dusun Jasem yang dahulu berada pada tingkatan status Pra KS dan KS 1, kini meningkat perlahan, beriringan dengan laju positif Program Kampung KB di wilayah itu.

Menurut Kepala Desa Srimulyo, Wajiran, Dusun Jasem sebelum dicanangkan sebagai Kampung KB adalah wilayah terpencil yang didominasi oleh warga dengan tingkat ke­sejahteraan yang rendah. Atas dasar itu ia bersyukur Dusun Jasem membenahi diri.

“Dusun Jasem dulu memang memenuhi syarat sebagai Kampung KB, selain karena wilayah terpencil, tingkat ekonomi penduduknya rendah, dan tingkat kesetaraan ber­KB di masyarakat juga rendah. Maka dari itu kami bersyukur atas apa yang dapat dilakukan oleh Program Kampung KB terhadap desa kami,” kata Wajiran.

Perlahan, Dusun Jasem dibenahi. Seti­ daknya, pembenahan pada sektor ekonomi mulai menunjukkan hasil. Sekarang, Dusun Jasem telah memiliki kelompok­-kelompok tani. Kelompok­-kelompok tani itu mulai dibangun menjadi suatu gerakan dalam industri perta­ nian yang berasaskan pada kesejahteraan kaum tani.

Dari sisi BKKBN, pencanangan Dusun Jasem sebagai Kampung KB membawa banyak dorongan positif pada laju Program KB. Pencanangan Dusun Jasem sebagai Kampung KB berhasil menggerakkan hati warga untuk turut berpartisipasi dalam Program KB sebagai akseptor. Berbeda dengan masa lalu, kini keikutsertaan warga sebagai akseptor KB meningkat cukup signi kan.

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty mengapresiasi peran serta warga Dusun Jasem dalam mendukung laju Program Kampung KB. Surya Chandra mengatakan, peran serta warga sangat penting untuk me­ mastikan keberhasilan Program Kampung KB.

Sesuai konsep awal Program Kampung KB, yakni membangun wilayah terpencil, miskin dan pesisir dengan konsep pemba­ ngunan berintegrasi, maka sinergitas antara lembaga terkait juga menjadi penting untuk mengoptimalkan laju Program Kampung KB yang telah berjalan.

“Peran serta seluruh masyarakat ini memang dibutuhkan. Masyarakat, stakehol­ der, semua pihaklah wajib turut andil dalam memajukan Program Kampung KB ini. Sebab memang Kampung KB ini dibuat untuk masyarakat dan berkaitan dengan banyak aspek kehidupan masyarakat,” ujar Surya Chandra.

Dusun Jasem pun mendapat kunjungan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Bertutur kepada warga, Presiden Joko Widodo mengingatkan akan pentingnya program KB. Terlebih lagi menjelang era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2020 nanti, yang menuntut masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi persaingan antar masyarakat se­Asean. Maka, program KB yang berasaskan pada pembangunan sumber daya manusia wajib digalakkan.

“Setiap anak yang lahir akan membu­ tuhkan biaya, terutama biaya sekolah yang tidak kecil. Sementara ke depan anak tidak boleh putus sekolah, agar bisa menuntut ilmu dan mampu bersaing dengan negara lain,” tukasnya.

Dalam kunjungan­nya, Presiden Joko Widodo mendapat sambutan hangat dan meriah dari warga Dusun Jasem. Seperti biasa, Jokowi yang hobi “blusukan” ini langsung menggelar dialog dengan warga yang juga antusias untuk menemui pe­mimpin mereka.

Dalam dialog terebut, Jokowi menye­

lipkan sebuah permainan tanya­jawab de­ ngan warga. Warga yang dapat menjawab pertanyaan Jokowi dengan tepat akan men­ dapatkan hadiah, yakni satu unit sepeda gunung.

“Satu maju ke depan. Saya mau ajak omong­omong,” ujar Jokowi di hadapan ma­ syarakat yang tampak tak berani maju. “Tidak ada yang tunjuk jari. Mesti pada takut. Yang mau maju saya beri sepeda,” kata Jokowi.

Saat diimingi hadiah, antusias masya­ rakat pun langsung meledak. Mereka me­ ngacungkan tangan dengan semangat. Tak ayal, Jokowi pun kebingungan menentukan siapa yang akan ia tunjuk untuk maju dan bermain dengannya, mengingat jumlah sepeda yang dijadikan hadiah pun hanya tersedia tiga unit.

Hal menarik terjadi ketika peserta ketiga, Suratman maju menghampiri Jokowi. Saat dihampiri Suratman, Jokowi terlihat bingung karena kehabisan stok pertanyaan. Jokowi kemudian mundur berdiskusi dengan Surya Chandra.

Suratman sejenak menunggu Jokowi berdiskusi dengan Surya Chandra sebelum Jokowi kembali kepadanya untuk memberikan pertanyaan. Tak seperti pertanyaan­-pertanyaan sebelumnya yang berhubungan de­ ngan KB, pertanyaan yang diajukan Jokowi pada Suratman justru jauh dari program KB atau Kependudukan garapan BKKBN.

Berikut potongan dialog Jokowi dengan Suratman di Kampung KB Jasem yang mengundang tawa hadirin:

“Di Indonesia ini memiliki 514 kabupaten dan kota. Sebutkan 100 saja. Sanggup enggak?” tanya Jokowi. “Ya enggak sanggup, pak,” jawab Suratman kaget, diikuti tawa Jokowi dan peserta yang hadir.

Jokowi akhirnya pelan­pelan menurunkan tantangan hingga Suratman harus menye­ butkan sepuluh Kabupaten atau Kota di Indonesia. Suratman menyebut Bantul, Gu­ nung Kidul, Sleman, Kulonprogo, Yogyakarta, Sumbawa Besar, Dompu, Bima, Kupang dan Palembang.

“Pak Suratman ini pintar. Dikasih seratus harusnya bisa jawab. Kasih sepedanya (hadiah),” kelakar mantan Wali Kota Solo ini.

Sebelum Suratman, ada dua ibu­ibu yang berhasil mendapat sepeda dari Presiden. Mereka ialah Bu Mitro dan Mulyani. Kepada keduanya, Jokowi menanyakan sumber protein dan empat jenis alat kontrasepsi. Keduanya menjawab dengan tepat.

Bagikan:

Kegiatan

Logo Harganas Single
Info Medsos dan Web

Konten Terkait

FOLLOW, LIKE, SHARE