KABAR / Siaran Pers

KAMPUNG KB TEMPAT TERINTEGRASINYA PROGRAM PEMBANGUNAN

01 Maret 2017 17:26 WIB

Bengkulu - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Seperti dikupas dalam Rakorda Program KKBPK Provinsi Bengkulu di Krakatau Room Hotel Grage Kota Bengkulu, (01/03). Salah satunya melalui pembentukan Kampung KB yang diharapkan menjadi tempat terintegrasinya program-program pembangunan.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam Sambutannya, "Kita tengah membentuk kampung KB di setiap kecamatan upaya ini sesuai dengan nawacita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan pedesaan. Selain kampung KB, juga tengah gencar mempromosikan KB pasca persalinan. Optimistis target TFR 2,1 kelahiran dapat tercapai. Untuk semakin menyukseskan program KB, pihaknya juga mengajak komponen masyarakat untuk bicara tentang program KB. Selain itu BKKBN mengajak media untuk ikt berpartisipasi."ungkap Surya.

Rakorda Program KKBPK Provinsi Bengkulu dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutannya "Pemerintah Provinsi saat ini sedang berupaya menanggulangi kemiskinan dan meretaskan ketertinggalan yang tercatat sekitar 49 persen dari 1.535 desa di Propinsi Bengkulu. Mengingat persoalan kemiskinan dan ketertinggalan tersebut merupakan kebutuhan mutlak yang harus segera dicarikan solusinya secara bersama-sama. Kampung KB atau Kampung Sejahtera menjadi salah satu solusi menghadapi persoalan tersebut namun harus bekerjasama lintas sektor tidak sendiri-sendiri" tegas Rohidin.

Pada Kesempatan yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Wahidin menyampaikan, "Melalui Rakorda ini dapat terjalin koordinasi yang sinergis antara BKKBN Provinsi dan pemerintah daerah. BKKBN juga akan membentuk kampung KB yang diharapkan dapat terintegrasi didalamnya dengan program-program pembangunan yang lain. BKKBN Bengkul juga akan meningkatan pelayanan KB  di semua kecamatan." jelas Wahidin.

Pada kesempatan lain saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Bengkulu Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty kembali mengingatkan, "Generasi muda harus menjadi generasi yang memiliki kompetensi dan karakter melalui Revolusi Mental. Menjadi Generasi Berencana (GenRe) merencanakan segala sesuatu dengan menjauhi, pernikahan dini, seks bebas dan Narkoba. dan ketika merencanakan menikah harus menghindari 4 terlalu yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat, dan terlalu banyak menikahlah setelah usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 bagi laki-laki" tegas Surya.

Provinsi Bengkulu saat ini menduduki peringkat 6 besar secara nasional, dalam persoalan pernikahan dini, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Kepala BKKBN Pusat RI, Surya Chandra Surapaty menambahkan, untuk program dalam menanggulangi persoalan pernikahan dini, kemiskinan dan ketertinggalan Bengkulu, sudah menginstruksikan pihak BKKBN Perwakilan Propinsi Bengkulu untuk dapat lebih gencar lagi melaksanakan program kampung Keluarga Berencana (KB) dan Generasi Berencana-Genre kepada masyarakat yang ada di Propinsi Bengkulu. pungkasnya

Bagikan:

Kegiatan

Logo Harganas Single
Info Medsos dan Web

Konten Terkait

FOLLOW, LIKE, SHARE