KABAR / Artikel

Cinta Keluarga & Cinta Terencana di Kalangan Blogger dan Fotografer

26 Juni 2018 18:11 WIB

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan meet up  BKKBN Bersama Komunitas Foto­grafer dan juga Blogger. Berlangsung di TMII, Jakarta, beberapa waktu lalu, kegiatan ini mengusung tema “Cinta Keluarga, Cinta Terencana” dan juga “Membangun Keluarga Berkualitas Dengan Cinta Terencana”.

Plt Deputi Bidang Advokasi, Peng­gerakan, dan Informasi BKKBN, M. Yani, berharap melalui kegiatan ini komunitas fotografer dan blogger yang sebelumnya adalah publik laten menjadi publik aktif. “Melalui kegiatan ini kami mendorong partisipasi komunitas untuk dapat menyebarkan konten seputar program-program BKKBN & Hari Keluarga Nasional,” ujarnya.

Menurut Yani, kondisi masa ini yang sangat fragmentasi menjadikan komunitas sebagai publik yang harus lebih diperhatikan dalam aktivitas advokasi. “BKKBN harus dapat menciptakan customer experience dengan komunitas, membuat para anggota komunitas terlibat aktif dalam kerja tersebut, dengan memberikan data dan fakta yang dihadapi dan mengajak para komunitas berperan aktif untuk kerja bersama,” tambah Yani.

Menjelaskan tentang tema kegiatan, Yani mengatakan bahwa pemerintah tengah mendaratkan sebuah program tentang bagaimana membangun keluarga dengan cinta terencana. Pembangunan keluarga yang sehat dapat diawali dengan semangat Cinta Terencana. “Hal ini dapat diimplementasikan sejak masa remaja yang dianjurkan untuk merencanakan pernikahannya di usia yang cukup demi alasan kesehatan, sosial, maupun ekonomi,” jelasnya.

Tidak hanya itu. Program ini dilanjutkan dengan kegiatan perencanaan ketika sudah berkeluarga. Pasangan suami istri seharusnya dapat merencanakan kelahiran anak-anaknya sesuai dengan jangka waktu, kecukupan ekonomi, dan kesehatan ibu dengan berbagai alasan yang logis dan rasional.

Yani mencontohkan, adalah penting menjaga kesehatan psikologi anak secara proporsif antara anak pertama dan anak kedua. Begitu seterusnya, agar anak-anak mendapatkan cukup porsi kesehatan fisik maupun kejiwaan, salah satunya terhindar dari stunting.

 

Pernikahan Dini

Sementara psikolog Roslina Verauli menilai, program pencegahan pernikahan dini yang dikembangkan BKKBN harus terus digalakkan. Program ini, katanya, menjadi salah satu kunci utama dalam membangun generasi muda berkualitas. “Saya suka dengan program ini karena di dalamnya ada pesan-pesan kepada remaja untuk mandiri dulu secara financial, emosi, pendidikan sebelum menikah,” ujarnya.

Melalui program cegah pernikahan dini, menurut Roslina, BKKBN telah menciptakan dan membangun kualitas generasi muda yang dimulai dari keluarga yang bahagia, terencana. “Di dalam program ini ada cinta terencana. Kita cegah relasi intim. Kita dukung keluarga yang anti narkoba. Mencegah pernikahan dini adalah solusi saat ini. Namun harus dilakukan bertahap karena negara kita luas,” ujarnya.

Roslina mengatakan, banyak remaja berprestasi saat ini, meski mereka juga terekspose dengan berbagai informasi dari gadget. Dengan mengembangkan komunikasi positif oleh orang tua, Roslina yakin dampak negatif dari hadirnya informasi teknologi dewasa ini akan terminimalisasi.

Salah satu komunikasi positif yang dibangun BKKBN adalah mengembangkan kegiatan bersama komunitas fotografer dan blogger. Blogger dan fotografer merupakan komunitas yang sangat strategis dalam memperjuangkan dan menyebarkan informasi tentang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang didalamnya termuat program pencegahan pernikahan anak di usia dini.

“Mari, kembali kepada keluarga, tempat melabuhkan cinta, sesuai tema Hari Keluarga Nasional 2018 “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”,” ujar Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN, Eka Sulistia Ediningsih.

 

(san)

Bagikan:

Kegiatan

Logo Harganas Single
Info Medsos dan Web

Konten Terkait

FOLLOW, LIKE, SHARE