KABAR / Artikel

BKKBN SOSIALISASIKAN DAK SUB BIDANG KB

02 Maret 2017 17:42 WIB

Banda Aceh – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi dan Konsultasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) tahun 2017. Kegiatan sosialisasi tersebut diawali dari wilayah Regional I/Sumatera.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari pejabat di lingkungan kabupaten/kota yang masuk ke dalam wilayah Regional I ditambah Jawa Tengah--karena akan menjadi tuan rumah sosialisasi DAK Sub Bidang KB Regional II dan Banten.

Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal membuka Sosialisasi dan Konsultasi DAK Sub Bidang KB, yang berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh, Aceh, Rabu (1/3/2017) malam.

Nofrijal mengatakan, untuk tahun ini, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran DAK Sub Bidang KB sebesar Rp793.893.500.000. Dana tersebut dibagi untuk DAK Fisik sebesar Rp501.093.500.000 dan DAK non-Fisik Rp292.800.000.000. Menurutnya, setiap tahun anggaran tersebut terus meningkat.

"Tahun 2008 pemerintah sudah mengalokasikan DAK. Dari tahun ke tahun jumlahya bertambah. Untuk kabupaten dan kota juga terus bertambah. Hampir 100 persen kabupaten di Indonesia menerima," kata Nofrijal.

Pada 2017, terdapat 492 kabupaten/kota menerima DAK fisik. Sementara itu ada 508 kabupaten/kota menerima DAK non-fisik atau Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB). Kucuran uang dari pemerintah pusat itu digunakan untuk mendanai pelaksanaan kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program Kependudukan, Keluarga, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Menurut Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal, program-program tersebut dapat berjalan dengan baik berkat adanya kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Ia pun meminta para pejabat terkait bisa mengawal DAK Sub Bidang KB, yang besar ini agar tepat sasaran dan mampu merealisaikan target 2017 ataupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2017.

"Kita ingin menjaga dan mengawal DAK ini dengan cara Indonesia, revolusi mental, integritas tinggi, etos kerja dan gotong royong kita bisa realisasikan DAK," tutupnya.

Bagikan:

Kegiatan

Logo Harganas Single
Info Medsos dan Web

Konten Terkait

FOLLOW, LIKE, SHARE