SERAM BAGIAN BARAT, BKKBN — Bertempat di Desa Allang Asaude, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku melakukan kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Kegiatan yang dibuka langsung Deputi bidang Pengendalian Penduduk, BKKBN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si, M.Eng, memberikan kesan mendalam bagi warga Desa Allang Asaude.

Kedatangan Bonivasius dan jajaran disambut warga dengan antusias. Tarian Lenso, tarian khas Maluku, yang dibawakan dengan indah oleh remaja Desa Allang Assaude, melengkapi acara penyambutan.

Dr. Bonivasius mengungkapkan ketertarikannya dengan keindahan yang ditawarkan alam dan budaya Maluku. Ia menganggap hal ini merupakan potensi besar yang harus dimaksimalkan oleh masyarakat Maluku melalui Kampung KB.

“Kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika satu keluarga sudah berkualitas, maka satu desa bisa berkualitas. Jika satu desa berkualitas, maka satu Kabupaten akan berkualitas, hingga seterusnya akan membuat SDM Indonesia menjadi berkualitas,” ujar Bonivasius.

Menurut Bonivasius, dengan SDM yang berkualitas akan menciptakan Indonesia menjadi negara maju. Dalam hal ini remaja menjadi kunci penting dalam peningkatan kualitas SDM dan pencegahan stunting.

Dalam meningkatkan SDM berkualitas, BKKBN menganjurkan usia ideal menikah untuk perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Periode ini merupakan usia yang siap untuk bereproduksi, kematangan emosi dan kemampuan bekerja yang sudah mumpuni untuk membangun rumah tangga.

Lebih jauh, Bonivasius mengatakan wanita disiapkan untuk menjadi ibu dan seorang ibu harus benar-benar dipersiapkan sebelum menikah dan memiliki anak. Asupan gizi harus benar-benar dijaga. Termasuk meminum tablet tambah darah secara rutin dan menjaga berat badan ideal.

“Yang menjadi hal utama adalah makanan yang baik untuk dikonsumsi agar pemenuhan gizi remaja dapat dimaksimalkan, dengan komposisi makanan yang seimbang,” ujar Bonivasius.

* Hasil laut melimpah

Seram Bagian Barat adalah daerah dengan hasil laut sangat variatif dan hasil bumi yang melimpah. Seharusnya masalah gizi tidak terjadi di wilayah ini, dan seharusnya juga tidak ada kasus stunting.

Dalam kaitan ini, Bonivasius mengatakan di Kampung KB ada program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang bisa menjadi media dalam pemberian makanan dan edukasi gizi bagi masyarakat.

Jika remaja atau anak bayi di bawah usia dua tahun (baduta) tidak mau makan ikan dan sayur, mungkin yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan dan penyajian, yang bisa didapat di Dashat.

Semua komponen bisa dilibatkan dan berperan di Dashat, baik remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, oma, opa dan berbagai pihak lainnya.

“Manfaatkan Dashat agar nutrisi terjaga sehingga terlahir generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ujar Bonivasius. n

Penulis : Rasidah HB
Editor: Santjojo Rahardjo

Hari, Tanggal Rilis: Senin, 5 Februari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.