PEKANBARU, BKKBN — Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Nopian Andusti, SE, MT menyerahkan sertifikat Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) pada resepsi pernikahan Anggi dan Reza.

Dalam nasihat pernikahan yang disampaikan di Gedung Aula Serbaguna AURI, Pekanbaru, Riau, Minggu (4/2/2024), Nopian menyampaikan bahwa kedua mempelai adalah ‘role’ model yang dipastikan sudah menginput data kesehatannya di aplikasi Elsimil.

Diketahui, Anggi, pengantin perempuan, adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada Direktorat Ketahanan Remaja BKKBN. Sementara Reza adalah Penyuluh KB.

Tak ada satu pun orangtua di muka bumi ini ingin anaknya terlahir dalam kondisi stunting. Oleh karena itu penting bagi calon ayah dan calon ibu untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk kesehatannya.

Nopian yakin dan percaya pengantin sudah siap menikah secara ekonomi maupun mental. Tapi itu saja tidak cukup. Dalam mengarungi pernikahan, mereka harus bisa menutup kekurangan masing-masing karena masa berkeluarga tidak seindah masa mereka berpacaran. Akan ada ombak dan badai yang akan mereka arungi.

* Simbol

Pemberian sertifikat Elsimil kepada kedua mempelai sebetulnya adalah simbol, contoh edukasi yang baik kepada calon pengantin yang lain ketika mereka nanti akan melangsungkan pernikahan.

Tiga bulan sebelum menikah diharapkan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan terutama terkait Hb, lingkar lengan atas, indeks massa tubuh. Hasil pemeriksaan kesehatan kemudian diinput ke dalam aplikasi Elsimil.

Jika calon pengantin perempuan terdeteksi anemia, kekurangan gizi kronis, indeks massa tubuh tidak normal, maka kondisi ini sangat berisiko bagi ibu hamil dan berpotensi melahirkan anak stunting.

Tetapi jika tiga bulan sebelum menikah dilakukan pemeriksaan kesehatan, maka dapat dilakukan segera tindakan untuk menormalkan status kesehatan mereka. Contohnya, diberikan tablet tambah darah selama tiga bulan sebelum menikah bagi calon pengantin perempuan yang anemia.

Dengan begitu, ketika mereka menikah pasangan ini sudah dalam kondisi kesehatan yang ideal. Hal ini dilakukan untuk mencegah lahirnya anak stunting, ungkap Nopian.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia menyampaikan bahwa gerakan pengisian aplikasi Elsimil dimulai dari keluarga BKKBN. Hal ini sudah dilakukan pada kegiatan hari ini di mana kedua mempelai adalah keluarga besar BKKBN.

“Harapan kita tidak ada lagi lahir anak stunting di Indonesia. Mari, cegah stunting dari hulu, dari calon pengantin,” ujar Mardalena. n

Penulis: Tresnawaty
Editor: Santjojo Rahardjo

Hari, Tanggal Rilis: Minggu, 5 Februari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.