LAMPUNG, BKKBN — Perguruan tinggi punya peran penting dalam upaya mengatasi permasalahan kependudukan. Utamanya untuk mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati, M.H, saat melakukan audiensi dengan pimpinan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), berlangsung di ruang Pertemuan PPSDM ITERA, Jumat (02/02/2024).

Dokter Nurizky mengatakan, ITERA sebagai perguruan tinggi negeri memiliki peran strategis, karena memiliki sumberdaya dan praktisi yang ahli di bidangnya. Untuk itu, ITERA diharapkan dapat bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan sumber daya masyarakat, sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia juga mengatakan perlunya berbagai pendekatan strategis dalam kegiatan percepatan penurunan stunting berdasarkan Perpres No.72 tahun 2021, di antaranya melalui intervensi gizi terpadu dan Mahasiswa Penting.

Menurutnya, dengan sumberdaya yang ada, ITERA dapat mengambil peran dalam memperkuat program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan PPS. Program ini dapat dikolaborasikan melalui kegiatan KKN mahasiswa, penelitian, mata kuliah umum, maupun hilirisasi hasil penelitian bagi masyarakat.

“Kontribusi yang dilakukan dapat melalui pelaksanaan KKN dan magang dengan berfokuskan pada tematik stunting dan bonus demografi,” ujar dr. Nurizky.

▪ Peran Strategis

Sementara itu, Ketua PPSDM ITERA, Dr. Ciptati, MS, M.Sc, yang menerima kunjungan audiensi BKKBN Lampung, membenarkan bahwa ITERA sebagai kampus riset teknologi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan SDM berkelanjutan dan berkualitas.

Ia berharap melalui sumber daya yang dimiliki ITERA akan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. ITERA memiliki 42 program studi dengan 21.000 mahasiswa dengan program KKN setiap tahun dua kali di bulan Desember dan Juni.

Dalam percepatan penurunan stunting, dikatakan, peran Prodi Rekayasa Tata Kelola Air, Teknologi Pangan, dan Teknik Lingkungan dapat dikolaborasikan dengan Program Kampung Keluarga berkualitas (Kampung KB) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Program yang juga bisa dikolaborasikan adalah berbagai kelompok kegiatan seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Remaja (BKR), Lansia (BKL) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Sementara Prodi Biologi bersama Kesehatan Reproduksi dapat melakukan pendampingan dalam peningkatan kualitas hidup keluarga khususnya para remaja, PIK-Remaja, jelas Ciptati yang didampingi para Koordinator Program Studi ITERA.

Pada kesempatan itu disampaikan juga selayang pandang ITERA. Dan juga pemaparan dari Tim Kerja Perwakilan BKKBN Lampung tentang Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan.

Paparannya terkait bagaimana mewujudkan perguruan tinggi yang mengintegrasikan program Bangga Kencana dalam perkuliahan, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, pojok kependudukan. Semua itu dilakukan dalam rangka menumbuhkan wawasan kependudukan bagi generasi muda.*

Penulis: Edward
Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Sabtu, 3 Februari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.