PEKANBARU, BKKBN — Pemerintah merancang sebuah strategi pencegahan stunting dari hulu yang menyasar calon pengantin (catin). Kenapa catin? Jika mereka sehat, tidak anemia, tidak punya penyakit kronis, maka akan melahirkan anak-anak yang tidak stunting yang akan menjadi manusia-manusia berkualitas nantinya.

“Kondisi kesehatan catin inilah yang kita input di dalam aplikasi Elsimil (Elektronik siap Nikah dan Hamil),” ujar Direktur Bina Ketahanan Remaja, Dr. Edi Setiawan, S.Si, M.Sc, MSE, beberapa waktu lalu, di Pekanbaru, Riau.

Edi Setiawan menjelaskan stunting merupakan pekerjaan rumah besar yang harus bersama diatasi mengingat tahun 2024 target penurunan stunting harus mencapai 14 persen.

Untuk mendukung percepatan penurunan stunting, salah satu program yang dikembangkan BKKBN Riau adalah Jalin Catin (Jajaki, Layani, dan Input Data Calon Pengantin).

Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, mengatakan substansi Jalin Catin bukan program baru. Akronim ini dibuat agar lebih enak didengar dan merupakan sebuah upaya menjajaki para catin untuk mengarahkan mereka memeriksakan kesehatan diri.

“Hasilnya kita input di dalam aplikasi Elsimil yang merupakan sebuah instrumen untuk mendeteksi kondisi catin sejak tiga bulan sebelum menikah.

Mempersiapkan catin yang betul betul sehat adalah upaya pencegahan stunting dari hulu karena ini menyangkut anak anak yang akan dilahirkan nanti. Jika anak yang dilahirkan sehat, yang diuntungkan adalah orang tua. Jika anak yang dilahirkan stunting, yang dirugikan adalah orangtua juga.

Melalui aplikasi Elsimil, kondisi kesehatan catin akan segera terpantau. Jika bermasalah, masih ada waktu tiga bulan sebelum menikah untuk memperbaiki kondisi kesehatannya. Mereka juga akan didampingi Tim Pendamping Keluarga (TPK)

Tugas TPK adalah memantau kondisi kesehatan catin, seperti memberikan tablet tambah darah bagi catin yang anemia.

“Jika setelah menikah kondisi kesehatan mereka masih belum membaik, maka disarankan untuk menunda kehamilannya sampai kondisi kesehatannya menjadi ideal untuk hamil,” papar Nopian.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia, menilai kegiatan ini sangat strategis di tengah bangsa ini menuju 100 tahun Indonesia, era di mana Indonesia emas akan diraih di 2045. Sekaligus menyambut datangnya bonus demografi.

“Tapi negara kita masih dihadapi permasalahan stunting,” ujar Mardalena. Untuk itulah pemerintah, termasuk BKKBN Riau, giat menggerakkan roda pencegahan stunting dari hulu. “Ini sudah kita lakukan dengan berbagai langkah,” ungkap Mardalena.

Langkah yang dimaksud Mardalena adalah gencarnya sosialisasi pencegahan stunting dari hulu serta komitmen bersama dengan Kementerian Agama Riau.

“Hanya saja kendala yang terjadi di antaranya penginputan di aplikasi Elsimil yang masih bermasalah atau sering eror,” ujar Mardalena.

Mardalena juga menyampaikan kegiatan pencegahan melalui pendekatan Jalin Catin akan terus ditingkatkan agar dapat mendeteksi secara dini kondisi kesehatan catin. Sehingga akan lahir anak-anak sehat dan berkualitas dari ibu yang juga sehat saat hamil.

Pembekalan materi juga disampaikan Kemenag Riau terkait pencegahan perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga yang disajikan Dr. H. Rahmat Suhadi. Sementara materi stunting dipaparkan dr. alti Idah Anugrah dari Perwakilan BKKBN Riau.

Usai paparan, sebanyak 50 pasang catin yang hadir diarahkan untuk memeriksakan kesehatan di ruangan yang sudah disiapkan oleh tim Kesehatan yang sudah siap memeriksa kesehatan mereka.

Peserta perempuan di ukur tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, tekanan darah dan Hb serta usia. Sementara peserta pria ditanyakan apakah mereka merokok atau tidak.

Setelah dilakukan pemeriksaan, para catin diarahkan menuju ruangan input data Elsimil untuk langsung mendownload aplikasi Elsimil dan menginput data kesehatan mereka. Mereka didampingi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Kota Pekanbaru, Drs. Muhammad Amin, M.Si. n

Penulis: Tresnawaty
Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Minggu, 4 Februari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.