SEMARANG, BKKBN — Jajaran Perwakilan BKKBN Jawa Tengah bersama Aisyiyah dan Muslimat NU Provinsi Jawa Tengah menyatakan sepakat memerangi stunting sampai ke akarnya.

Pernyataan kesepakatan tersebut mengemuka pada kegiatan ‘Pencanangan Penggerakan Bhakti Sosial Pelayanan KB bersama Muslimat NU dan Aisyiyah tingkat Provinsi Jawa Tengah’, Kamis (1/2/2024), di Hotel MG Setos, Kota Semarang,

Bukan sekedar pertemuan, karena 120 perwakilan Muslimat NU dan Aisyiyah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah berkumpul dan berkoordinasi perihal peran apa yang akan mereka lakukan ke depan. Sehingga masalah stunting serta target 14 persen pada 2024 tercapai.

Sebagaimana diketahui, visi dan misi Muslimat NU dan Aisyiyah sejalan dengan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting. Intinya bertema keluarga sakinah dengan berlandaskan mawadah dan warahmah. Dalam hal ini, Aisyiyah mempunyai Majelis Kesehatan yang peduli kesehatan ibu dan anak. Sementara Muslimat NU mempunyai Gerakan Maslahat NU untuk menciptakan keluarga yang baik dan sejahtera.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah yang diwakili dr. Mardiyah, pada pertemuan ini memaparkan peran yang telah dilakukan Aisyiyah dalam menyukseskan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Mardiyah mengungkapkan bahwa setiap gerakan yang dilakukan oleh Aisyiyah berdasar pada Al Quran, di antaranya pada QS. Al Imron (ayat 103, 104, 110), QS Al A’raf (ayat 7), QS Saba (ayat 15). QS An Nahl ayat 18, QS Al Ma’un (ayat 1-7), QS Al An’am (ayat 159), QS Ash Shaff (ayat 4), QS Ar Rum (ayat 21), QS Ar Ra’d (ayat 11 dan 19), QS Yunus (ayat 5).

“Islam Rahmatan Lil Alamin ini rahmat bagi seluruh alam, tidak hanya islam. Ketika kita melakukan pendekatan spiritual, maka sebenarnya sedang mengenal Tuhan. Penting untuk mengenal Tuhan karena ketika permasalahan hidup itu ada, kalau kita mengenal Tuhan maka tidak akan ada permasalahan karena semua dikembalikan pada Tuhan nya, termasuk dalam hal stunting,” jelas Mardiyah.

Menurut Mardiyah, ketika seseorang mengenal dirinya maka ia bisa mengenal Tuhannya. Mengenal bahwa diri ini terdiri dari jasmani dan rohani. Maka kedua kebutuhan,yakni gizi dan rohani, kemudian apa yang harus diadakan untuk tubuh ini tetap berdiri, maka ia akan memenuhi kebutuhan tersebut.

Lebih lanjut dalam hal pembangunan keluarga berencana, Aisyiyah memiliki program Bina Keluarga Sakinah Aisyiyah (Biksa) yang tersebar di 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. “Melalui Biksa, masyarakat bisa berkonsultasi tentang permasalahan keluarga, Kursus Keluarga SAMARA, ketahanan dan pembangunan keluarga,” ungkapnya.

Ada juga Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) yakni Pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan KB Aisyiyah bersinergi dengan DP3AKB & BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Pelayanan KB dilaksanakan sepanjang waktu di seluruh rumah sakit dan klinik yang dikelola Muhammadiyah & Aisyiyah di Jawa Tengah.

“Selain pelayanan KB juga diberikan bantuan sembako dari LazisMu, kesehatan reproduksi untuk remaja oleh Pashmina Nasyiah, dan pameran UMKM oleh Majelis Ekonomi Aisyiyah,” kata Mardiyah.

Sederet kegiatan yang telah dilakukan Aisyiyah selama ini, tercatat mulai dari gerakan ‘Aisyiyah Cegah Stunting’, sosialisasi ‘Isi Piringku’, pelatihan motivator kader kesehatan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah untuk pencegahan stunting di tingkat daerah. Diadakan bekerjasama dengan LazisMu, di antaranya dalam bentuk pemberian bantuan bahan makanan kepada keluarga tidak mampu yang memiliki anak stunting.

Akan halnya Muslimat NU Jawa Tengah, juga bergerak maksimal dalam upaya menekan stunting dan menyukseskan program Bangga Kencana. Keterlibatannya ini tercermin pada program Keluarga Maslahat.

Keluarga Maslahat, yakni Relasi Maslahat (Akhlak Nahdiyyin, Relasi Makruf, Pengasuhan Baik), Sehat (Tidak Stunting, PHBS, Tidak Kawin Anak), Sejahtera (Pendapatan bagus, Aset, Resiliensi), Moderat (Prinsip ASWAJA, Amaliyah NU), Terdidik (Minimal Sederajat SLTA), Cinta Alam (Olah Sampah, Sadar Energi, Lingkungan Hijau, Sadar Bencana).

Dari kerangka konsep tersebut kemudian muncul langkah praktis yang diterjemahkan ke dalam kegiatan bimbingan perkawinan, bimbingan remaja, penguatan posyandu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kelas Berkah Keuangan Keluarga, Kampung Zakat/Kampung Berkah, Halaqah Kebangsaan, beasiswa, Kebun Keluarga dan Bank Sampah, serta sederet program unggul lainya.

“Spesifik dalam hal Keluarga Sehat, targetnya adalah tidak stunting, PHBS, dan tidak kawin anak. Ini kemudian dibuatlah program penguatan posyandu, kampanye PHBS, pendidik sebaya remaja, bimbingan remaja, Lansia Sehat,” ungkap dr. Mahmudah, mewakili Ketua Muslimat NU Jawa Tengah.

• Kondisi Kependudukan Jateng

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, dalam hal ini mengungkapkan kondisi kependudukan Jawa Tengah, sehingga kerjasama dan peranan dari Aisiyah serta Muslimat NU sangat diperlukan.

“Dalam UU 52 Tahun 2009 ada tugas besar yaitu menjaga penduduk tumbuh seimbang dan membentuk keluarga berkualitas. Penduduk tumbuh seimbang ditandai dengan total fertility rate (TFR) 2,1. Kondisi sekarang sudah 2,04. Target di 2024 sebesar 2,06. Untuk provinsi Jawa Tengah idealnya target di kisaran di bawah 2 ( 1,9),” ungkap Eka.

Sederet target pun menjadi tantangan yang akan dihadapi. Mulai dari penggunaan kontrasepsi di tahun 2024, PUS (Pasangan Usia Subur) baru, unmet need. Begitu pun dalam hal pernikahan anak, yakni maksimal 17 kelahiran per seribu dari ibu – ibu muda dengan usia 15 sampai 19 tahun.

Pertemuan ini juga diarahkan menjadi momentum menekan stunting secara cepat dan tepat di 2024. Tidak hanya Aisyiyah dan Muslimat NU saja, pada kegiatan ini hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Dra. Retno Sudewi, A.Pt, M.Si, MM, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB kabupaten/kota se Jawa Tengah. n

Penulis: Dadang
ditor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Jumat, 2 Februari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.