PANGKALPINANG, BKKBN — Tahun 2023, kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang banyak dipilih akseptor di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Implan disarankan sebagai salah satu MKJP pasca persalinan dan pasca keguguran karena lebih nyaman tanpa menggunakan pisau bedah.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam pelayanan KB, implan satu batang, PT Harsen Laboratories bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Sosialisasi Pemasangan Implan Satu Batang bagi Tenaga Kesehatan Pengelola Pelayanan KB di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Pemerintah, Kamis (1/2/2024), di Pangkalpinang, Babel.

Narasumber kegiatan ini adalah Tim dari PT Harsen dengan materi pengenalan produk implan satu batang, serta Tim PD Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan materi pemasangan implan pasca persalinan.

Sebanyak 64 orang bidan yang mengelola pelayanan KB di Pusat Kesehatan Masyarakat mengikuti kegiatan ini, dilaksanakan di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Belitung. Pada Selasa (30/1/2024) kegiatan bertempat di Hotel Cordella , Kota Pangkalpinang. Sementara di Kabupaten Belitung dilaksanakan pada Kamis (1/2/2024), di Hotel La Lucia, Tanjung Pandan.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Irzal, SE, ME mengucapkan terima kasih kepada para bidan yang berperan aktif dalam meningkatkan capaian KB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan KB di lapangan, khususnya pelayanan KB metode implan.

Sebagaimana diketahui, total target peserta KB di Provinsi Bangka Belitung tahun 2024 sebanyak 28.162 akseptor , dengan target pemakaian metode implan sejumlah 1.910 akseptor. “Target ini kami harapkan dapat tercapai,” ujar Irzal.

26 Akseptor Terlayani

Pada kegiatan tersebut, peserta yang hadir tidak hanya mendengarkan paparan materi dari narasumber, namun juga diberi kesempatan mempraktekan pemasangan implan satu batang di PKM yang telah ditunjuk, yaitu PKM Kacang Pedang dan PKM Air Saga. Hari itu, di Kabupaten Belitung, sebanyak 26 akseptor telah terlayani pemasangan implan satu batang.

Irzal menuturkan, metode implan satu batang lebih praktis dan ekonomis. Tidak mengganggu produksi dan kualitas ASI, serta tidak memiliki efek samping bertambahnya berat badan. Implan satu batang adalah salah satu cara untuk meningkatkan akseptor KB pasca persalinan. “Mari, kita gaungkan pemakaian implan satu batang ini ke seluruh masyarakat,” ajak Irzal.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, target PB kita untuk tahun 2024 dapat tercapai,” harapnya kembali. “Jangan lupa untuk melakukan pencatatan akseptor yang telah terlayani sehingga terlaporkan,” pesan Irzal.*

Penulis: Santika Sari (TKA)
Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Kamis, 1 Februari 2024

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.