BENGKULU, BKKBN — Berpotensi memunculkan kasus stunting baru di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, dengan jumlah kasus stunting saat ini mencapai 7.000 keluarga lebih, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu turun ke daerah tersebut.

DI Kabupaten ini BKKBN mensosialisasikan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting.

Lokus sosialisasi ini berada di Desa Tebat Monok, Kecamatan.atan Kepahiang, di mana BKKBN Bengkulu mengembangkan pemantauan terpadu pendampingan keluarga berisiko stunting serta mensosialisasikan program tersebut guna mengantisipasi lahirnya generasi stunting baru di wilayah tersebut dan daerah lain di Bengkulu.

Sosialisasi menjelang akhir Januari 2024 bersama unsur pentahelix, tokoh pemuda, hingga pemerintahan daerah.

Dipilihnya daerah tersebut sebagai lokus sosialisasi lantaran jumlah keluarga risiko stunting (KRS) terbilang banyak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu M.Iqbal Apriansyah, KRS adalah keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting. Terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil dan bayi di bawah lima tahun yang berasal dari keluarga miskin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) 2023, dari 37.972 keluarga di Kepahiang terdapat keluarga berisiko stunting sebanyak 7.021 keluarga.

Disebut Iqbal, penyebab KRS diantaranya faktor kesehatan lingkungan dan pernikahan usia anak. Di Kabupaten Kepahiang, Keluarga yang tidak memiliki sumber air minum utama yang layak sebanyak 1.634 keluarga. Keluarga yang tidak memiliki jamban 4.159 keluarga.

Sementara dari 701 orang pasangan usia subur (PUS) hamil terdapat 202 orang hamil di bawah usia 20 tahun. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan generasi stunting.

Dengan digaungkan program pencegahan stunting di tengah masyarakat, khususnya kelompok keluarga berisiko stunting, diharapkan dapat mencegah lahirnya generasi stunting baru di Bengkulu. Sehingga dapat mengantarkan keluarga yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia emas 2045.*

Penulis ; Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom, MA/Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Senin, 29 Januari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.