BITUNG, BKKBN — Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara bersama mendorong stakehoders untuk menyediakan fasilitas kesejahteraan pekerja di perusahaan.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Jumat (26/1/2024), di Kota Bitung (Sulawesi Utara), berlangsung kegiatan Dialog Interaktif (Talk Show) ”Pekerja Produktif, Pekerja Bahagia dengan Fasilitas Kesejahteraan Pekerja”.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan BKKBN Sulawesi Utara. Tujuannya, untuk memberi pembinaan dan pemahaman informasi kepada stakeholders tentang penyediaan fasilitas kesejahteraan bagi pekerja.

“Khususnya terkait fasilitas yang dapat meringankan beban pengasuhan (care works), program ketahanan keluarga, pelayanan KB di perusahaan serta program Tabungan Perumahan Rakyat,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat melakukan dialog interaktif.

Kegiatan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Kedeputian Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN dengan Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, tentang Peningkatan Kualitas Keluarga melalui Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja.

Kegiatan dialog interaktif (talk show) dibuka Wakil Walikota Bitung, Hengky Honandar, SE yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan kolaborasi ini. Harapannya, terbangun kerjasama yang baik antara pemerintah dengan perusahaan.

Dari data yang ada terdapat 107 industri besar dan menengah di Sulawesi Utara, dengan jumlah tenaga kerja 11.979 pekerja. Sementara industri skala mikro dan kecil sebanyak 53.303 perusahaan, dengan jumlah tenaga kerja 101.746 pekerja.

Sementara di Kota Bitung terdapat 41 perusahaan besar dan menengah, dengan tenaga kerja sebanyak 5.286 pekerja. Adapun industri mikro dan kecil sebanyak 4.327 perusahaan, dengan 9.818 pekerja.

Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) perusahaan yang terintegrasi dengan BKKBN, untuk skala Sulut sebanyak tiga Klinik Pratama, berlokasi di Kota Bitung, yaitu PT Salim Ivomas, PT. Indofood, PT. Multi Nabati Sulawesi.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah kabupaten/kota dapat meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

Selain juga diharapkan meningkatnya peran fasilitas pelayanan KB Perusahaan dalam memberikan pelayanan KB di perusahaan. Usai membuka kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bagi lima anak stunting di Kota Bitung.

* Pembicara

Tampil sebagai pembicara Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Dr. Irma Ardiana, MAPS, membawakan topik ”Peningkatan Kualitas Keluarga Melalui Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan bagi Tenaga Kerja”; Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN, Dr. H Zamhir Setiawan, M.Epid, dengan topik “Pedoman Pelaksanaan Pelayanan”.

Pembicara lainnya, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan, Kemnaker, Ir. Dinar Titus Jogaswitani, MBA; National Project Officer HIV/AIDS and Care Economy Ilo Jakarta, Early Dewi Nuriana; dan Sekretariat Komite Tapera. n

Penulis: Vin Mamarodia
Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Minggu, 28 Januari 20224

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.