JAKARTA, BKKBN – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C.) Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengatakan perlu suatu usaha untuk membela rakyat miskin yang kelaparan. Salah satunya melalui konsumsi ikan. Ikan mengandung omega 3 yang sangat diperlukan bagi ibu hamil dan perkembangan otak bayi.

Hal tersebut diungkapkan dokter Hasto saat menerima audiensi PT. Multidaya Teknologi Nusantara (eFishery) secara daring Zoom Meeting pada Selasa (16/01/2024).

Dalam pertemuan tersebut, eFishery mengungkapkan harapannya untuk dapat berkolaborasi dan brainstorming dengan BKKBN dalam menuntaskan isu kelaparan di Indonesia.

Sebagai perusahaan unicorn aquaculture pertama di Asia yang memiliki lebih dari 700.000 mitra pembudidaya ikan dan udang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, eFishery terus melakukan inovasi aquaculture intelligence.

“Usaha yang dilakukan eFishery dalam budidaya ikan sungguh bernilai besar dari sisi kemanusiaan. Tidak hanya bisnis yang mengejar keuntungan, melainkan peduli dengan menanamkan jiwa entrepreneurship bagi masyarakat,” kata dokter Hasto.

Dokter Hasto mengungkapkan inovasi yang dilakukan eFishery dapat membantu mengangkat daerah yang memiliki stunting tinggi. Semangat eFishery untuk mengoptimalkan potensi lokal selaras dengan BKKBN yang menggaungkan potensi makanan lokal untuk menurunkan stunting.

“Saya berharap betul untuk eFishery menerapkan Human Entrepreneurship Model dengan sebaik-baiknya. Sangat baik untuk kita bermitra, menggerakkan ekonomi kreatif bagi keluarga akseptor agar memerangi stunting. Start small, memulai pilot project dengan menggandeng para mitra,” ungkap dokter Hasto.

Perusahaan eFishery mendukung Gerakan Makan Ikan yang kerap digaungkan BKKBN. “Salah satu protein yang sustain dibanding laut yang sifatnya tangkap adalah budidaya ikan karena bisa dikalkulasi sesuai kebutuhan. Untuk itu kita memulai industri aquaculture,” ucap Rizky dari eFishery.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi budidaya ikan yang besar. Komoditasnya pun merata di seluruh wilayah. Hal tersebut bagus bagi perputaran ekonomi, termasuk salah satu usaha yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi stunting.

Menanggapi hal tersebut, Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Nopian Andusti, SE, MT, menunjukkan salah satu program yang ada di BKKBN yang memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan eFishery, yaitu bidang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.

“Kita dapat memberdayakan kelompok UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) yaitu UMKM yang diinisiasi oleh BKKBN, ada bermacam-macam bentuk usahanya. Bisa kita arahkan dengan adanya dukungan oleh eFishery nantinya untuk membantu pembudidaya ikan, bersama bergotong-royong dengan mitra lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pemodalannya,” ungkap Nopian. n

Penulis: Fitri Aminatul Azizah
Editor: Santjojo Rahardjo

Hari, Tanggal Rilis: Selasa, 16 Januari 2024

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.