PALANGKARAYA, BKKBN — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah diwakili Ketua Pokja Pengendalian Penduduk, Uwanfid, SH beserta tim melakukan kunjungan ke Kampung Keluarga Berkualitas di Desa Tumbang Tahai dan Desa Sei Gohong.

Kunjungan dinas ini  untuk melakukan monitoring dan evaluasi kampung Keluarga Berkualitas dalam upaya melihat sejauh mana perkembangan Kampung KB Sei Gohong yang di canangkan pada  2018 dan Kampung KB Tumbang Tahai tahun 2020, Selasa (12/12/2023). 

Secara Geografis, Tumbang Tahai dan Sei Gohong merupakan desa yang berada di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Tujuan dibentuknya Kampung KB di kedua kelurahan  tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana  (Bangga Kencana) serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Semenjak dicanangkan, kiprah Kampung KB Tumbang Tahai dalam program Percepatan Penurunan Stunting terbilang  cukup massif. Ditandai adanya program  terobosan “Gerbek Si Tajam Chating” (Gerakan Berkunjung Silaturrahim 1 Jam Cegah dan Atasi Stunting).

Kegiatan berupa grebek stunting ini diinisiasi  Kecamatan Bukit Batu,  berkolaborasi dengan Bank   Kalteng. Kegiatannya berupa penyuluhan dan bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting yang ada di desa tersebut. Apalagi  Lurah Tumbang Tahai, Satia Jaya,  telah menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.

Desa Tumbang Tahai  sudah melaksanakan program penanganan stunting dengan melakukan pendampingan, berupa sosialisasi dan bantuan telur dan sembako  kepada Keluarga Risiko Stunting. Juga melakukan kegiatan rutin di kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) dan posyandu setiap sebulan sekali.  

Banyak juga kegiatan di kampung KB yang melibatkan masyarakat. Sehingga menambah pengetahuan masyarakat mengenai program Bangga Kencana. 

Di tempat berbeda, Lurah Sei Gohong. Muldianto A. MD, menyampaikan bahwa Kelurahan Sei Gohong sudah memprogramkan aksi berupa bantuan untuk keluarga terindikasi stunting, klasifikasi BGM (Bawah Garis Merah) dan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah).

Pengelola Kampung KB di Desa Sei Gohong juga sudah mengembangkan program kerjasama dengan YUM (Yayasan Usaha Mulia ) dalam Percepatan Penurunan Stunting  berupa pemberian telur, susu dan sembako untuk Keluarga Risiko Stunting.

Masyarakat Desa Sei Gohong juga merasakan manfaat  adanya Kampung KB. Manfaat itu berupa pemberian makanan tambahan pada kegiatan posyandu dan pemberian honor bagi kader posyandu. 

Pada  kunjungan kali ini, Tim Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah juga melakukan pembinaan pencatatan dan pelaporan melalui website Kampung KB online. Diharapkan, melalui pembinaan yang dilakukan, status Kampung KB bisa berubah dari dasar menjadi mandiri/berkelanjutan. n

Penulis: Anif Nafiah/Susi

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Kamis, 14 Desember 2023

*Media Center BKKBN*

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.