SEMARANG, BKKBN — Penguatan sinergitas TNI/POLRI dengan BKKBN dalam menyukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting menjadi sebuah keharusan. Hal itu tidak lain untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas.

Salah satu sinergitas itu terwujud pada kegiatan Sosialisasi, Advokasi dan KIE Bangga Kencana Serta Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja Tentara Nasional Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023.

Kerja bareng ini diselenggarakan Jumat (08/12/2023) di Kodim 0728 Wonogiri (Jawa Tengah). Sebanyak 300 peserta, terdiri dari Babinsa dan Pasiter serempak menyimak dan bersiap untuk menjadi regu Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting di masyarakat.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman para peserta, sekalian untuk mampu memberikan sosialisasi dan KIE kepada keluarga berisiko stunting di wilayahnya, meningkatkan kerjasama satkowil dengan organisasi perangkat daerah (OPD) wilayah.”

“Juga meningkatkan capaian Bangga Kencana dan penurunan stunting melalui peran aktif Babinsa di masing-masing wilayah,” ungkap Aster Kasdam IV/Diponegoro dalam sambutanya, yang dibacakan Mayor Inf. Akhmad Alwi.

Babinsa Ujung Tombak

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih menilai, bahwa TNI melalui Babinsa menjadi ujung tombak dalam melakukan promosi dan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di lapangan. Maka, pembekalan perihal apa dan bagaimana stunting bisa mempermudah proses edukasi dan advokasi tersebut.

“Mari kita sepakat di sini, kita bersama-sama untuk mengupayakan percepatan penurunan stunting. Karena menurut Perpres 72 tahun 2021, target penurunan stunting di tahun 2024 adalah 14 persen.”

“Masalahnya di Jawa Tengah masih 20,8 persen. Artinya, 1 dari 5 anak di Jawa Tengah masih stunting. Kita punya PR untuk menurunkan stunting kurang lebih 6 persen lagi. Kalau dibagi dua, maka tiap tahun harus turun 3 persen,” papar Eka.

Permasalahan yang disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah ini tidak bisa diselesaikan oleh BKKBN saja. Perlu dorongan dan kerjasama lintas sektor, agar cita – cita yang di inginkan lebih mudah, dan cepat tercapai.

Eka mengajak untuk bersama gotong royong dalam menekan stunting di Jawa Tengah. Pengupayaan agar tidak terjadi “new stunting” harus benar–benar bisa dilakukan. “Kita harus mengupayakan agar tidak boleh new stunting di Wonogiri. Tidak boleh ada bayi yang berat badan nya kurang dari 2,5 kg dan tingginya kurang dari 48 cm,” kata Eka.

Pencegahan new stunting dilakukan dengan pendekatan kepada calon pengantin. Termasuk dengan memastikan tidak terjadinya pernikahan dini, serta memastikan calon pengantin memeriksakan kesehatanya minimal tiga bulan sebelum menikah.

Di akhir sambutannya, Kepala BKKBN Jawa Tengah berpesan jika stunting bukan sekedar soal asupan gizi yang masuk kepada bayi, namun juga pola asuh dari kedua orang tua dan keluarga.

Begitupun perihal Posyandu, Eka mengajak untuk saling mengingatkan tetangga maupun keluarganya yang memiliki balita untuk ke Posyandu. Tak lupa, pola hidup bersih dan sehat menjadi bagian penting dalam suksesnya mencegah terjadinya stunting.

Kodim 0728 Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono S.Pd, MIP, sebagai tuan rumah mengungkapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama seluruh pihak dalam menyukseskan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting. Ia menyampikan, bahwa TNI merupakan institusi dengan kinerja tinggi dan terpercaya dan dekat dengan rakyat, sehingga dipandang tepat untuk diselengarakan kegiatan ini.

Ke depan, besar harapan Edi jika kerja sama antara jajaran TNI dengan OPD pengelola Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting di Kabupaten Wonogiri maupun provinsi semakin kuat dan solid.

Penurunan prevalensi stunting dimaksudkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang produktif untuk mencapai Indonesia Emas 2045. SDM unggul yang berkarakter akan memiliki kemampuan beradaptasi dalam ekosistem global yang kompetitif dan mampu berinovasi untuk kemajuan bangsa.

Selain dilakukan edukasi dan promosi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagi dorprize untuk seluruh peserta. n

Penulis: Dadang

Editor : Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Jumat, 08 Desember 2023

*Media Center BKKBN*

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.