BENGKULU, BKKBN — Puluhan peserta didik Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, diwisuda.

Saat ini terdapat dia sekolah lansia di Kabupaten Rejang Lebong, yaitu sekolah lansia “Tangguh Sehati” di Desa Dusun Sawah, dan sekolah lansia ” Tangguh” di Desa Dusun Curup. Kedua sekolah tersebut dibentuk pemerintah daerah setempat sejak April 2023, dengan 95 peserta didik.

Setelah melalui proses pertemuan secara tatap muka tiap bulan dengan menuntaskan materi tujuh dimensi lansia tangguh, pada pertengahan November 2023 sekolah-sekolah tersebut mewisudakan 74 orang wisudawan/wisudawati.

Wisudawan tersebut berasal dari Selantang Desa Dusun Sawah sebanyak 31 orang dan sebanyak 43 orang asal sekolah lansia Kelurahan Dusun Curup.

Bupati Rejang Lebong, Drs. Syamsul Effendi, MM melepas secara langsung puluhan wisudawan/wisudawati. Pelepasan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Sukowati Kota Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu (22/11/2023).

Tampak pejabat Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu turut menyaksikan pelepasan siswa sekolah lansia di Bumi Pat Petulai.

Wisuda sekolah lansia ini perdana di Bumi Rafflesia. Dari sembilan sekolah lansia di Provinsi Bengkulu baru terdapat dua sekolah yang telah melepas peserta didik.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan berdampak pada penurunan angka kelahiran, angka kesakitan dan angka kematian serta peningkatan usia harapan hidup (UHH).

Sekolah lansia dinilai sangat strategis mengingat proporsi lansia menanjak dan mencapai 10,48 persen pada 2022.

Menurut Bupati, peningkatan persentase jumlah lansia harus disertai dengan upaya mewujudkan lansia yang smart (sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat). Dibangun melalui sinergi, kolaborasi dan dukungan dari semua pihak.

Menjawab tantangan, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengembangkan sekolah lansia, merupakan salah satu solusi dalam menghadapi ledakan penduduk lansia.

Meningkatnya usia harapan hidup menjadikan lansia secara aktif harus mampu mengembangkan potensi dirinya. Sehingga mereka memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan.

Hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK) tahun 2022 memperlihatkan jumlah penduduk lanjut usia di Provinsi Bengkulu sebanyak 232.367 jiwa dengan kelompok umur 56 tahun sampai dengan 75 tahun ke atas, sedangkan di Rejang Lebong terdapat 29.905 jiwa.

Bupati Syamsul menyebutkan hadirnya lansia yang telah menyelesaikan proses pembelajaran di sekolah tersebut menjadi inspirator dan motivator bagi generasi muda. “Generasi muda khususnya anak cucu kita agar bercermin kepada sesepuh kita yang tetap semangat untuk belajar,” kata Bupati Rejang Lebong.

Adanya sekolah lansia telah memberikan informasi, pelatihan dan permainan edukatif tentang kesehatan, keagamaan, sosial budaya dan kewirausahaan kepada lansia, sekaligus untuk mewujudkan lansia sehat dan mandiri melalui pembelajaran tujuh dimensi lansia.

Tujuh dimensi lansia adalah dimensi spiritual, dimensi intelektual, dimensi fisik, dimensi emosional, dimensi sosial kemasyarakatan, dimensi profesional dan vokasional, dan dimensi lingkungan.

Sementara itu, sambutan Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN, Nopian Andusti yang disampaikan M. Iqbal Apriansyah selaku Kepala BKKBN Bengkulu mengatakan, Selantang dikembangkan didasari pemikiran bahwa banyak diantara lansia merasa tidak nyaman dengan kondisi mereka sekarang. baik ketika berada di tengah keluarga sendiri maupun di masyarakat.

“Sehingga hal-hal tersebut membuat kita semakin bersemangat untuk terus membangun kualitas lansia, mengembalikan martabat serta kepercayaan diri lansia sehingga dapat mewujudkan lansia yang SMART (Sehat, Mandiri , Aktif, Bermartabat) dan Tangguh serta bahagia di usia senjanya,” ujar Nopian.

Provinsi Bengkulu memiliki sembilan sekolah lansia tangguh dan terdapat di Kabupaten Rejang lebong, Kabupaten Kepahiang dan Mukomuko. Masing-masing wilayah memiliki dua sekolah lansia. Sementara di Bengkulu Utara, Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma, masing-masing satu sekolah lansia.

Wisudawan tertua

Dari 74 wisudawan/wisudawati tersebut terdapat peserta tertua dengan nama Zaini Abu dengan usia 87 tahun dan Rita Karmila usia 61 tahun. Sedangkan wisudawan teraktif Syaiful Adha berusia 71 tahun.

Rita Karmila, salah satu wisudawati peserta termuda, saat menyinggung kehadiran sekolah bagi para lansia di desanya, ia menyebutkan bahwa masyarakat antusias menerima program tersebut. Pasalnya, sekolah lansia tidak hanya dijadikan sebagai wadah belajar, namun jauh dimanfaatkan untuk mengembangkan diri dalam berbagai hal.

“Meskipun hanya dua kali pertemuan dalam sebulan, namun bermanfaat bagi lansia untuk mendapatkan hal-hal baru dalam kehidupan lansia,” kata Rita.

Hal senada juga disampaikan Zaini Abu (87) wisudawan tertua, laki-laki. Ia menyampaikan bahwa kehadiran sekolah baru bagi lansia ini merupakan wadah bagi mereka untuk membangkitkan kembali semangat dan keterampilan yang telah terlupakan untuk membuat lebih aktif.

“Rata-rata kami peserta didik sekolah lansia ini menemukan kembali wadah membangkitkan semangat untuk lebih kuat sehingga tidak terus-menerus bergantung pada orang lain dan lingkungan,” ujar Zaini. n

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom,MA/Santjojo Rahardjo

Rilis : Rabu, 22 November 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.