KUPANG, BKKBN – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT bersama Tanoto Foundation kembali menyelenggarakan Forum Koordinasi Jurnalis, bertempat di Aula Latbang BKKBN Provinsi NTT, Selasa (21/11/23). 

Melibatkan para jurnalis baik media cetak,  elektronik maupun online, kegiatan ini  dihadiri  Plt. Kepala Perwakilan BKKBN NTT; Sekretaris Perwakilan BKKBN NTT; Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTT, Ruth D. Laiskodat, S.Si, Apt, MM; dan perwakilan pimpinan Tanoto Foundation, Patrick Hutajulu selaku External Communication Manager. 

Forum koordinasi jurnalis kembali dilaksanakan sebagai bentuk upaya BKKBN NTT dan Tanoto Foundation melaksanakan  pilar strategi nasional percepatan penurunan stunting yang tak lain adalah peningkatan komunikasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Membuka kegiatan secara resmi, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN NTT, dr. Elsa Pongtuluran, M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan ini kembali dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para jurnalis mengenai percepatan penurunan stunting di NTT, sehingga pemberitaan media dapat mengedukasi masyarakat luas. 

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan teman-teman jurnalis tentang percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT. Sehingga berita yang teman-teman buat dapat mengedukasi masyarakat terkait stunting,” ujarnya.

Menurut Patrick Hutajulu, Forum Koordinasi Jurnalis juga menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk dapat menghasilkan produk-produk jurnalis yang dapat mendukung program percepatan penurunan stunting. 

Menjadi pemateri pertama dalam sesi diskusi adalah  Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ia menyampaikan materi mengenai ‘Penyebaran Balita Stunting & Bermasalah Gizi Lainnya di NTT’. 

Menurutnya, masih ada banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat mengenai stunting seperti stunting disebabkan oleh keturunan, dampak stunting yang menyebabkan anak pendek, hingga stunting yang dimulai sejak anak lahir.  

“Pihak media sangat diperlukan dalam menyebarkan pemberitaan yang berisikan fakta-fakta bukan mitos mengenai stunting,” ujarnya.

Memoderatori jalannya kegiatan adalah Satgas TPPS Provinsi NTT, Benny Benu. Ia menyatakan bahwa hal-hal terkait fakta tersebut harus menjadi perhatian jurnalis dalam menyampaikan berita kepada masyarakat. 

“Dibutuhkan kearifan penulisan berita, dalam berita tidak ditulis lagi NTT terstunting sehingga ada branding bagi NTT,” pungkasnya.

Selanjutnya, materi oleh Sekretaris BKKBN NTT, Mikhael Yance Galmin, S.SC.,M.SC, mengenai ‘Keluarga Berisiko Stunting & Praktik Baik OTPS Perwakilan BKKBN Provinsi NTT’. Dalam materinya, disampaikan bahwa terdapat dua sasaran utama yang harus diiintervensi sesuai Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Terdapat 63.804 anak stunting dan sebanyak 431.247 keluarga berisiko stunting  tahun 2023 di NTT. Dari hal tersebut, telah dilakukan sejumlah intervensi seperti pendampingan stunting kepada catin (calon pengantin), audit kasus stunting, dan memperbanyak jumlah dapur sehat atasi stunting (DASHAT),” urainya.

Pemateri selanjutnya datang dari CEO Tribun Network Dahlan Dahi, yang menyampaikan alasan mengapa jurnalis harus ikut dalam gerakan penurunan stunting. 

“Harus ada usaha membantu pihak BKKBN dan pihak-pihak terkait untuk mencegah stunting yang mana para jurnalis perlu meletakkan domainnya sebagai tugas kemulian dan bagaimana para jurnalis dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan masyarakat,” jelas Dahlan Dahi. 

Ia  menambahkan tidak banyak yang bisa dilakukan media untuk mencegah stunting. Tapi apa yang dilakukan media dampaknya sangat besar bagi masyarakat. 

Kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis oleh BKKBN Provinsi NTT dan Tanoto Foundation diharapkan mampu menjadi langkah tepat bagi pemerintah dan NGO (Non Govermental Organization) berkolaborasi dalam menyikapi isu stunting, meningkatkan kuantitas dan kualitas pemberitaan stunting, meningkatkan kapasitas media sekaligus jurnalis mengenai substansi stunting.

Diharapkan kegiatan ini menjadi momentum bagi para jurnalis untuk menggali kebutuhannya dalam pemberitaan stunting. 

Penulis: Tim Divisi Humas & Umum

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Rabu, 22 November 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan  keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.