JAKARTA,  BKKBN –  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan dalam setiap bulan sebanyak satu anak mengikuti Bina Keluarga Balita (BKB) di Posyandu.

“Kita punya target di bulan September sampai Desember, setiap bulannya mencapai satu juta keluarga yang memiliki anak usia dini hadir pada pertemuan BKB. Satu juta anak usia 0 – 6 tahun yang hadir pertemuan BKB dan anaknya dipantau perkembangannya menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA),” kata Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN dr. Irma pada kegiatan bertema “Happy Parenting for Happy Children”  yang diselenggarakan secara daring melalui live streaming di Youtube Channel @BKKBN Official pada Selasa (14/11/2023).

Pada kesempatan itu, dr. Irma mengajak para peserta Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) agar tetap memberikan stimulasi untuk anak-anak kita bisa berkembang dan juga memberikan perhatian untuk makanan mereka agar bisa tumbuh.

Kemudian untuk mengikuti gerakan ayo ikut ke BKB Posyandu melalui gerakan pencatatan dan pelaporan kegiatan BKB dalam SIGA (Sistem Informasi Keluarga) berbasis teknologi yang dikenal dengan Gerakan Pencatatan dan Pelaporan Kegiatan BKB dalam Siga.

Hadir pada acara yang sama Direktur Rumah Main (STREAM) Yuni Widiastuti, S.Si, M.Psi.T sebagai narasumber. 

Dirinya memaparkan tentang bagaimana caranya menciptakan sebuah nilai baru melalui teknologi canggih untuk mengurangi kesenjangan antar manusia yang tujuan Society 5.0 ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang berpusat pada manusia, agar bisa berkontribusi dalam penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang memang integrasikan ruang maya dan ruang fisik. Bagaimana para orang tua menciptakan kebahagiaannya sendiri.

“Di Society 5.0 ini, nanti kita semua akan berada di sini, sedang menuju ke Society 5.0. Di mana yang paling utama adalah manusianya dan yang kedua adalah teknologinya. Dua-duanya harus sama-sama di_upgrade_, harus sama-sama ditingkatkan. Kalau kita bicara soal manusia, maka kita akan bicara soal well-being. Di dunia pendidikan, karena sekarang saya lebih banyak terlibat membantu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), itu kita selalu mencoba untuk gimana caranya mengoptimalkan well-being nya murid-murid kita. Karena mereka akan menjadi manusia yang lebih humanis Insyaallah di masa depannya,” papar Yuni.

” Well-being ini adalah sebuah kondisi di mana seorang individu memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Dan sekarang, tadi revolusi 4.0 saat ini kita mengenal ada yang namanya Society 5.0, dimana Society 5.0 ini adalah kita mengatakan super smart society. Apa itu super smart society? Ini adalah sebuah konsep yang ditawarkan oleh Jepang, disini mungkin tahu betapa majunya negara Jepang, dan Jepang mencoba menawarkan namanya Society 5.0 yang berpusat pada manusia serta berbasis teknologi”, terangnya.

“Kalau bicara soal teknologi, iya, kita akan bicara soal keterampilan masa depan yang dibutuhkan oleh anak itu yang seperti apa. Jadi, dua-duanya harus balance, minta orang tua. Lebih banyak akan berperan di bagian yang mana, well-being  atau future skills? Dua-duanya, bisa jadi,” tambah Yuni.

“Kalau kita bicara soal well-being, pertanyaannya adalah apa yang Kerabat harapkan dari anak-anak? Anak saya bahagia, anak kita sukses, berarti untuk menjadi anak yang sukses, sukses di mana? Sukses di masa depan kan kita maunya.

Dan kita sekarang sudah tahu bahwa sukses di masa depan itu harus ada dua hal yang perlu dikuatkan ke, oleh atau di dalam anak kita. Untuk meraih well-being kita menjadi manusia yang harus bisa menggunakan semua teknologi yang ada untuk bertahan hidup. n

Penulis : Tri Wulandari Henny Astuti

Editor: Kristianto

Tanggal Rilis  Selasa, 14 November 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.