BKKBN — Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day baru saja berlalu. Hari itu diperingati  di setiap tanggal 16 September. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Kependudukan  dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ikut memperingatinya  pada 26 September 2023 lalu.

Mengambil lokus Kota Cimahi di Jawa Barat, ratusan tamu undangan memadati lapangan Rajawali. Di antaranya dihadiri  Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader KB dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), hingga mitra kerja BKKBN. 

 

Menyambut peringatan tersebut, sebelumnya BKKBN menggelar Pekan Pelayanan KB. Hasilnya di atas target. Di belakang kegiatan ini ada TNI-AD.  Akseptor KB berbondong-bondong menyemut di banyak titik pelayanan KB yang digelar di pusat-pusat fasilitas pelayanan kesehatan milik TNI-AD yang terserak di seluruh penjuru tanah air. 

Bisa jadi, inilah untuk kali pertama TNI ambil bagian yang cukup signifikan dalam pelayanan KB di seluruh negeri, meski sesungguhnya  program KB — ditandai dengan dibentuknya lembaga BKKBN — sudah diluncurkan pemerintah secara resmi  pada awal 1970.

Tentu saja gelar pelayanan KB kali ini, dengan target hampir 1,5 juta akseptor –

namun terealisasi hingga 1,6 juta akseptor,  bukan semata untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Lebih dari itu adalah sebuah layanan dalam upaya anak negeri ini “membasmi” bahaya laten stunting. 

Apa kaitannya KB dengan stunting? Tentu ada.  Jumlah anak yang  “terkendali” dalam keluarga, pengaturan jarak kelahiran  3-5  tahun, pola asuh anak yang tepat, itu semua meniadakan ibu melahirkan anak stunting. 

Sesungguhnya, BKKBN hadir dalam tugas mulia pencegahan stunting  lebih ditujukan untuk melakukan perubahan perilaku di tengah masyarakat. Perubahan akan munculnya pemahaman baru bahwa stunting telah mengancam masa depan bangsa dalam menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Karena itu, pola asuh terhadap anak dan perempuan harus diubah.   

Maka, adalah tepat, bersama BKKBN , kini kian banyak elemen masyarakat dan instansi pemerintah semakin bergotong royong melakukan penanggulangan dan pencegahan stunting menuju ‘new zero stunting’. Dan program KB menjadi salah satu pintu masuk. n

Penulis: Santjojo Rahardjo

Editor: Annisa H

Tanggal Rilis: Senin, 06 November 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.