Siaran Pers BKKBN
Nomor : 1260/M.C/X/2023

Cegah New Stunting, Korem 072/Pamunglas dan Baznas Rehab Rumah Tak Layak Huni

SLEMAN, BKKBN – Tentara Nasional Indonesia, terkhusus TNI Angkatan Darat, telah sejak lama menjadi mitra kerja utama BKKBN. TNI memiliki struktur, personil, dan peralatan yang menunjang pencapaian program-program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Bermitra dengan BKKBN yang juga punya personil dan dan kader sampai ke lini bawah, TNI juga bisa lebih mendekatkan diri dengan rakyat. Hal ini tentu saja meringankan tugas-tugas menjaga keamanan wilayah.

Dalam rangka kolaborasi aksi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta, Komando Resort Militer (KOREM) 072/Pamungkas bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Perwakilan BKKBN DIY melaksanakan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah DIY.

Rehab rumah dengan prioritas sasaran keluarga risiko stunting ini sebagai salah satu intervensi sensitif dalam pencegahan stunting guna memberikan fasilitas perumahan dan sanitasi yang sehat bagi keluarga berisiko stunting.

Menandai dimulainya kegiatan, pada Rabu,25 Oktober 2023, dilakukan peletakan batu pertama rehab rumah tidak layak huni bagi keluarga risiko stunting di kediaman keluarga Sukron yang beralamat di Kalurahan Pondokrejo, Tempel Sleman, Kabupaten Sleman.

Peletakan batu pertama dilakukan Komandan Korem 072/ Pamungkas, Brigjen TNI Joko Purnomo, didampingi Baznas DIY dan Kepala Perwakilan BKKBN DIY yang diwakili Rohdhiana Sumariati, S.Sos, M.Sc.

Danrem 072/ Pamungkas berharap kegiatan ini bisa didukung oleh semua pihak. TNI melalui anggota di tiap Koramil dan Babinsa Kalurahan akan membantu tenaga. Masyarakat sekitar tampak antusias mendukung kegiatan ini dengan melakukan kerja bakti, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana secara partisipatif.

Tujuan rehab RTLH ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan tersedianya perumahan yang layak dan sehat sehingga memperkecil munculnya stunting baru.

Rehab dilakukan dengan berbagai skema sesuai kondisi rumah sasaran. Untuk rumah yang sudah permanen atau semi permanen dilakukan pemlesteran sehingga kebersihan dan higienitas terjaga.

Bagi RTLH lainnya, rehab dilakukan sesuai kondisi rumah. Misal, pembuatan dapur atau sarana jamban yang memenuhi standar kesehatan (jamban dengan septik tank). Keberadaan dapur yang sehat sangat berperan dalam menyiapkan menu keluarga yang sehat dan bergizi sehingga dapat mencegah munculnya stunting.

Demikian pula sarana jamban yang sesuai standar akan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga sasaran. Juga diupayakan ketersediaan sumber air minum yang layak bagi keluarga sasaran yang belum memiliki sumber air minum.

Sasaran rehab rumah dan perbaikan sanitasi bagi keluarga risiko stunting berjumlah delapan keluarga pada delapan Kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meliputi Kalurahan Pondokrejo, (Tempel), Kalurahan Wukirharjo (Prambanan) di Sleman.

Selain itu, Kalurahan Wukirsari (Imogiri), Kalurahan Selopamioro (Imogiri) di Bantul. Sedangkan di Gunungkidul sasaran kegiatan ini berada di Kalurahan Planjan (Saptosari) dan Kalurahan Bejiharjo (Karangmojo). Di Kulon Progo berada di Kalurahan Sendangsari (Pengasih) dan Kalurahan Sidoharjo (Samigaluh).

Di lokasi yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Dra. Andi Ritamariani M.Pd, yang sebelumnya mengikuti kegiatan di komplek kantor Gubernuran Kepatihan tampak memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan penuh tanpa asupan lainnya kepada bayi yang baru lahir.

Setelah enam bulan. Jelasnya, barulah bayi diberikan makanan pendamping ASI karena kebutuhan gizinya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan badannya.

Ritamariani memotivasi para ibu yang hadir dengan mengingatkan bahwa ASI paling cocok bagi bayi, murah karena tidak harus beli, bersih tanpa harus disterilkan, dan praktis karena mudah dibawa ke mana-mana. n

Penulis : Ewang Sewoko
Editor : FX Danarto SY/Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Rabu, 25 Oktober 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.