Siaran Pers BKKBN
Nomor : 1257/M.C/X/2023

TNI, Stunting dan Keluarga Berencana

MAKASSAR, BKKBN — Dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, penanganan stunting menjadi masalah serius yang mulai ditangani pemerintah. Menjadilah stunting sebagai program prioritas nasional yang harus segera diatasi.

Harus segera diatasi lantaran stunting sangat mengganggu upaya bangsa Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang seimbang demi mewujudkan Indonesia emas di 2045.

Bergesernya penanganan stunting dari pendekatan medis ke perubahan perilaku, maka oleh Presiden, melalui Perpres tersebut, Kepala BKKBN pun ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting tingkat nasional.

Tugas utama BKKBN di antaranya mengkolaborasikan dan mengkonvergensikan dengan berbagai lintas sektor maupun instansi terkait dalam mencapai target penurunan stunting 14 persen di 2024.

Salah satu mitra kerja strategis yang ikut berperan aktif dalam program percepatan penurunan stunting adalah TNI.

TNI memang memiliki peran dan fungsi menegakkan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, institusi negara ini juga mengemban tugas teritorial. TNI pun berperan aktif membantu tugas pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di penjuru negeri.

Peran serta TNI dalam program ini dinilai BKKBN sangat strategis. Selain memiliki personil yang menyebar hingga di wilayah terluar dan perbatasan, sarana dan prasarana yang dimiliki TNI sangat mendukung program yang diemban BKKBN.

Program tersebut termaktub dalam bingkai program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting.

Keseriusan TNI dalam hal ini ditunjukkan dengan kesediaan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, SE, MM, dikukuhkan menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Jenderal Dudung menjadi pelopor bagi para prajurit TNI-AD untuk ramai-ramai berpartisipasi aktif membantu percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah nyata dari komitmen itu diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan makanan tambahan bergizi kepada keluarga risiko stunting. Dilakukan serentak di masing-masing Kodam hingga Koramil.

Selain pemberian bantuan makanan, TNI juga menggalakan dan sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadi akseptor Keluarga Berencana (KB). KB diyakini menjadi salah satu program jitu dalam upaya pencegahan stunting sejak dari hulu. Sehingga tidak muncul ‘new stunting’.

Karenanya, TNI pun tak segan ikut membuka pelayanan KB di pusat-pusat fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit hingga pun poliklinik TNI. Pelayanan KB yang diberikan ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-KB dengan fasilitas kesehatan TNI-AD.

Dalam momentum Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2023, yang puncak peringatannya di Indonesia digelar pada 23 Oktober 2023 di Kota Cimahi, Jawa Barat, faskes TNI-AD ikut andil dalam pelayanan KB.

Salah satunya di faskes poliklinik kesehatan Bulukumba Kesehatan Daerah Militer XIV/Hasanuddin. Pelayanan KB ini dilakukan dalam Pekan Pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, diadakan dari 26 September 2023 hingga 4 Oktober 2023.

Pelayanan KB yang dilakukan di poliklinik Kesdam Bulukumba menjangkau 807 akseptor, yang di antaranya sebanyak 289 akseptor ber-KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Dari perolehan tersebut, pada momen peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2023, poliklinik Kesdam Bulukumba meraih penghargaan sebagai Juara Tiga Fasyankes TNI-AD dengan Pelayanan KB Terbanyak yaitu 807 akseptor.

Poliklinik ini juga meraih Juara Tiga Pelayanan KB Kategori Umum untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Sebanyak 289 akseptor telah mendapat pelayanan.

Penghargaan diserahkan masing-masing oleh Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), dan Kepala Pusat Kesehatan TNI-AD (Kapuskesad) Mayor Jenderal TNI Dr. dr. Sukirman, Sp. KKKK, M.Kes FINSDV, FAADV.

Dengan peran aktif TNI, yang merupakan salah satu mitra strategis BKKBN, diharapkan program percepatan penurunan stunting dan pelayanan KB mendulang sukses. Sehingga sumber daya manusia yang berkualitas dapat terwujud. Dan cita-cita generasi emas Indonesia 2045 tercapai. n

Penulis: IG Rukmana
Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Selasa, 24 Oktober 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.