SIARAN PERS BKKBN
Nomor : 1246/M.C/X/2023

Angka Pernikahan Anak Rendah, Kepala BKKBN Optimistis Stunting di Bengkulu Utara Turun

JAKARTA, BKKBN – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) mengatakan optimismenya bahwa stunting di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu akan turun karena jumlah pernikahan usia anaknya lebih rendah dari kabupaten/kota lainnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menerima audiensi Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian di ruang rapat Kepala BKKBN pada Jumat (20/10/2023).

“Terkait TFR (Total Fertility Rate), Bengkulu (Provinsi) sudah lumayan (baik). Bengkulu Utara sudah lumayan kalau dibanding Kaur, Seluma, Lebong, Bengkulu Selatan yang semuanya lebih tinggi. Jadi Bengkulu Utara sudah lumayan baik. Memang yang paling baik di Kota ya wajar, yang paling sedikit jumlah angkanya. Tapi saya kira Bengkulu Utara sudah cukup baik. Kemudian juga yang hamil muda, Bengkulu Utara juga sudah baik. Tapi kalau di Bengkulu Utara hanya 29 orang, itu jauh lebih rendah. Artinya kawin mudanya sebenarnya Bengkulu Utara tidak begitu masalah. Ini satu harapan optimisme bahwa stuntingnya juga akan turun tentunya,” kata Dokter Hasto.

Selain hal tersebut, kepada bupati Bengkulu Utara dan jajarannya, Hasto memberikan tips pengambilan sampel Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 agar penghitungannya tepat dan akurat.

“Jadi kawal betul nanti ibu kadis sama Pak Sekdis ngecek di mana saja. Terus sebelum angka itu diserahkan (kepada petugas enumerator SSGI), ibu cek dulu, bidan pertama dapat mengukur berapa, stunting tidak, jangan sampai itu dilepas begitu saja. Nanti ibu kadis sudah mendapatkan bocoran dulu sebelum angka itu dilepas. Itu bidan-bidan dikumpulkan, yang mengukur setelah itu ditanya kamu mengukur berapa hasilnya bagaimana, stunting tidak. Itu dikawal betul, angka itu dikawal. Itulah yang menjadi pedoman kita,” jelas Dokter Hasto.

Sementara itu Bupati Bengkulu Utara, Ir. H. Mian dalam audiens itu mengaku dirinya tegas memberikan arahan pada jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk menyelenggarakan program percepatan penurunan stunting yang langsung menyentuh ke masyarakat salah satunya yang berhasil di Bengkulu Utara adalah Rumah Pangan Lestari.

“Saya juga wanti-wanti terus kepada OPD sejalan apa arahan Pak Hasto ketika pertemuan-pertemuan dengan Pak Presiden. Jangan sampai posisinya penanganan stunting maupun keluarga berencana dan sebagainya hanya disibukkan oleh perjalanan dinas, tapi capaiannya tidak optimal. Kita langsung mengubah sistem agar menyentuh ke masyarakat. Baik dalam hal yang bantuan asupan maupun pembinaan kita kolaborasikan. Yang paling sangat bisa kita kembangkan dan terus kolaborasi antara KB dengan PKK dan dinas pertanian. Dengan rumah Pangan Lestari, alhamdulillah, di Bengkulu Utara menjadi ikon Rumah Pangan Lestari yang nampak posisinya bisa sedikit membantu program stunting,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Herma Hayani, mengatakan Bupati Bengkulu Utara juga berupaya merelokasi balai penyuluh KB yang sudah tidak layak dan hampir terkena abrasi.

“Kami mempunyai 19 balai penyuluh KB yang berada di 19 kecamatan, dan salah satu balai desa ini berada 20 meter dari pinggir pantai. Jadi kena abrasi, jadi kami akan mengalokasikan daerah tersebut dan sudah disiapkan lahannya oleh Pak Bupati,” ujar Herma.

BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menurut dia sepakat untuk terus berkolaborasi dan merancang program-program yang lebih efektif untuk mengurangi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di daerah Bengkulu Utara. Mereka juga menggarisbawahi upaya untuk menguatkan intervensi di tingkat individu, memantau data secara seksama, dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mencegah masalah kesehatan seperti stunting. n

Penulis: Rizky Fauzia
Editor: Kristianto

Tanggal Rilis: Jumat, 20 Oktober 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.