Siaran Pers BKKBN
Nomor : 1255/M.C/X/2023-AP

Agar Penggunaan Elsimil Meluas, Tim Pendamping Keluarga Diminta Menguatkan Perannya

PANGKALPINANG, BKKBN— Elsimil merupakan aplikasi yang diluncurkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2022. Bertujuan menekan angka stunting pada calon pengantin (catin), Pasangan Usia Subur (PUS), ibu hamil, ibu pasca persalinan hingga balita berusia di bawah Dldua tahun (baduta).

Elsimil merupakan singkatan dari Elektronik Siap Nikah dan Hamil yang dapat diunduh melalui playstore di perangkat seluler. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat skrining untuk mengetahui risiko stunting pada catin dan menghubungkan para catin dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di tiap desa.

Berdasarkan Rekap data Kota Pangkalpinang pada aplikasi Elsimil bulan Oktober 2023, terdapat 85 pasangan catin, 9 atau hanya 10% pasang catin yang mendapatkan hasil skrining ideal. Sedangkan 76 atau 89.41% pasang lainnya berisiko melahirkan anak stunting.

Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti perilaku merokok, anemia, indeks massa tubuh di bawah normal dan usia nikah yang belum ideal.

Melihat kondisi tersebut,Tim Pokja Ketahanan Remaja Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung bergerak untuk menindaklanjuti masalah ini. Bertempat di Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Gerunggang, Tim Pokja Ketahanan Remaja Perwakilan BKKBN Kepulauan Babel yang terdiri Yulius Beni Prawoto, S.Psi, dan Uci Wintami, SE dan Rika Octarina, S.Si melakukan edukasi mengenai implementasi aplikasi elsimil kepada 15 orang anggota TPK yang mewakili tujuh kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang.

Dra. Yulistina selaku Kabid KBKKK (Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga) Kota Pangkalpinang dalam sambutannya mengharapkan cakupan penggunaan elsimil di wilayah Kota Pangkalpinang dapat meluas sehingga semua sasaran, utamanya para catin, dapat terdata dalam elsimil.

Mewakili Ketua Pokja Remaja, Uci Wintami, SE dalam arahannya menyampaikan bahwa capaian input data elsimil di Kepulauan Bangka Belitung berada pada urutan tiga terbawah.

Terpantau, data jumlah catin yang menikah di Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan catin yang terdaftar dalam aplikasi elsimil tidak sama.

Ia menekankan agar TPK dapat lebih menguatkan perannya dalam mendata dan mendampingi para catin sehingga terdaftar dalam aplikasi elsimil. Tidak lagi terjadi gap yang terlalu besar antara data catin dari Kemenag dengan data catin yg terdaftar di elsimil.

Yulius Beni bertindak selaku pemateri pada kegiatan tersebut mengatakan Elsimil bisa diunduh secara mandiri oleh catin di playstore atau melalui aplikasi elsimil pada perangkat seluler TPK.

Ia menambhakan para TPK harus melakukan kunjungan ke catin untuk pengisian data Pada aplikasi elsimil di perangkat seluler TPK. Kunjungan dilakukan minimal dua kali. Kunjungan pertama dilakukan untuk mendaftarkan sasaran. Kunjungan kedua untuk melakukan pendampingan pada catin.

Jika pada kunjungan kedua ternyata catin telah menikah, maka kunjungan tersebut dilakukan untuk memverifikasi status pernikahan.

Auziya, Penyuluh KB Kecamatan Taman Sari yang telah mengikuti pelatihan elsimil di tingkat provinsi menjelaskan bahwa kader terkendala saat masuk ke aplikasi elsimil dikarenakan masalah jaringan dan lupa kata sandi. Tak jarang pula, aplikasi tidak bisa diakses atau server error. n

Penulis: Desi Masri
Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Selasa, 24 Oktober 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.