Siaran Pers BKKBN
Nomor : 1242/M.C/X/2023

Program 1-10-100, Bentuk Komitmen Pemkab Lamongan Tangani Stunting

LAMONGAN, BKKBN – Tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), sebesar 27,5 persen. Angka tersebut tergolong tinggi.

Untuk segera menurunkannya, bersama Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Lamongan, Perwakilan BKKBN Jawa Timur menggelar kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, di Ruang Pertemuan Gadjah Mada Kantor Pemkab Lamongan, Rabu (18/10/2023).

Acara ini strategis karena itu dihadiri 263 peserta. Mereka berasal dari keluarga baduta/balita, TP PKK, kader Bina Keluarga Balita (BKB), Penyuluh KB, kader COE poktan, dan Insan GenRe (Generasi Berencana).

Sekretaris Daerah, yang juga Ketua Bidang II TP PKK Kabupaten Lamongan, Hj. Puji Dariani M. Nalikan membuka secara resmi kegiatan yang juga dihadiri Ketua Tim Kerja Adminwas, Amanda Aprilia SN, S.IP yang mewakili Kepala BKKBN Jawa Timur. Turut hadir Kepala Dinas PPKB Kabupaten Lamongan, drg. Fida Nuraida, M.Kes.

Kegiatan ini digelar BKKBN bekerjasama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, dimana hadir sebagai pembicara dr. Taufiqurrahman, Sp.A. Ia menyampaikan wawasan tentang Optimalisasi Tumbuh Kembang di Masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Pembicara lainnya datang dari Universitas Ciputra Surabaya. Ersa Lanang Sanjaya, S.Psi, M.Psi, pembicara tersebut, memberikan pemahaman tentang bagaimana orangtua dapat menstimulasi kemampuan menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial yang perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini.

Sementara Amanda dalam penyampaian materinya menjelaskan pentingnya pemahaman dan praktek sederhana pengasuhan 1000 HPK. “Pemberian informasi dan edukasi dengan penerapan praktek sederhana tentang pengasuhan 1000 HPK (sejak saat kehamilan hingga anak berusia 2 tahun) menjadi kegiatan dalam menanamkan pentingnya nilai-nilai pengasuhan 1000 HPK melalui kegiatan internalisasi kepada ibu hamil, keluarga yang mempunyai baduta dan keluarga yang memiliki balita,” jelas Amanda.

Amanda juga membeberkan tentang sasaran proyek prioritas nasional (PRO PN) promosi dan KIE pengasuhan 1000 HPK tingkat Provinsi Jawa Timur. Katanya, tahun ini mencakup 38 kabupaten/kota dengan jumlah sasaran 1.474.500 keluarga ibu hamil, keluarga yang memiliki baduta, dan keluarga yang memiliki balita.

“Kami berharap dengan teredukasinya para orang tua dengan baik tentang pentingnya pengasuhan yang tepat pada masa 1000 HPK, kelak dapat mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing dengan masyarakat global,” tukas Amanda menutup paparannya.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Puji Dariani, dalam sambutannya menyampaikan keseriusan pemerintahnya dalam program percepatan penurunan stunting.

Menurut Puji, TP PKK Kabupaten Lamongan memiliki gagasan program 1-10-100 untuk orang tua asuh, yaitu 1 paket makan siang untuk 10 balita stunting selama 100 hari. Sistemnya, anak-anak akan diberikan makanan 1 hari 1 kali makan siang, sesuai menu yang telah dikonsultasikan dengan ahli gizi di puskesmas, dan diawasi TPK (Tim Pendamping Keluarga). Pengawasan dilakukan untuk memastikan apakah makanan itu sudah diterima dan balita mau atau tidak memakannya.

“Hingga saat ini sudah ada 631 balita asuh yang menerima manfaatnya. Saya harap melalui salah satunya program 1-10-100 tersebut juga kegiatan hari ini, bisa menjadi upaya efektif dalam menurunkan angka stunting di Lamongan,” ungkap Puji.

Tak Kunjung Berubah

Dikutip dari rilis Pemkab Lamongan, September 2023 lalu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, dalam kegiatan paparan strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan mengungkapkan alasan dilaksanakannya program 1-10-100 ini.

“Sebenarnya ragam bantuan sudah kita berikan untuk kasus stunting, namun tak kunjung mengalami perubahan. Setelah kita screening ternyata penyampaiannya kurang tepat sasaran. Maka dari itu yang mulanya bantuan kita salurkan berupa sembako akan kita alihkan berupa makanan sehat sesuai gizi yang ditakar oleh ahli gizi masing-masing puskesmas,” terangnya.

Ia menambahkan, peran orang tua asuh tidak hanya menyediakan dana untuk penanganan stunting, melainkan juga turut terjun langsung dalam hal monitoring selama 3 bulan berlangsungnya program 1-10-200.

“Hingga kini tercatat ada kurang lebih 100 orang tua asuh. Semoga kedepannya akan terus bertambah agar mampu dengan cepat menuju zero stunting,” ujarnya.

Stunting merupakan masalah kronis karena dampaknya sangat panjang bahkan sampai lansia. “Maka dari itu kita harus berantas dengan maksimal,” ujar Anis. n

Penulis: Miftakhul Ilmi, S.Psi
Editor: Maulita Oktaviani, S.I.Kom, MDS/Santjojo Rahardjo
Foto: Miftakhul Ilmi, S.Psi, Dinkominfo Lamongan dan Spesial

Tanggal Rilis: Kamis, 19 Oktober 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.