SIARAN PERS BKKBN

Nomor : 1143/M.C/IX/2023-AP

Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia di Tengah Percepatan Penurunan Stunting

BKKBN — Keluarga yang mewujudkan kesehatan reproduksi dan menjalankan dengan konkrit penggunaan alat kontrasepsi, maka kualitas hidup keluarga tersebut  secara umum akan terjaga sehingga terbebas sebagai keluarga berisiko stunting. 

Maka, boleh dibilang bahwa keluarga adalah corong utama  pencegahan stunting. Sedari awal telah disadari  bahwa alat atau obat kontrasepsi memang berkontribusi terhadap pencegahan stunting. 

Mengingat pentingnya   kontrasepsi dalam perencanaan keluarga, pada  26 September 2007 dicanangkan untuk kali pertama peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia. 

Peringatan ini sebagai langkah konkrit dalam mengkampanyekan penggunaan alat kontrasepsi  serta meningkatkan kesadaran akan kontrasepsi kepada masyarakat.

Di Indonesia, khususnya di  Kalimantan Tengah, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia dijalankan sebagai momentum meningkatkan komitmen  dan dukungan stakeholder, provider medis, mitra kerja dan masyarakat untuk percepatan pencapaian program pembangunan keluarga, kependudukan dan Keluarga Berencana serta Percepatan Penurunan Stunting.  

Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2023 mengusung Tema ‘your life, your choice’ yang artinya bahwa Hidup menghadirkan banyak pilihan. Pilihan yang kita buat menentukan masa depan kita.

Perencanaan keluarga adalah poin penting yang harus dipersiapkan setelah menikah.  Dengan perencanaan keluarga yang matang, pasangan bisa mengembangkan diri dan karier. Kemampuan untuk merencanakan kehamilan termasuk memilih kontrasepsi juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan mental dan kebahagiaan bagi perempuan.

Di sisi lain, kasih sayang dan kebutuhan finansial untuk anak bisa dimaksimalkan. Selain itu melalui perencanaan Keluarga, menggunakan kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan dapat mencegah kasus anak stunting. Dengan adanya jarak kehamilan dapat memberikan kesempatan pola asuh berjalan secara  maksimal pada anak.

Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data New Siga sampai Agustus 2023, ‘unmet need’ masih berada pada angka 9,56%, peserta KB aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 58,18%, peserta KB aktif  76,05 % dan peserta KB baru pasca persalinan sebesar 15,25%.

Melalui Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Kalimantan Tengah akan melaksanakan Pelayan KB Serentak pada 26 September s/d 4 Oktober 2023 di seluruh fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kalimantan Tengah. Targetnya  21.034 akseptor.

Fokus ke sisi program yang lain, saat ini BKKBN Kalimantan Tengah  masih ekstra kerja keras mengingat  tingginya angka stunting yang  sebesar 26,9%. “Tentunya stunting menjadi fokus utama,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah, Jeanny Yola Winokan.

Sejalan  tema nasional dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, yaitu ‘Kolaborasi KB Nusantara dalam Percepatan Penurunan Stunting’, BKKBN  Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mengimplementasikan tema tersebut. 

Kolaborasi dibangun dengan TNI/Polri, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, PD IBI Provinsi Kalimantan Tengah, POGI Cabang Kalimantan Tengah, DPC IPeKB Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten di 14 kabupaten /kota.

Harapannya, melalui momentum Hari Kontrasepsi Sedunia, angka Unmet Need  turun dan mendongkrak kesertaan KB yang tentunya akan menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah. n

Penulis: Susi

Editor: Santjojo Rahardjo

Rilis : Minggu, 24 September 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.