BENGKULU, BKKBN – Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) merupakan lembaga pendidikan non formal di lingkungan sekolah yang hadir untuk menumbuhkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja. Wadah ini menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas generasi muda.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 8 Kota Bengkulu, Sahmid, saat menerima kunjungan kerja Pelaksana tugas Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu, M. Iqbal Apriansyah, bersama anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Elva Hartati di Bengkulu, pada penghujung pekan kedua September 2023.

PIK-R sebuah program yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan kependudukan dengan penyiapan remaja yang berkualitas sebagai generasi penerus pembangunan. Karena di dalam program tersebut memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menjadi generasi berkualitas.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 8 Kota Bengkulu, Sahmid, dalam sambutannya saat menerima kunjungan kerja Pelaksana tugas Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu, M. Iqbal Apriansyah, bersama anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati, di Bengkulu, pada penghujung pekan kedua September 2023.

Kunjungan kerja Kepala BKKBN tersebut dalam rangka penguatan program pembangunan keluarga bersama mitra kerja DPR RI terhadap pengurus lembaga pendidikan non formal, yaitu Pusat Informasi Konseling (PIK-R) SMAN 8 Kota Bengkulu, Jumat (15/9/2023).

Sahmid menyampaikan, SMAN 8 salah satu sekolah negeri di Kota Bengkulu yang telah berdiri sejak tahun 1998 dan saat ini memiliki 850 siswa dari 26 lokal. PIK-R SMAN 8 telah dikembangkan sejak 2000 dengan anggota mencapai 20 orang dan didukung Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Sahmid menghimbau pengurus dan anggota PIK-R agar dapat mengembangkan pengetahuan dan menyampaikan kepada rekan sebaya yang ada di lingkup sekolah tersebut agar fungsi konselor sebaya dapat berjalan dan berfungsi.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu mengatakan bahwa penguatan program pembangunan keluarga melalui PIK-R merupakan sebuah upaya bersama untuk menciptakan remaja berkualitas di Kota Bengkulu. Karena remaja merupakan generasi pewaris pembangunan berkelanjutan.

Keberadaan PIK-R menjadi pelopor pencegahan nikah usia anak, penyalahgunaan NAPZA dan seks luar nikah. Dan bahkan PIK-R mampu hadir sebagai wujud kolaborasi konvergensi pencegahan stunting.

Anggota Komisi IX DPR RI, Elva Hartati, menyampaikan bahwa PIK-R bertujuan memberikan informasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), Pendewasaan Usia Perkawinan, Keterampilan Hidup (Life Skills), dan pelayanan konseling. Serta pentingnya remaja terhindar dari TRIAD KRR yaitu remaja terbebas dari pernikahan usia anak, seks bebas dan penggunaan napza.

“Pentingnya pendewasaan usia perkawinan yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki–laki. Dan pentingnya remaja dalam mengikuti alur 5 transisi kehidupan yaitu mempraktekkan hidup sehat, melanjutkan sekolah, mencari perkerjaan, menjadi anggota masyarakat, dan memulai hidup berkeluarga,” kata Elva. n

Penulis : Penardi, Sos
Rilis : 15 September 2023
Editor: Santjojo Rahardjo
Tanggal Rilis : Jumat/15/09/2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.