Siaran Pers BKKBN

Nomor : 1085/M.C/IX/2023

Peran Nyata Kampung KB Menurunkan Stunting

SEMARANG, BKKBN — Kampung KB (Keluarga Berkualitas) turut ambil peran dalam percepatan penurunan stunting di masyarakat. Bagaimana tidak, dengan adanya Kampung KB  kesadaran masyarakat untuk hidup lebih baik, lebih terorganisir dan terukur semakin menguat.

Ririn Susrini, salah satu Kader PKK di Kabupaten Purworejo ketika berdialog tentang  Kampung KB terhadap Percepatan Penurunan Stunting,  dengan tegas mengatakan  keberadaannya berdampak positif.  

Ia menjelaskan dampak positif itu terlihat   dengan adanya kegiatan–kegiatan yang lebih terorganisir dengan baik. “Bagaimana Kampung KB bisa berperan aktif menurunkan stunting, bermula dari kegiatan yang terorganisir baik di  Kampung KB. Kemudian berdampak pada perubahan pola prilaku masyarakat ke arah yang positif. Baik itu dalam hal pembinaan keluarga balita, ataupun pengawalan remaja dan calon pengantin,” papar Ririn.

Ia menceritakan bagaimana kini aktivitas warga  desa menjadi lebih produktif dan aktif ketimbang sebelumnya. “Aktivitas di Kampung KB Desa Bugel sudah berjalan meliputi berbagai kegiatan seperti PKK, Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), bank sampah, kerja bakti, pengajian rutin, sekolah lansia, kelompok tani yang dilaksanakan sebulan sekali,” ungkap Ririn.

Berdasar penuturan Kader PKK tersebut, adanya Kampung KB juga  berdampak pada sektor ekonomi dan sosial.  “Di desa kami kegiatan untuk mendukung kesejahteraan keluarga mulai bertambah, meningkat. Misal, kerja bakti rutin  yang tidak hanya sekedar membersihkan lingkungan, tetapi ada kegiatan  menanam tanaman yang  bermanfaat  di setiap pekarangan rumah warga,” kata Ririn.

“Dampak ekonominya dengan menanam tanaman tadi, ketika panen kita bisa mengambil hasil dan bisa u mencukupi tambahan kebutuhan keluarga,” cerita Ririn di sela kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kampung KB, Kabupaten Purworejo,  Senin (11/09/2023).

BKKBN melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kampung KB, terus berupaya meningkatkan  kapasitas pengelolaan Kampung KB terkait  Percepatan Penurunan Stunting. Termasuk juga meningkatkan capaian pembentukan Kampung KB  dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Tentang stunting, Kabupaten Purworejo, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensinya masih berada di atas rata-rata Jawa  Tengah. Dengan  prevalensi stunting berada di 21,3 persen, kerja bareng harus dimaksimalkan, sehingga target 14 persen di tahun 2024 betul – betul terealisasi.

Lain di Purworejo, lain di Kota Semarang.  Di kota ini   Kampung KB “disulap” menjadi  ekowisata baru. Kampung KB Kokolaka, tepatnya di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berhasil memaksimalkan potensi wilayahnya dengan menjadi Kampung Tematik. 

Di wilayah RW 01 dikembangkan usaha kolang kaling. Di RW 02 berupa kuliner olahan cabe rawit, RW 3 dengan jahe merahnya, dan RW 4 dengan produksi jambu kristal sebagai produk andalannya.

Kegiatan yang berbasis keluarga juga rutin diadakan, baik itu Posyandu balita, BKR, Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). 

Dari beragam kegiatan itu,  kegiatan BKB mendominasi. Pasalnya,  sebesar 84,2% atau sejumlah 128 keluarga dari 152 keluarga memiliki balita.

Pola pengasuhan menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting. Di saat semua terfokus untuk membenahi gizi yang masuk di 1000 hari pertama kehidupan beserta langkah preventif lainnya, pola pengasuhan yang salah juga termasuk yang sangat mengambil peran akan terjadinya stunting. 

Adanya posyandu, Bina Keluarga dan sederet kegiatan di Kampung KB dapat memberikan bantuan dalam upaya pencegahan. Juga penanggulangan stunting di masyarakat.

Dalam hal air dan sanitasi, Kampung KB Kokolaka mengaturnya dengan adanya selokan jenis terbuka dan tertutup di sisi jalan Kampung KB Kokolaka. Kampung ini juga memiliki sumber pasokan air yang berasal dari Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Dan seluruh Masyarakat di Kampung KB Kokolaka mendapatkan akses air bersih dari Pamsimas  yang  dikelola Kelurahan.

Kehadiran Kampung KB diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, serta pembangunan sektor lain dalam mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Penulis: Dadang

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Rabu,  13/09/2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.