Siaran Pers BKKBN

Nomor : 1080/M.C/IX/2023

Kolaborasi Cegah Stunting Melalui Bangga Kencana Trabas

PASANGKAYU, BKKBN – Dalam  meningkatkan capaian pelayanan dan kesertaan ber-KB di wilayah perbatasan, Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat dan Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah mengadakan pelayanan KB di Desa Sarude, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu,  Senin (11/09). 

Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, dan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton. Hadir pula  Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Zain Mahmoed,  didampingi  Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Pasangkayu, Suri Fitriah. 

Kegiatan ini juga dihadiri Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pasangkayu, Polri, TNI, tokoh agama, Tim Penggerak PKK, Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Sarjo dan PIK Remaja SMA Negeri 1 Sarjo.

Selain pelayanan KB, pelaksanaan kegiatan Bangga Kencana Trabas (Terpencil dan Lintas Batas) Sulbar-Sulteng ini diisi pula dengan Kelas Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan bagi kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), pemberian bantuan Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG) bagi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Sejahtera Desa Letawa, Kecamatan Sarjo dan Salting (Sapa Keluarga Stunting) di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu yang diinisasi Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kabupaten Pasangkayu.

Kegiatan ini menurut Rezky Murwanto diadakan berdasarkan arahan  Presiden RI, Joko Widodo untuk melaksanakan peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dan perbatasan.  

Rezky mengatakan pemilihan akronim ‘Trabas’ pada kegiatan ini untuk menarik perhatian pengguna media sosial.  Sehingga pelayanan KB di perbatasan dapat digaungkan lebih kuat lagi di media sosial.

“Selain petugas lini lapangan, kita juga mengundang remaja pada kegiatan ini agar mereka  dapat menjadi ‘agent of change’ untuk membantu remaja seusianya agar tidak melakukan pernikahan dini dan menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS) di Sulbar sehingga dapat menciptakan SDM yang unggul di tahun 2045,” kata Rezky Murwanto.

Selain menjalankan arahan Presiden RI, Tenny C. Soriton menekankan kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan saling bertukar pengalaman. Dan berharap kegiatan kolaborasi dapat berlanjut mengingat permasalahan yang terjadi di Sulbar dan Sulteng tidak jauh berbeda.

“Kami berharap masyarakat yang mengikuti program KB dapat terlayani dengan baik dan memiliki keluarga yang berkualitas. BKKBN tidak melarang untuk melahirkan, yang kami harapkan adalah kelahiran yang berkualitas. Karena yang kita jaga bukan kuantitas (jumlah) penduduk tetapi kualitasnya,” ungkap Tenny.

Muhammad Zain Mahmoed  menyampaikan arahan Bupati Pasangkayu, dengan mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini dilaksanakan karena komitmen bersama untuk menciptakan keluarga berkualitas. Pemerintah Kabupaten Pasangkayu mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh BKKBN melalui penyuluh KB dan TPK dalam penanganan stunting di Kabupaten Pasangkayu.

Penulis : Ario Suhendra

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Selasa,  12/09/2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.