Pendidikan Kependudukan, Upaya Bangka Tengah Turunkan Stunting 

 

PANGKALPINANG, BKKBN — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berusaha melakukan upaya Percepatan Penurunan Stunting dengan melakukan aksi kovergensi lintas sektor melalui kegiatan pendidikan kependudukan bagi masyarakat. 

Pendidikan Kependudukan merupakan upaya terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kondisi kependudukan yang dihadapi.

Stunting dan Pendidikan Kependudukan miliki keterkaitan. Contohnya kurang gizi, kemiskinan, pola asuh, pendidikan, pernikahan anak, sanitasi.  Beberapa faktor penyebab stunting ini termasuk pula ke dalam kondisi kependudukan. 

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Tengah 21,2 persen berada di bawah prevalensi stunting nasional 21,6 persen.  

Komitmen Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah itu dilandasi  terbitnya Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2022 terkait regulasi percepatan penurunan stunting, dukungan anggaran.

Termasuk juga pemberian makanan bergizi untuk anak stunting  serta pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim ini tersebar di 63 desa/kelurahan.  Jumlahnya  143 tim, dengan 429 personil. 

Berangkat dari kondisi itu, 

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka Tengah  menyelenggarakan kegiatan Advokasi, Sosialisasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Jalur Non Formal dan Informal, di Ruang Aula Diklat BKPSDM Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (5/9/2023). 

Kegiatan ini esoknya dirangkai dengan kegiatan Advokasi, Sosialisasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Jalur formal bagi satuan pendidikan jenjang SD/MI dan SLTP/MTS.

Dilaksanakan Rabu (6/9/2023), kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seluruh kepala dinas dan  Camat di Kabupaten Bangka Tengah, PKB/PLKB, organisasi wanita, organisasi profesi dan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah serta Forum GenRe (Generasi Berencana) dan Forum Anak  Kabupaten Bangka Tengah. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sugianto, dalam sambutannya mengatakan pentingnya penguatan percepatan penurunan stunting melalui intervensi hulu ke hilir. 

Dia berharap seluruh peserta mengimplementasikan pendidikan kependudukan di masyarakat melalui jalur formal, non formal ataupun informal, menciptakan masyarakat berwawasan kependudukan dan meningkatkan kesadaran  masyarakat akan bahaya stunting. 

“Stunting tercegah tentu akan berdampak positif pada menurunnya  angka stunting di Kabupaten Bangka Tengah,” ujar Sekda Sugianto.  

Kegiatan ini berlangsung lancar dan diisi diskusi interaktif, digelar sebagai implementasi dari kerjasama pendidikan jalur non formal yang menyasar para pemangku kebijakan, dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli Kependudukan serta Pramuka Peduli Kependudukan.

Kerjasama ini mencakup juga  jalur informal yang menyasar kelompok masyarakat, di antaranya warga Kampung KB, Karang Taruna, Bhayangkari dan organisasi masyarakat lainnya. n

 

Penulis: Feriani Padriah

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : Rabu, 06/09/2023

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.