SEMARANG, BKKBN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga  (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Kick Off Gerakan Ayo Ikut Ke BKB/Posyandu  Melalui Kelas Pengasuhan Untuk Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Desa Di Kelompok BKB, Kamis (10/08/2023) di Perkemahan Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang.

“Seperti salam BKB (Bina Keluarga Balita), kalau orangtua cerdas anak sehat akan mewujudkan keluarga yang bahagia. Ingat, keluarga adalah institusi kecil dari suatu negara,” ujar Wakil Ketua 2 TP PKK Jateng Hj. Arida Noor Setyo Budi sebelum membuka kegiatan tersebut.

Berlangsung secara hybrid, kegiatan diikuti oleh PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader BKB, Kader Posyandu, Anggota Kelompok BKB dan Posyandu, serta Keluarga dengan anak usia 0 – 6 tahun. 

Kegiatan ini juga dihadiri  Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)  Provinsi Jawa Tengah, Dra. Retno Sudewi, APT, M.Si., MM., dan Camat Gunungpati Agus Widodo, S.Sos.

Mewakili Atikoh Ganjar Pranowo, Wakil Ketua 2 TP PKK Jawa Tengah menjelaskan fondasi pembangunan keluarga menjadi fondasi pembangunan negara, dan BKKBN mengawal hal tersebut melalui kegiatan “Ayo ke BKB dan Posyandu”. Karena menurutnya balita harus dijaga hak-hak nya.

“BKB terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD. Maka, mari ajak keluarga sasaran untuk ke BKB dan posyandu masing-masing,” ajak Arida Noor.

Selain arahan TP PKK,  sebelumnya berlangsung kunjungan ke lokasi-lokasi Poktan (Kelompok Tani) di Kelurahan tersebut. Diantaranya ke Kambera (Kampung Cabe Rawit), dan Wisata Edukasi GFF. Pemilihan lokasi kegiatan di Kelurahan Jatirejo karena kelurahan ini berhasil menyabet juara 1 lomba Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow Edukasi di mana dr. Setya Puspa Dewi Aprilyani menjadi narasumber dengan materi bahasan tentang “Pentingnya BKB dan Posyandu Guna Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak”.

dr. Setya Puspa Dewi Aprilyani menekankan pentingnya buku KIA sebagai alat untuk pemantauan tumbuh kembang anak. Karena melalui buku tersebut proses screening pertumbuhan dan perkembangan anak bisa diawasi. Ia juga mengajak para orang tua untuk membuat pola perilaku baik kepada anak, karena akan sangat mudah bagi anak meniru dari pola-pola perilaku tersebut.

“Kita adalah contoh pertama bagi anak, dan anak adalah peniru. Jadi ingin anak seperti apa ya kitanya harus seperti itu dulu. Anak ingin rajin sholat, ya kita nya harus rajin juga. Karena anak itu peniru yang luar biasa,” 

“Lima tahun pertama adalah 5 tahun awal menuju terbentuknya karakter anak. Ketika diberi mainan edukasi, tolong ditemani ya ibu-ibu, karena kalau tidak ditemani itu sama saja tidak ada hasilnya. Jadi jangan biarkan anak main sendirian,” ungkap dr. Setya.

Di akhir acara ia juga berpesan perihal apa yang terjadi dengan kondisi stunting, baik dalam hal pencegahan maupun penanganan, ia mengajak menuntaskan stunting itu adalah keharusan.

“Saya nitip ke ibu-ibu semua, karena ibu-ibu ini garda terdepan. Jangan sampai stunting ini ada lagi. Jadi, ayo semangat memanfaatkan buku KIA dengan baik, sebagai screening pencegahan stunting. Karena dengan SDM berkualitas, pembangunan bangsa akan mudah terwujud,” pungkas dr. Setya. n

Penulis: Dadang 

Editor: Santjojo Rahardjo 

Tanggal Rilis: Jumat, 11/08/2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.