JAKARTA, BKKBN – Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga berencana Nasional (BKKBN), Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si 

mengatakan salah satu aspek yang penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di mana pembangunan berwawasan kependudukan menempatkan penduduk tidak hanya sebagai objek  namun juga subjek pembangunan atau  dikenal dengan  People Center Development”.

Hal itu dikatakan Tavip Agus Rayanto saat membuka Kegiatan Webinar Hasil Penghitungan  Indikator Kinerja  Utama  (IKU) BKKBN Tahun 2022 yang diselenggarakan secara hybrid dan live streaming melalui Youtube Channel @BKKBN Official, Senin (14/08/2023).

Sebagai objek pembangunan, berarti penduduk  perlu dikendalikan jumlahnya.  Dan sebagai subjek pembangunan, berarti penduduk  perlu ditingkatkan kualitasnya. “Penduduk sebagai pusat pembangunan merupakan manifestasi dari pembangunan berbasis rakyat yaitu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” ujar Tavip.

Visi dari pembangunan berbasis  penduduk adalah mewujudkan kondisi penduduk tumbuh seimbang yang akan mewujudkan kesejahteraan rakyat bagi segenap masyarakat Indonesia. 

Lebih lanjut Tavip mengatakan bahwa secara global Total Fertility Rate (TFR) 2,1 dianggap sebagai replacement atau level di mana sebuah generasi akan menggantikan generasi sebelumnya. Sehingga tidak terjadi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. 

Perhitungan ini dilakukan dengan asumsi tingkat kematian yang rendah, angka harapan hidup di atas 70 tahun dan migrasi diabaikan. Tetapi hasil penelitian di tingkat global menunjukkan angka replacement fertility pada periode 1995 sampai tahun 2000 sangat bervariasi antar negara, mulai dari 2,09 di negara maju sampai dengan 3,43 di negara berkembang Benua Afrika.

Terkait dengan kegiatan yang sedang berlangsung, Tavip mengemukakan bahwa BKKBN selama ini terus berusaha sekuat tenaga memberikan kinerja terbaik kepada masyarakat, khususnya terkait program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Dan hasilnya dihitung melalui pengukuran indikator kinerja utama setiap tahun. 

Ada sembilan indikator kinerja utama BKKBN, termasuk diantaranya TFR dan Angka Kelahiran Remaja (Age Specific Fertility Rate – ASFR) umur 15-19 tahun serta Indeks Pembangunan Keluarga atau IBANGGA tahun 2022.  

Capaian IKU dihitung dengan menggunakan sumber data dari Pendataan Keluarga atau PK 2021 yang dilaksanakan tahun 2022.  Sementara tahun 2023   BKKBN sedang melakukan pemutakhiran Pendataan klKeluarga di mana kegiatan pengumpulan data sudah selesai dilaksanakan di akhir Juli ini. 

Pendataan Keluarga adalah pendataan lengkap keluarga Indonesia yang dilakukan setiap lima tahun sekali. Pendataan Keluarga tahun 2021 berhasil mengumpulkan data dan informasi terkait  program Bangga Kencana dari 67.457.760 keluarga.  Pengukuran dan penghitungan hasil kinerja utama program Bangga Bencana dilakukan untuk tingkat nasional maupun provinsi.

Salah satu yang dapat disampaikan dari hasil capaian indikator kinerja utama BKKBN tahun 2022 adalah TFR  tercapai pada angka 2,14 dari target 2,21 atau tercapai 103,3% dihitung berdasarkan IKU BKKBN tahun 2022. 

Capaian tersebut menunjukan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah selama ini, khususnya terkait pengendalian jumlah penduduk secara nasional, berada pada kondisi on the track menuju target ideal 2,1 anak per wanita. BKKBN optimis target ini dapat dicapai tahun 2024.

Pada kesempatan yang sama hadir juga Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN, Prof. drh. M.Rizal M Damanik, MRep.Sc, PhD  sebagai narasumber. 

Rizal Damanik mengatakan, “Metode penghitungan di 2022    merujuk pada buku Metadata IKU 2021. Adapun data-data yang kita gunakan adalah Pendataan Keluarga pemutakhiran yang terdiri dari data keluarga, data wanita pernah kawin, dan data penduduk”.

Rizal Damanik juga mengatakan, bahwa   sumber data lain yang digunakan adalah data TFR dan ASFR umur 15-19 tahun sebagai pembanding dan data Susenas 2022 sebagai pendukung. “Kita juga konsultasi dengan berbagai pihak, baik dengan pimpinan di pihak internal maupun dari pihak eksternal,”  tambah Rizal. 

Penulis: Tri Wulandari Henny Astuti

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis: Senin, 14/08/2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.