SERANG, BKKBN—Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menggelar kolaborasi pencegahan stunting di Sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (08/08/2023).

Kolaborasi melibatkan Universitas Indonesia (UI) dengan didukung Yayasan Baitul Maal PLN itu, melakukan aksi pencegahan stunting melalui kegiatan pemberian edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, makanan bergizi dan sanitasi bagi keluarga berisiko  stunting di Kecamatan Kasemen.

Acara dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Drs. H. Nafis, MM., Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Banten Ricky Febriyanto, Ketua Tim Pengmas UI Dr. Hayati Sari Hasibuan, ST., MT, Kasie KB DP3AKB Kota Serang, Lukman, S.Kep., dan Camat Kasemen Drs. Kristiyanto. 

Menurut Plh Kepala Perwakilan BKKBN Banten Nafis, pemilihan Kecamatan Kasemen sebagai lokus kegiatan sudah sangat tepat, karena berdasarkan hasil Pemutakhiran Data Keluarga tahun 2022, sebanyak 124 keluarga di Kecamatan Kasemen yang masih memanfaatkan sumur tidak terlindungi, 35 keluarga masih menggunakan air sungai sebagai sumber air minum, 82 keluarga menggunakan air hujan dan 1,417 keluarga yang tidak memiliki jamban. 

“Sedangkan salah satu penyebab terjadinya risiko stunting adalah tidak terpenuhinya akses sumber air bersih bagi keluarga, makanya Masyarakat Kecamatan stunting rentan berisiko stunting, kata Nafis.

Nafis mengatakan, alasan kuat lainnya adalah berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 angka prevalensi stunting Kota Serang mengalami kenaikan dibanding tahun 2021, yang semula 23,4% menjadi 23,8%. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan Masyarakat kecamatan kasemen mengenai Pola Hidup Bersih Sehat sehingga terjadi penurunan stunting yang signifikan. 

Lebih lanjut Nafis mengutarakan bahwa berdasarkan amanat Perpres nomor 72 tahun 2021 BKKBN telah ditunjuk selaku koordinator tim Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia maka secara otomatis akan ikut terlibat dan mendukung penuh kegiatan atau aktivitas apapun yang sifatnya upaya pencegahan dan penurunan stunting. 

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial saja namun perlu ada tindak lanjut yang nyata di tingkat lapangan sehingga manfaatnya benar-benar terasa langsung oleh masyarakat.

Ketua Tim UI Hayati Sari Hasibuan menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari kewajiban dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat  dalam pengabdian tersebut pihaknya menekankan segi promosi kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.  

Disebutkan Hayati Hasibuan, kegiatan ini akan difokuskan pada tiga tema besar yakni Pemenuhan air minum, makanan bergizi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 

“Dari tim kami, sebanyak 12 orang diterjunkan, terdiri dari Ketua Program Studi S2 Ilmu Lingkungan sekaligus sebagai Ketua Tim Pengmas di provinsi Banten, satu orang Dosen, Sembilan mahasiswa S2 dan satu Mahasiswa S1,” kata Hayati Hasibuan.

Lebih lanjut Hayati menjelaskan sebelumnya masyarakat akan diberi penyuluhan, tujuannya untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat yang akan dijadikan bahan kajian pihak UI untuk menentukan jenis intervensi yang akan dilakukan kedepannya. Selanjutnya katanya akan dilakukan pemantauan selama 6 bulan. 

Dikatakan Hayati, kegiatan ini juga nantinya akan melibatkan CSR dari PT. PLN Persero yang direncanakan akan memberikan bantuan bantuan berupa fisik baik itu mengenai sumber air bersih, pangan bergizi dan sanitasinya.

“Mahasiswa kami ada yang berasal dari PLN yang juga diamanahi bagian CSR nya, tentunya saja hal tersebut sangat membantu kami dilapangan. Semakin banyak yang terlibat dalam program ini semakin baik,” ujar dia.

Sementara itu Kristiyanto selaku Camat Kasemen mengaku senang dengan adanya program aksi kolaborasi bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat kecamatan kasemen terhadap pola hidup bersih dan sehat, penggunaan sanitasi yang sehat serta pengasuhan anak di 1000 HPK. 

“Semoga dengan adanya kegiatan ini terutama adanya dana CSR kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak di Kecamatan Kasemen dapat meningkat melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi yang intensif terhadap masyarakat mengenai pola perilaku hidup bersih dan sehat. Karena menurutnya apabila pola pikir masyarakat tidak diarahkan maka berbagai jenis bantuan fisik tidak akan banyak memberikan manfaat,” ungkapannya. n

Penulis: Chathiyana Fafilaya

Editor: Kristianto

Hari, Tanggal Rilis: Rabu, 09 Agustus 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.