SEMARANG, BKKBN – Kamis malam (5/8), Kepala BKKBN, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional Ke – 30 Tingkat Kota Semarang yang digelar di Hotel Grand Candi Semarang. 

Tidak hanya sekedar berpartisipasi dan meramaikan gelaran tersebut, kedatangan Hasto juga bertujuan  memberikan penghargaan Dharma Karya Kencana (DKK) kepada Ketua Dewan Pakar PC Muslimat NU Kota Semarang yang juga saat ini menjabat Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos.

“Penghargaan ini untuk Bu Wali yang sekaligus tokoh Muslimat NU karena gerakan percepatan penurunan stuntingnya. Jadi Kota Semarang ini, dari sebelumnya dua puluh satu persen (prevalensi stuntingnya), hari ini menjadi sebelas persen. Ini luar biasa, penurunannya besar sekali,” ujar dr. Hasto. 

Dr. Hasto juga mengungkapkan bahwa  penurunan prevalensi stunting di Kota Semarang  begitu signifikan. Ini bisa terjadi  karena peran walikota yang begitu fokus dan concern terhadap isu tersebut,  yang kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan inovasi yang bersifat pentahelix. Artinya, melibatkan seluruh sektor yang ada.

“Bu wali itu greteh, mohon maaf bu wali, greteh itu ceriwis,” tutur dr. Hasto yang disambut gelak tawa seluruh hadirin. 

Ceriwis yang ia maksudkan adalah bentuk upaya pengawasan dan pengawalan yang dilakukan oleh walikota pada setiap kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting di Kota Semarang.  Bahkan tak segan walikota  turun langsung ke lapangan. 

Pada sambutan itu pula, dr. Hasto menitipkan pesan kepada walikota dan seluruh stakeholder di Kota Semarang untuk benar–benar memperhatikan ketahanan dan kualitas keluarga yang ada di Kota Semarang. 

“Nyuwun sewu bapak ibu semua, angka perceraian di Indonesia cukup tinggi.  Dalam setahun  ada lima ratus delapan puluh satu ribu,” ungkap dr. Hasto. 

Menurut dr. Hasto, kejadian perceraian tersebut mengakibatkan lahirnya para single parent, baik duda maupun janda. Lebih khusus lagi single parent perempuan yang menjadi salah satu penyebab lahirnya kemiskinan ekstrim. 

Ia juga mengutarakan bahwa salah satu penyebab terjadinya perceraian adalah konflik–konflik kecil di keluarga namun berkepanjangan. Ini akibat rasa egoisme yang tinggi pada masing – masing pasangan. 

Karenanya,  lanjut dr. Hasto, jiwa tenggang rasa menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap pasangan. “Jadi, orang mau nikah itu sebaiknya benar – benar harus disiapkan. Disiapkan semuanya,” tutur dr. Hasto. 

Program Generasi Berencana (GenRe) yang BKKBN galakkan dengan slogan “Tidak Menikah Dini, Tidak Narkoba dan Tidak Seks Bebas”, menurutnya, adalah salah satu cara pemerintah  memperkuat ketahanan keluarga dari hulu. Dilakukan melalui upaya perencanaan kehidupan berkeluarga bagi para remaja. 

Ia juga menjelaskan bahwa remaja menjadi kunci sukses suatu bangsa jika benar–benar diperhatikan dan dipersiapkan segala aspeknya. Terlebih lagi saat ini Indonesia sedang memasuki kondisi “bonus demografi”. Bonus demografi adalah  kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding penduduk  tidak produktif. Maka,  penyiapan remaja menjadi hal krusial dalam mewujudkan generasi emas dan Indonesia Emas tahun 2045 sebagaimana arahan presiden. 

Mbak Ita, sapaan Walikota Semarang, usai menerima penghargaan tersebut mengucapkan terima kasih kepada BKKBN yang senantiasa membantu dan mendampingi pemerintah Kota Semarang hingga saat ini dan seterusnya dalam upaya mempercepat penurunan stunting.

“Kota Semarang ini masih memerlukan pendampingan untuk menurunkan stunting hingga menjadi zero stunting. Mungkin seperti di awang–awang (mimpi) untuk menjadi zero stunting. Tapi kami yakin bersama–sama dengan para stakeholder bisa untuk itu,” pungkas mbak Ita.

Pada acara tersebut, Pemerintah Kota Semarang mendapat bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Wheltek Healthin Indonesia berupa paket perlengkapan masak bagi seluruh Kecamatan se – Kota Semarang. 

Kegiatan ini juga diwarnai dengan “Deklarasi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting” oleh seluruh Camat se – Kota Semarang. Ada juga pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dalam peringatan Hari Keluarga Nasional. n

 

Penulis: Aulia Firdaus DA

Editor: Santjojo Rahardjo

Hari, Tanggal Rilis: Jumat, 04 Agustus 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.