Walikota Surakarta Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana atas Dedikasi dalam Program Bangga Kencana

 

SEMARANG—Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta Selvi Ananda meraih penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Penghargaan tertinggi bidang Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) itu diserahkan Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Solo di Pendopo Gedhe Balaikota Surakarta, Rabu (02/08/2023).

Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK)  adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui BKKBN kepada individu yang dinilai mampu berkomitmen dan berdedikasi dalam program Bangga Kencana serta turut berperan aktif  dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Dalam penanganan stunting, Gibran punya komitmen tinggi membawa Kota Surakarta mencapai zero stunting pada 2024. Demikian juga Selvi Ananda yang gencar mengajak masyarakat untuk terlibat dalam percepatan penurunan stunting melalui pemeriksaan anak-anak baduta dan balita di Posyandu.

Begitu pula Ketua TP PKK Surakarta, ia yakin dan untuk itu ia mengajak masyarakat turut serta dalam penanganan menuntaskan stunting dengan aktif melakukan cek anak anaknya ke Posyandu.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas upaya Walikota dan Pemerintah Kota serta Ketua Tim Penggerak PKK dalam upaya percepatan penurunan stunting di Surakarta. Atas komitmen dan dedikasinya itu, terjadi penurunan stunting yang signifikan. Pada 2021 angka prevalensi stunting di Kota Surakarta sebesar 20,4 persen dan pada 2022 turun menjadi 16,2 persen.

“Kota Surakarta ini bagus, karena dari angka stunting 20,4 persen turun jadi 16,2 persen pada 2022. Jadi turunnya sekitar 4 persen lebih. Sementara secara nasional  turun 2,8 persen. Saya berharap di akhir tahun 2023 ini Solo bisa dibawah 14 persen, dan saya kira ini bisa jadi percontohan untuk daerah lain,” kata Hasto.

Menurut Hasto, kinerja dari Tim Pendaping Keluarga, PKK, Kader, beserta pemerintah terkait, kompak dalam bersinergi menuntaskan permasalahan stunting. Sehingga Kota Surakarta, khususnya Walikota dan TP PKK Kota Surakarta layak untuk mendapatkan penghargaan ini. 

“Kekompakan dari setiap tim, dan ada 1.000 lebih Tim Pendamping Keluarga yang dikerahkan di Solo. Lalu banyak juga inovasinya, terutama aplikasi di Solo ini sudah by name by address, sehingga bantuan bantuan yang disebar di Solo ini sudah tepat sasaran,” ungkap Hasto.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Surakarta Purwanti SKM, M.Kes menjelaskan perihal upaya yang dilakukan pemerintah kota Surakarta dalam menuntaskan permasalahan stunting. 

Meliputi adannya tim pendampingan keluarga resiko stunting. Dengan hasil pada tahun 2023, didapatkan data keluarga resiko stunting  sebanyak 21.419 terdiri dari 847 calon pengantin, 743 Resiko (100% didampingi ). 5.858 ibu hamil, 5.820 Resiko (100% didampingi),  17.240 keluarga dengan anak balita, 14.856 Resiko (100% didampingi).

Upaya pemberian makanan siap saji dengan konsep Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) bagi ibu hamil dan anak dibawah dua tahun juga dilakukan. 

Kemudian adanya Gerakan makan telur di Posyandu oleh  Dispangtan. Pemasangan jaringan air minum oleh PDAM pada kelurahan kelurahan  dengan resiko stunting oleh PDAM. 

Adanya intervensi Rumah Tidak layak huni pada keluarga resiko stunting  oleh Disperkim. Pemberian jaminan kesehatan melalui KIS PBI APBD bagi seluruh penduduk kota Surakarta. Kampanye secara massif seribu hari pertama kehidupan (1.000 HPK), di kelompok kelompok ketahanan keluarga. Pelayanan konsultasi dokter spesialis anak dan obsgyn di Puskesmas secara gratis. Serta gerakan sarapan bersama dan minum tablet tambah darah bagi anak SMP/sederajat dan SMA / sederajat oleh Dinas Pendidikan.

Namun disamping upaya yang telah dilakukan, untuk mencapai cita cita generasi emas dan penurunann stunting di angka 14 persen secara nasional, dukungan dari masyarakat dan lintas stakeholder masih tetap dibutuhkan.

“Perlu disadari bahwa masih banyak tantangan dan kendala dalam percepatan penurunan stunting di Kota Surakarta,  yakni terkait dengan mobilitas penduduk, faktor ekonomi, dan juga  pola asuh anak. Maka dari itu, besar harapan kami agar dukungan dan Kerjasama bisa terus dilakukan,” ungkap Purwanti.

Dukungan dan appresiasi dari Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih atas capaian Percepatan Penurunan Stunting di Surakarta. Karena berhasil menurunkan angka stunting. Menurut Eka, penghargaan ini layak didapatkan, dan Eka menegaskan agar penghargaan ini lantas tidak mengendorkan upaya dari pemerintah Kota Surakarta untuk terus berkomitmen dan bersinergi dalam percepatan penurunan stunting.

Sederhana namun Meriah

Sementara itu Peringatan Harganas ke-30 tingkat Kota Surakarta berlangsung sederhana namun meriah.

Kemeriahan itu adanya penampilan seni dan dialog Guyon Maton “Menuju Surakarta Zero Stunting”. Adapula bazar produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan penyerahan hadiah dari lomba lomba dalam rangka semarak Hari Keluarga Nasional ke 30 di Surakarta. 

Semarak peringatan Hari Keluarga Nasional ke 30 di Surakarta ini diantaranya telah berlangsung gerakan pelayanan KB sejuta Akseptor, dengan capaian sebesar 2350 akseptor, meliputi 1.870 (78,1 persen) IUD, 480 (20,04%) implan, 14.218 suntik, 2.814 pil, 8.480 kondom. 

Hal ini tercapai dengan adanya dukungan dari seluruh fasilitas kesehatan, Tim Penggerak PKK, IBI, Muslimat NU, Aisyiyah, juga para kader. 

Adapula lomba antar kelurahan dengan upaya pencegahan stunting terbaik. Dengan hasil, terdapat lima kelurahan yang terpilih. Kelurahan Kadipiro, Semanggi,  Punggawan, Serengan, dan Nusukan. 

Lomba Kampung Keluarga berkualitas, terpilih lima keluarahan, yaitu kelurahan Pucang Sawit, Kelurahan Banjarsari, Kelurahan Danukusuman, Kelurahan Semanggi, dan Kelurahan Purwosari. Dan Lomba Kelompok Ketahanan Keluarga, meliputi Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, PIK R, dan UPPKA. n

Penulis ; Dadang dan Aulia FD

Editor: Krstianto

Hari, Tanggal Rilis: Rabu, 02 Agustus 2023

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.