Program “Isi Piringku”, Peran Ayah Dalam Pencegahan Stunting Penting

MAMUJU, BKKBN – Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat) terus menunjukkan komitmen dan semangat dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Meskipun telah mencatatkan penurunan  dari 28,6 persen  menjadi 25,85 persen, namun langkah percepatan penurunan stunting tetap berlanjut.

Dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting, Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal, menggelar kegiatan Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten  di Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu, Kamis (3/8/2023). Kegiatan ini dihadiri 350 orang dari berbagai institusi hingga  masyarakat setempat.

Menanggapi capaian itu, anggota Komisi IX DPR-RI, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal, mengapresiasi langkah kongkret yang diambil  Pemerintah Kabupaten Pasangkayu sehingga berhasil menurunkan stunting pada tahun 2022.

“Komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Pasangkayu patut diacungi jempol. Ini menjadi contoh baik bagi daerah lain untuk mengambil langkah nyata dalam menangani stunting khususnya di Sulawesi Barat,” ucap Andi Ruskati.

Andi Ruskati juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam program “Isi Piringku”. Program ini menekankan pentingnya mengatur pola makan dengan membagi porsi makanan menjadi empat bagian yang seimbang: seperempat nasi, seperempat lauk, seperempat sayur, dan seperempat buah.

“Program “Isi Piringku” membantu keluarga dalam menyusun menu makanan sehat yang mengandung berbagai nutrisi penting. Keluarga diajarkan untuk menyusun porsi makanan yang seimbang, seperti nasi, lauk, sayur, dan buah,” terang Ruskati.

Dengan berbagai dukungan dan komitmen dari berbagai pihak, Pasangkayu menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 6 persen  tahun mendatang. Keberhasilan ini bisa menjadi contoh dan  inspirasi bagi daerah lain  di Sulawesi Barat untuk menghadapi tantangan serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Pasangkayu, Suri Fitria, menyatakan bahwa Desa Polewali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki angka stunting yang tinggi. 

Berbagai pelatihan dan kegiatan telah dilakukan di desa itu untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menyusun menu sehat di rumah hingga aktifitas warga  mengikuti posyandu. 

“Desa Polewali memiliki angka stunting yang tinggi, dan keberhasilan menurunkan angka stunting di desa ini memerlukan komitmen dan partisipasi aktif  seluruh lapisan masyarakat,” ujar Suri.

Saat pertemuan berlangsung, tampak masyarakat desa  merespons dengan antusias dan berjanji untuk berperan aktif dalam mendukung program penurunan stunting.  

Warga juga berkomitmen  memberikan perhatian ekstra terhadap pola makan anak-anak mereka dan secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang.

“Desa polewali adalah desa yang subur. Saya mohon komitmen dari seluruh masyarakat. Saya tagih janjinya tahun depan angka stunting di Desa Polewali turun,” tandas Suri Fitria.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, menyoroti pentingnya peran ayah dalam pencegahan stunting. Meskipun seringkali  pencegahan stunting banyak tertuju pada peran ibu dan anak, peran ayah juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan anak.

“Komitmen dari masyarakat, terutama dari para ayah sebagai pimpinan dalam keluarga sangat penting. Keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting akan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak,” kata Rezky.

Dalam forum ini, Tim Pendamping Keluarga (TPK)  yang terdiri dari kader PKK, bidan, dan kader KB juga menjadi sorotan utama. Pasalnya,  TPK berperan penting dalam pendampingan remaja putri agar terhindar dari anemia. 

Mereka juga sekaligus menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya tablet tambah darah bagi perempuan. Dan juga ikut mendampingi ibu hamil sampai melahirkan agar asupan gizinya terjaga, serta membantu pemilihan alat kontrasepsi setelah melahirkan.

“Peran aktif pendamping keluarga dalam mendukung penurunan stunting sangat penting karena mereka menjadi mitra utama dalam membantu keluarga mengatasi dan mencegah stunting,” tutur Rezky. n

 

Penulis : Martin 

Editor: Santjojo Rahardjo

Tanggal Rilis : 4 Agustus 2023 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

 

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.