SIARAN PERS BKKBN
Nomor: 856/M.C/VII/2023

Perdana, BKKBN Sulawesi Barat Resmikan Sekolah Lansia di Desa Luyo

MAMUJU—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus membina para kaum lanjut usia (Lansia) agar menjadi Lansia Smart (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif) melalui sekolah yang dibangun di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Sulawesi Barat, Sekolah khusus untuk kaum Lansia yang pertama kali dibangun di Desa Luyo, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Selasa (27/06/2023).

Sekolah Lansia ini diresmikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat Nuryamin. Hadir dalam peresmian itu Kepala Bidang Keluarga Sejahtera pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Polewali Mandar Andi Hizbullah Mastar, dan Kepala Desa Luyo Muhamad Roy.

“Kami memberi apresiasi kepada Kepala Desa Luyo yang telah memfasilitasi dibangunnya Sekolah Lansia yang pertama kali di Provinsi Sulawesi Barat. Kami berharap, sekolah Lansia di Desa Luyo ini bisa menjadi contoh dan diikuti oleh desa-desa lain, agar segera membangun sekolah-sekolah Lansia,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat Nuryamin dalam sambutan peresmian.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DP2KBP3A Kabupaten Polewali Mandar Andi Hizbullah Mastar berharap keterlibatan semua pihak untuk menyukseskan Sekolah Lansia ini dan menjadikan Lansia di Desa Luyo menjadi lebih berkualitas.

Kepala Desa Luyo Muhammad Roy mengatakan suatu kebanggaan dengan dipercayakannya Desa Luyo dalam pembentukan Sekolah Lansia pertama di Sulawesi Barat.

“Kami berharap Sekolah lansia dapat membantu kami dalam meningkatkan kualitas para Lansia di Desa Luyo,” ujar Muhammad Roy.

Provinsi Sulawesi Barat sendiri mendapatkan target dari pusat, agar dapat membentuk minimal 1 (satu) sekolah lansia di Sulawesi Barat pada tahun 2023.

Adapun tujuan dilaksanakannya Sekolah lansia ini yaitu untuk memberikan layanan pendidikan bagi lansia demi mewujudkan Lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif) yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, Masyarakat dan Negara. Sasaran program Sekolah Lansia adalah penduduk usia diatas 60 tahun keatas.

Peningkatan Kualitas Remaja
Sementara itu pada hari yang sama, BKKBN Perwakilan Sulawesi Barat menggelar Penguatan Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja dengan tema membangun Kesadaran dan Bergerak Bersama untuk Masa Depan yang Sehat di Hotel Al-Ikhlas, Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan dihadiri anggota DPR-RI Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal bersama Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat Nuryamin, S.TP., MM. didampingi Camat Kecamatan Polewali Syarifuddin Wahab, S.H.,M.Si. dan Ketua Tim Pokja Pembangunan Keluarga BKKBN Sulbar M. Syukri MS. S.Kom., M.M.

Kegiatan bertujuan untuk menambah kekuatan dan daya bersama kalangan remaja untuk berperan aktif dalam lingkup masyarakat dengan memberikan edukasi kepada remaja di sekitar tentang Gizi, Anemia, Kesehatan Reproduksi dan Stunting.

Setelah pembukaan, diskusi Hj. Andi Ruskati Ali Baal dengan seluruh peserta dipandu oleh Nugrah Nuryafiqa. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai tantangan, program dan solusi tentang berbagai permasalahan yang dialami remaja. Hj. Andi Ruskati bersama Nuryamin turut menanggapi dan menjawab persoalan yang diberikan seluruh peserta.

Setelah itu dilanjutkan Sesi Ini Genting (Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting) oleh Fasilitator Genre Kabupaten Polewali Mandar. Diskusi dan Sesi ini diharapkan seluruh peserta mendapatkan pemahaman terkait Gizi, Anemia, Kesehatan Reproduksi dan Stunting.

Kegiatan ini juga merupakan langkah awal dari Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat Bersama Mitra Kerja DPR-RI untuk menjangkau remaja terkait kualitas pengetahuan berdasarkan Program Pembangunan Keluarga serta kapasitas Program Percepatan Penurunan Angka Stunting. n

Penulis: Martinus
Editor: Kristianto

Tanggal Rilis: Sabtu, 01 Juli 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.