SIARAN PERS BKKBN
Nomor: 854/M.C/VI/2023

BKKBN Bali Libatkan Tokoh Agama dan Mahasiswa dalam Upaya Pencegahan Stunting

DENPASAR—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan upaya-upaya dalam percepatan penurunan stunting.

Di Bali, BKKBN Perwakilan setempat melibatkan para tokoh agama dan mahasiswa ikut percepatan penurunan stunting, kendati Bali merupakan provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia.

Pada Selasa (27/6) di Puri Denbencingah – Klungkung, digelar pertemuan yang dipimpin langsung oleh Bendesa Agung Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet selaku Koordinator Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara BKKBN Provinsi Bali dan peran FKUB Provinsi Bali dalam mendukung program percepatan penurunan stunting khususnya dalam pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin.

“Provinsi Bali memiliki prevalensi Stunting 8 persen dan merupakan terendah secara Nasional, sudah baik namun kita melihat dampak Stunting ini sangat berpengaruh dengan kualitas Sumber Daya Manusia dan kesejahteraan masyarakat kedepannya sehingga diharapkan Provinsi Bali dapat meningkatan sinergitas lintas sektor untuk mewujudkan zero stunting,” kata Bendesa Agung Ida Penglingsir.

Menurut Bendesa Agung Ida Pengelingsir, bahwa jika Provinsi Bali bisa mewujudkan zero stunting maka dapat membantu Provinsi Bali bersaing secara Global.

“Zero stunting yang dimaksud saat ini adalah penurunan hingga dua persen, jika stunting sudah rendah maka masyarakat di Provinsi Bali dianggap sudah berkualitas sehingga kita lebih mudah untuk bersaing secara Global,” kata dia.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih., M.For., MARS memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mengenalkan Satgas Stunting Provinsi Bali kepada peserta pertemuan yang hadir dari unsur FKUB, Kementrian Agama, dan Kesbangpol Provinsi Bali.

“Tim Satgas Provinsi Bali ini akan membantu untuk memfasilitasi percepatan penurunan stunting sehingga diharapkan para lintas sektor dapat berkoordinasi langsung dengan tim satgas yang bertugas di masing-masing wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali,” kata Luh De.

Menurut Luh De, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali memiliki strategi untuk lebih memperhatikan pencegahan stunting dari hulu baik itu Remaja maupun Calon Pengantin.

“Menjadi catatan kita di sini adalah bagaimana mempersiapkan remaja hingga calon pengantin untuk terhindar dari risiko stunting, melalui peningkatan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan pemeriksaan kesehatan Calon Pengantin minimal 3 bulan sebelum melangsungkan pernikahan,” ujar Luh De.

Dikatakan oleh Luh De, bahwa penyamaan persepsi terhadap program pemeriksaan kesehatan ini sangat penting bagi para calon pengantin utamanya pada umat hindu yang notabene memiliki adat yang berbeda.

“Kami memiliki penyuluh KB di masing-masing desa sehingga diharapkan dapat dilibatkan di setiap kegiatan yang ada dan berkolaborasi dengan penyuluh agama yang ada di desa untuk memperkuat sosialisasi percepatan penurunan stunting,” ujar dia.

Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki kendala terkait dengan konseling pranikah di seluruh KUA Provinsi Bali.

“Saat ini kami baru melakukan koordinasi kepada seluruh KUA untuk mewajibkan masyarakat melakukan konseling pranikah termasuk pemeriksaan atau skrining kesehatan namun belum dilaksanakan oleh seluruh lintas agama karena perbedaan adat sehingga kedepannya kami berupaya agar seluruh agama dapat mengeluarkan surat keterangan sehat yang diberikan oleh petugas medis sebagai salah satu syarat melanjutkan proses administrasi pernikahan di catatan sipil,” kata Komang.

Sementara itu para perwakilan FKUB yang terdiri dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Bali Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Bali dan Perwakilan Masyarakat Perkumpulan Umat Kristen Bali (MPUK) menyatakan siap berkomitmen dan mendukung program percepatan penurunan stunting dari hulu baik remaja maupun calon pengantin.

“Kami sudah membuat modul “makan” dapat dijadikan sebagai pedoman bagi para penyuluh agama untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih memperhatikan gizi seimbang dan ini akan kami serahkan juga ke pihak BKKBN Bali untuk sama-sama digunakan” ucap Jro Mangku Pasek Suastika

“Kesimpulannya kami semua mendukung dan siap berkolaborasi menjalankan program percepatan penurunan stunting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita bisa membentuk PIC atau penanggung jawab di masing-masing unsur wilayah sehingga dapat berkomunikasi langsung dengan para penyuluh KB sehingga baik penyuluh KB maupun penyuluh Agama dapat bersama-sama mensosialisasikan program ini,” jelas Pendeta Pangeran MPUK Bali.

Libatkan Mahasiswa
Sementara itu dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian mahasiswa tentang stunting, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali melaksanakan Kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Teknis Mahasiswa Penting (Peduli Stunting) pada Selasa (27/6/2023) di Ruang Wacika Perwakilan BKKBN Provinsi Bali.

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Plh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Keluarga Nasional ke-30.

Dalam sambutannya, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih M.For., Mars menyampaikan bahwa kehadiran 27 mahasiswa dari 9 perguruan tinggi se-Bali ini mewakili seluruh mahasiswa yang ada di Bali.

“Hadirnya 27 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini diharapkan mampu menyambungkan informasi kepada mahasiswa lainnya terkait pentingnya pencegahan stunting dari Remaja,” kat Luh De.

Luh Putu Deananda Novi Arisyta, salah satu peserta dari mahasiswa Stikes Bina Husada Bali yang juga sebagai Duta Genre berkomitmen untuk menyusun program kegiatan salah satunya adalah sosialisasi pencegahan stunting sejak remaja sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini.

“Di kampus saya sudah ada PIK Mahasiswa, dan saya sebagai Duta Genre akan melakukan sosialisasi percepatan penurunan stunting baik langsung dan juga melalui webinar di lingkungan kampus dan luar kampus serta pengenalan Elsimil” ujar Deananda

Pada pertemuan ini, dr.Luh De melakukan tanya jawab dan memberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi keaktifan peserta. n

Penulis : Desak Nyoman Triarsini dan Nur Octavia Dian Rahayuningsih (BKKBN Bali)
Editor : Kristianto

Tanggal Rilis: Jumat, 30 Juni 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.