SIARAN PERS BKKBN
Nomor: 792/M.C/V/2023

BKKBN Jawa Tengah dan Pemkab Temanggung Gelar Kick Off Bergerak Bersama Atasi Stunting

SEMARANG—Pemerintah Kabupaten Temanggung bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Kick Off “Bergerak Bersama Atasi Stunting” yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Temanggung, Jumat (12/5/2023).

Kegiatan Kick Off “Bergerak Bersama Atasi Stunting” di Kabupaten Temanggung difokuskan kepada pemberian makanan tambahan pada ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan menyusui dan anak-anak bawah dua tahun (baduta) yang terindikasi stunting selama 90 (Sembilan puluh) hari. Pemberian makanan tambahan tersebut dilakukan melalui Dapur sehat yang sudah disediakan di setiap desa/kelurahan.

Selain itu juga ada pemberian tablet penambah darah, khususnya bagi remaja putri yang berusia 7 (tujuh) – 12 (dua belas) tahun dan ibu hamil, serta kampanye “Jo Kawin Bocah” , agar pernikahan pada anak tidak terjadi lagi.

Kegiatan Kick Off “Bergerak Bersama Atasi Stunting” yang dipimpin langsung Bupati Temanggung, H. Muhammad Al Khadziq merupakan salah satu upaya dalam menurunkan prevalensi angka stunting di Kabupaten Temanggung.

Berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi angka stunting di Kabupaten Temanggung mencapai angka 28,9%. Angka prevalensi tersebut diatas angka rata-rata prevalensi stunting Provinsi Jawa Tengah, yaitu 20,8%. Sedangkan capaian berdasarkan e-PPGM Kabupaten Temanggung pada bulan Januari 2023 sebesar 17.28%.

Pelaksana Harian Asisten Pemprov Jawa Tengah Dr. Ir. Ihwan Sudrajat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan strategis, karena Provinsi Jawa Tengah sedang aktif melaksanakan kegiatan percepatan penurunan stunting.

“Berdasarkan SSGI, prevalensi angka stunting Kabupaten Temanggung cukup tinggi, ini berarti bahwa di Kabupaten Temanggung anak-anak terlahir dalam kondisi yang tidak diharapkan, serta masih banyak ibu-ibu yang hamil kurang memperhatikan asupan gizi,” kata Ihwan Sudrajat.

“Kondisi stunting apabila bisa diturunkan dengan cepat, akan membawa kontribusi yang signifikan khususnya untuk perekonomian Kabupaten Temanggung”, lanjutnya. Upaya percepatan stunting ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Bupati Temanggung beserta jajarannya sendiri, akan tetapi diperlukan koordinasi dan kontribusi dari hulu sampai hilir dengan melibatkan komponen masyarakat, Tim Pendamping Keluarga, TPPS, Mitra Kerja, pengusaha, organisasi-organisasi, dan tentu saja BKKBN yang menggawangi Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia,” kata dia.

Menurut Ihwan Sudrajat, Provinsi Jawa Tengah mendapat prioritas dalam rangka menurunkan angka stunting di Indonesia. Hal ini dikarenakan, Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi prioritas penurunan stunting, yang apabila prevalensi angka stunting Jawa Tengah sesuai dengan yang diharapkan, maka akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat Indonesia.

“Stunting merupakan masalah double burden malnutrition, yang berdampak sangat merugikan, ada hubungan yang erat antara kemiskinan dan stunting. Provinsi Jawa Tengah mempunyai target menurunkan angka stunting sebesar 16% pada tahun 2023, hingga mencapai 14% pada tahun 2024. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus bersatu dan bersinergi, bergerak bersama-sama agar penurunan berhasil. Oleh karena itu semua potensi di masyarakat harus kita gali dan kita berdayakan,” imbuh Ihwan.

Di tempat yang sama, Bupati Temanggung, H. Muhammad Al Khadziq mengatakan semua pihak terlibat dalam upaya penurunan stunting.

“Kita membuka dapur sehat di setiap desa yang dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK desa untuk memasak selama 90 hari berturut-turut, dan mengirimkan makanan tambahan kepada ibu hamil yang kekurangan energy kronis dan baduta, serta memastikan makanan tersebut dikonsumsi tepat sasaran. Gerakan ini tidak hanya selama 90 hari, tetapi berkelanjutan,” ujar Bupati Temanggung.

Komitmen Kabupaten Temanggung dalam menurunkan angka stunting pun dibuktikan dengan DPRD Kabupaten Temanggung menggelontorkan anggaran sebesar Rp16,3 miliar di tahun 2024 yang akan disetujui pada triwulan akhir Tahun 2023, untuk menangani kasus stunting yang ada di Kabupaten Temanggung.

Keluar dari Zona Stunting
Sementara itu Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih memberi apresiasi atas pelaksanaan Kick Off “Bergerak Bersama Atasi Stunting” yang dipimpin langsung Bupati Temanggung, H. Muhammad Al Khadziq itu.

“Saya kira Bupati Temanggung sudah melakukan gebrakan jangka pendek dan jangka panjang untuk menurunkan angka stunting. Tentu saja BKKBN sangat mengapresiasi hal tersebut. Yang sudah dengan cepat melakukan tindak lanjut setelah menerima hasil SSGI dan e-PPGBM. Langkah cepat ini pemberian makanan tambahan selama 90 hari yang di masak di dapur sehat dan teruji, serta pemberian tablet penambah darah untuk ibu hamil yang rentan Kekurangan Energi Kronis, serta penambah nafsu makan untuk anak-anak baduta,” kata Eka Sulistia.

Menurut Eka, hasil dari diskusi dengan ibu bupati Temanggung, bahwa ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, turun langsung memantau secara terus menerus untuk memastikan makanan tambahan dikonsumsi tepat sasaran, selain itu juga memberikan edukasi mengenai sanitasi dan hidup sehat, serta kampanye Jo Kawin Bocah kepada masyarakat Temanggung.

“TPPS di Kabupaten Temanggung yang inovatif dan kreatif ini diharapkan akan bersinergi dengan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten / Kota untuk bersama-sama keluar dari zona stunting, khususnya Kabupaten Temanggung,” ujarnya.

Dalam kegiatan Kick Off ini juga ditampilkan jingle “Jo Kawin Bocah” oleh anak-anak SMP 2 Temanggung, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak-anak baduta, serta peninjauan Dapur Sehat Atasi Stunting. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Wakil Bupati Temanggung, Dandim Kabupaten Temanggung, Muslimat NU dan Aisiyah Kabupaten Temanggung serta Forkopimda yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Temanggung. n

Penulis : Rahmitasari P dan Reni Nuraeni
Editor : Kristianto

Tanggal Rilis: Sabtu, 13 Mei 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.