SIARAN PERS BKKBN
Nomor : 763/M.C/IV/2023

Perkuat Generasi Muda Indonesia Emas 2045, BKKBN-BNPT Jalin Kerja Sama Cegah Terorisme

JAKARTA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani Nota Kesepahaman sebagai bentuk sinergitas pencegahan tindakan terorisme dalam implementasi pembangunan keluarga.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BKKBN dengan BNPT pada Rabu (12/04/2023) itu sebagai bentuk upaya memperkuat generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyebutkan sebagai tindak lanjut MoU tersebut, BKKBN akan segera merilis salam GenRe (Generasi Berencana) yang baru.

“Insyaallah tanggal 7 Juli kita akan merayakan Hari Keluarga Nasional kemudian nanti juga bersama-sama ulang tahun BNPT bersama di Palembang Insyaallah dan sekaligus bisa kita launching salam yang baru, karena salam GenRe-nya begini nanti ada tambahnya Anti Terorisme. Saya kira ini agenda yang luar biasa kami siap menindaklanjuti,” kata Hasto.

Jargon GenRe yaitu Three Zeros adalah slogan bagi para generasi muda yakni, tidak menikah di usia muda, tidak kawin di luar nikah, dan tidak narkotika maupun napza. GenRe atau Genre kepanjangan dari generasi yang punya rencana yang diluncurkan oleh pemerintah melalui BKKBN. Anggota GenRe ini terdiri dari dua orang putra dan putri perdesa. Jumlah desa di seluruh Indonesia adalah sebanyak 82 ribu sehingga terdapat 160rb pasukan GenRe yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Hasto, generasi muda Indonesia jumlahnya sangat dominan dibandingkan yang balita atau juga dibandingkan yang tua. MoU yang dilakukan dengan BNPT adalah salah satu upaya untuk menjaga para remaja tetap sehat tidak hanya jasmaninya namun mentalnya juga sehat, baik dan kuat. Karena kata dia, generasi muda Indonesia yang memiliki mental emotional disorder telah meningkat dan sangat rawan terkontaminasi dengan paham-paham radikal.

“Perlu diketahui bersama yaitu bahwa ternyata generasi muda kita 10 tahun terakhir itu mengalami tren, trennya sangat mengejutkan, tahun 2013 data Riset Kesehatan Nasional menunjukan generasi muda kita yang error, yang mental emotional disorder hanya 6,1%, tapi data tahun 2018 generasi muda kita yang mental disorder 9,8% dan itu adalah rawan. Karena dia mudah disusupi paham-paham yang radikalis dan sebagainya karena orangnya setengah error. Sehingga akhirnya 9,8% cukup besar dan masyarakat anak-anak muda dikenal ada toxic people, ada toxic friendship, kemudian ada toxic relationship,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI, Komisaris Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel juga menyampaikan kekhawatiran sekaligus rasa syukur atas terjalinnya kerjasama ini dengan BKKBN untuk memberantas ideologi terorisme yang bisa dengan mudah masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan generasi muda.

“Hari ini adalah hari bersejarah untuk kita semuanya, terutama di lingkungan lembaga negara. disini para pimpinan telah membangun suatu kesadaran bersama untuk mencegah ideologi terorisme yang tumbuh di lingkungan negeri ini,” kata Komjen Pol. Rycko.

Maka dari itu kerjasama ini menargetkan anak muda yang terbilang rentan terhasut kedalam ideologi terorisme yang akan mengancam masa depan bangsa.

“Ini nanti akan kita tombakkan yang mana akan menjadi contoh nya adalah anak anak muda remaja, karena remaja remaja ini yang paling rentan untuk disasar dengan ideologi ini,” tambah Ryocko.

Penandatanganan MoU BKKBN dengan BNPT juga dihadiri oleh Sekretaris Utama BNPT RI Bambang Surono, Ak., M.M., CA.; Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti, SE., MT; Direktur Utama PT. Pelindo Arif Suhartono; Deputi Bidang Pencegahan; Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT dan Deputi 2 Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT. n

Penulis: Rizky Fauzia
Editor: Ade Anwar

Tanggal Rilis: Rabu, 12 April 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.