SIARAN PERS BKKBN
Nomor: 765/M.C/IV/2023

Kepala BKKBN Ajak Warga untuk Atur Jarak Waktu Melahirkan

JAKARTA—Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) mengajak warga di Provinsi Sumatera Barat untuk mengatur jarak waktu melahirkan untuk menurunkan prevalensi stunting dan juga mengurangi risiko kematian ibu dan bayi.

Ajakan untuk mengatur jarak waktu melahirkan itu disampaikan Hasto Wardoyo dalam Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumatera Barat secara daring pada Selasa (10/04/2023).

“Jarak waktu kelahiran itu 24 bulan agar menyusuinya sempurna. Kalau di Al Quran itu 30 bulan tetapi WHO 36 bulan, saya kira 30 bulan sudah bagus.” Kata Hasto.

Bukan tanpa alasan, jarak waktu kelahiran dapat mengurangi risiko kematian ibu dan anak serta meningkatkan kesehatan ibu.

Studi dari United States Agency for International Development (USAID) menyebut, jarak usia antara kakak dan adik yang ideal ialah 3-5 tahun. Itu akan lebih menguntungkan bagi keluarga dalam banyak hal, seperti kesehatan dan perencanaan ekonomi yang lebih baik.

Jarak kelahiran anak yang terlalu dekat juga sangat berisiko membuat anak menjadi kurang gizi dan stunting.

Hasto mengatakan di Provinsi Sumatera Barat sendiri ada korelasi yang sangat positif antara stunting dengan kondisi lain seperti total fertility rate jadi rata-rata perempuan hamil dan melahirkan itu di Sumatera Barat cukup tinggi mungkin tertinggi di seluruh Provinsi yang ada di Sumatera memang tertinggi jadi kalau kita lihat Sumatera Barat rata-rata 2,46 ini termasuk tertinggi, nasional adalah 2,18.

“Artinya jumlah anak di Sumatera Barat itu banyak ya, rata-rata satu perempuan melahirkan cukup banyak. bahayanya apa, jaraknya mungkin jadi terlalu dekat gitu dan akhirnya stuntingnya tinggi, kalau kita lihat mana yang stuntingnya tinggi misalnya di Kepulauan Mentawai yang mana rata-rata jumlah anaknya paling tinggi di Sumatera Barat 2,8 rata-rata kemudian kita lihat lagi yang Katakanlah yang stunting 30,0 atau 31,7 dia di mana dia juga di Solok Selatan yang TFRnya 2,6 ya kemudian yang 30,0 dia di Sijunjung ya yang TFRnya 2,5 kemudian mana lagi yang 35 itu juga di Pasaman Barat 35,5,” kata Hasto lagi.

Selain itu, Hasto menjelaskan tentang penyerapan DAK Provinsi Sumatera Barat tahun 2022, “DAK Fisik Tahun 2022 terserap baik sebesar 92,7%”. Dokter Hasto berharap BOKB fisik dan non fisik Tahun 2023 dapat ditingkatkan dan dapat terserap dengan baik. n

Penulis: Fatimah
Editor: Ade Anwar

Tanggal Rilis: Selasa 4 April 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.