SIARAN PERS BKKBN
Nomor : 740/M.C/III/2023

2021 Prevalensi Stunting Sumatera Selatan Turun, Empat Kabupaten Masih Perlu Intervensi Khusus

JAKARTA—Angka prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Selatan pada 2021 turun signifikan. Kendati demikian ada empat kabupaten yang perlu intervensi khusus terkait kehamilan di usia remaja, terutama di daerah pelosok.

Hal tersebut terungkap dalam Roadshow Daring Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem untuk Provinsi Sumatera Selatan yang digelar Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan dihadiri Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Selasa (28/03/2023).

“Terimakasih Sumatera Selatan karena prevalensi stunting turun signifikan secara nasional, saya memberi apresiasi,” kata Kepala BKKBN Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Selatan turun dari 24,8% menjadi 18,6%. Angka ini lebih rendah dari prevalensi nasional sebesar 21,6%. Terdapat 16 Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami penurunan prevalensi stunting, hanya Kabupaten Banyuasin yang mengalami kenaikan prevalensi stunting dari 22% menjadi 24,8%.

Ada empat kab/kota yang angka prevalensi stuntingnya masih di atas rata-rata nasional, yaitu Muara Enim sebesar 22,8%, Musi Rawas 25,4%, Banyuasin 24,8% dan Ogan Ilir sebesar 24,9%.

“Beberapa kabupaten dan kota perlu usaha dalam menurunkan kawin usia muda seperti di Musi Rawas Utara. Tadi kalau kita hitung perseribunya masih ada 73 orang yang hamil dan melahirkan di usia 15 sampai 19 tahun, semakin ke pelosok semakin kawin usia muda. Ini mungkin perlu intervensi lebih khusus, begitu juga yang jumlah anaknya terlalu banyak di Empat Lawang, Oku, Musi dan Banyuasin ini perlu perhatian kita bersama. Anggaran KB-nya sudah disiapkan,” kata Hasto.

Sementara itu Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., mengatakan banyak inovasi yang dilakukan.

“Saya kira ini bisa dipakai contoh untuk Musi Rawas Utara ini tadi sudah menyampaikan banyak hal yang saya kira sangat senang sekali, tentu saja yang lain juga bagus dan terus ditingkatkan yang bagus dan yang tidak bagus melawan segera ditinggalkan. Programnya sudah sangat bagus Musi Rawas Utara, program keroyokan, dikeroyok rame-rame nanti biar selesai, melibatkan semua aparat, sesuai dengan pedoman yang sudah disampaikan Bapak Hasto, Kepala BKKBN, seluruh kekuatan mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrim, jadi dijatah bupati menanggung berapa, wakil bupati berapa, ASN, TNI Polri, Kapolres juga sudah dapat perintah dari Pak Kasat dan Kapolri untuk ikut menanggung, selesai itu stunting,” kata Muhadjir.

“Sudah by name by address, tinggal bagi-bagi saja itu jadi saya kira ini bisa dipakai contoh ini, musi rawas Utara yang melaksanakan program keroyokan termasuk mengaktifkan KUA. mudah-mudahan di provinsi Sumatera Selatan ini tidak ada lagi masalah remaja kawin bahwa umur, karena salah satu pemicu stunting itu adalah anak-anak sudah dijadikan manten sebelum waktunya,” tambahnya.

“Tiga jam kita non stop ini mudah-mudahan bisa membawa manfaat yang signifikan untuk kemajuan Provinsi Sumatera Selatan umumnya dan khususnya dalam menuntaskan stunting kita doakan Sumatera Selatan angka stunting 2024 di bawah 10% dan juga untuk kemiskinan ekstrim bisa betul-betul saya percaya betul 0 saya percaya betul dengan kesungguhan dan keseriusan dari aparat, pejabat dan seluruh masyarakat dan tidak lupa para kepala desanya, terima kasih,” tutup Muhadjir.

Sementara itu dari Pemprov Sumatera Selatan menyatakan akan mendorong seluruh Kabupaten dan Kota juga bisa berinovasi.

“Kami akan atensikan kepada semua stakeholder terkait intervensi spesifik terhadap 1000 hari pertama kelahiran, kemudian kami juga akan coba cermati anggaran PKH yang lebih kepada stunting. Kemudian kawin usia muda, umur ibu yang hamil terlalu muda, serapan dari BKKBN dan Kabupaten dan Kota yang fiskalnya tinggi,” katanya.

Penulis: Fatimah
Editor: Ade Anwar

Tanggal Rilis: Selasa, 28 Maret 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.