SIARAN PERS BKKBN
Nomor: 603/M.C/I/2023

Kampung KB Berkah Bersama di Riau Terapkan Jimpitan untuk Atasi Stunting

PEKANBARU — Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB Berkah Bersama merupakan satu dari 311 Kampung KB di Provinsi Riau. Kampung KB Berkah Bersama yang berlokasi di Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru ini menerapkan “jimpitan” untuk mencegah stunting.

Berkat aksi nyata jimpitan untuk cegah stunting, Kampung KB Berkah Bersama meraih penghargaan sebagai Kampung KB terbaik se-Sumatera. Bahkan pada 2022, Kampung KB Berkah Bersama meraih peringkat kedua nasional pada Peringatan ke-29 Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia mengungkapkan, masalah stunting ini harus menjadi perhatian bersama, karena ini menyangkut kualitas generasi penerus masa depan bangsa ini.

“Saya sangat apresiasi dengan adanya inovasi jimpitan ini sebagai solusi pengentasan stunting dengan cara memberdayakan masyarakat. Saya juga berharap inovasi ini terus berlanjut dan bisa berkembang di Kampung KB lainnya di Provinsi Riau,” kata Mardalena, Selasa (17/01/2023).

Pengelola Kampung KB Berkah Bersama mengemas Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dalam kegiatan donasi berbentuk jimpitan. Dapur Sehat Kampung KB ini diberi nama Kampung KB Berkah Gizi.

Jimpitan sendiri dalam Bahasa Jawa artinya iuran sukarela yang dikumpulkan dari warga secara sukarela. Jimpit artinya mengambil dengan ujung jari, maknanya iuran yang dikumpulkan sedikit, sukarela dan tidak memberatkan masayarakat.

Terobosan ini dibuat dalam upaya penanggulangan stunting di lingkungan kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Untuk meningkatkan status gizi masyarakat dengan sasaran kegiatan adalah remaja putri, catin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak baduta yang dinilai kurang mampu dari segi ekonomi.

Jimpitan yang dihimpun berup Jimpitan satu sendok beras. Masyarakat cukup menyisihkan minimal satu sendok beras setiap kali memasak nasi. Beras yang disisihkan tersebut setiap dua minggu sekali akan dijemput oleh tim Dashat di masing-masing RW, sedangkan kepengurusan masing-masing RW adalah kader IMP/Kader Bangga Kencana.

Alasan kenapa hanya satu sendok beras, karena satu sendok beras itu adalah salah satu program sosial yang tentu saja tidak akan memberatkan masyarakat, jika masyarakat yang akan memberikan lebih dan tidak merasa terpaksa, tetap akan diterima karena program ini adalah bentuk silaturrahmi dunia akhirat.

Kedua, Jimpitan telur, Jimpitan dua butir telur setiap bulannya. Di mana telur ini di jemput oleh kader kepada masyarakat dan dikumpulkan setiap bulan pada pertemuan Dashat.

Ketiga Donasi Rp2 ribu Keempat, dengan satu piring bubur kacang hijau dan susu kedelai yang dibuat oleh tim Dashat serta dibagikan kesasaran stunting yang kurang mampu yang telah didata sebelumnya.

Jimpitan yang terkumpul kemudian diserahkan kepada masyarakat beresiko stunting.

Selain inovasi jimpitan, kampung KB Berkah Bersama juga memiliki kegiatan komersiil yakni kegiatan memberdayakan kelompok UPPKA, dan menanam tumbuhan hidroponik. Hasil kegiatan ini dijual murah kepada masyarakat, keuntungannya sebagian dimasukan ke donasi Dapur Sehat.

Selain itu juga di laksanakan kegiatan program perusahaan peduli lingkungan (CSR). Salah satu bentuk bantuan yang diberikan CSR dalam kegiatan Dashat berkah gizi ini, yaitu pembuatan stiker untuk rumah donatur, bingkisan dalam bentuk hasil produk perusahaan yang bernominal Rp50 ribu sampai Rp60 ribuper paket atau per luarga berisiko stunting.

Baru baru ini juga dilaksanakan MOU dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kota Pekanbaru terkait kesediaan mereka sebagai Bunda Asuh Anak Stunting di wilayah Kampung KB Berkah Bersama ini.

Sistem kerja Dashat Berkah Gizi masing masing tim Dashat dari 14 RW di lingkungan Kelurahan Air Dingin, setiap bulannya akan mengumpulkan hasil dari donasi di sekretariat Dashat dengan membawa dua nama keluarga yang dipandang kurang mampu untuk diberikan bantuan pada bulan tersebut. Rumah Donatur yang memberikan donasi dipasang stiker sebagai komitmen mereka untuk mengikuti kegiatan dashat berkah gizi untuk mengatasi stunting.

Sampai saat ini sudah terkumpul 319 donatur dan 28 KK penerima bantuan yang mendapatkan manfaat dari inovasi ini. n

Penulis: Tresnawati
Editor: Andina Dewi

Tanggal Rilis: Selasa, 17 Januari 2023

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.