SIARAN PERS BKKBN
No. 542/M.C/XII/2022

Turun 2 Persen, Prevalensi Stunting di Bali Tetap Terendah di Indonesia

DENPASAR — Prevalensi stunting di Provinsi Bali dipastikan turun sebanyak 2 persen berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.

Dengan demikian, Provinsi Bali tetap menjadi daerah dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia.

“Puji syukur, informasinya turun (prevalensi stunting). Tetapi kita tetap tunggu pengumuman resminya,” kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih saat membuka kegiatan Capacity Building Pengelola Media Centre dalam Percepatan Penurunan Stunting di Denpasar, Kamis, (15/12/2022).

Menurut Luh De, hasil kerja keras pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting akan tergambarkan.

Berdasarkan informasi sementara SSGI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Provinsi Bali mengalami penurunan dari 10,9% menjadi sekitar 8%.

Luh De berharap, jajaran pengelola program Pembanguan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), khususnya percepatan penurunan stunting tidak boleh terlena dan tetap fokus meningkatkan kapasitasnya untuk melakukan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat luas.

“Dalam melaksanakan tugas tersebut, kita harus lebih kreatif dan inovatif. Melalui kegiatan ini, BKKBN sudah memberikan wadah untuk belajar, jadi manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya,” kata Luh De.

Turut hadir di kegiatan Capacity Building Pengelola Media Centre dalam Percepatan Penurunan Stunting diantaranya Konsultan Komunikasi dan Koordinator Media Center BKKBN Pusat Kristianto, Pranata Humas Ahli Madya/Koordinator Humas BKKBN Ade Anwar, tim media Centre Perwakilan BKKBN Provinsi Bali serta perwakilan dari PKB/PLKB se-Bali.

Dia pun mengingatkan, peran media dalam melakukan promosi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) sangat penting agar masyarakat dapat terpapar informasi dengan baik. Kemajuan teknologi di era digitaisasi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengelola Media Center.

Namun demikian, lanjutnya, penyampaian informasi lewat media mainstream dan sosial memerlukan inovasi dan ide-ide kreatif. Sehingga masyarakat memerhatikan pesan yang disampaikan.

“Untuk melahirkan ide kreatif memerlukan pemikiran dari berbagai kalangan sesuai segmentasi wilayahnya sehingga media yang dihasilkan tepat sasaran,” ungkapnya.

Pembentukan tim Media Centre ini, kata Luh De, diharapkan dapat mendukung penyebarluasan program Bangga Kencana. Kapasitas Tim Media Centre yang dibentuk BKKBN Bali terus ditingkatkan agar informasi yang disebarluaskan sesuai target.

Tim ini dibentuk dengan tujuan mengumpulkan, mengolah isu dan data yang kemudian disebarkan ke publik lewat berbagai saluran. Terkait program kampanye percepatan penurunan stunting, tim hubungan masyarakat (humas) diminta memaksimalkan peran media sosial, cetak, dan elektronik yang sedang digandrungi anak muda atau milenial.

Dalam melaksanakan pencegahan stunting dari hulu, Luh De, mengatakan sasaran BKKBN adalah kaum remaja. Sehingga informasi yang dikemas disesuaikan dengan gaya kekinian.

Langkah nyata berupa edukasi murid-murid jenjang SMA sederajat juga sudah dilakukan di berbagai daerah di Bali dengan menggandeng mitra Komisi IX DPR RI dengan harapan mencegah stunting sejak dini.

“Menyambut Indonesia Emas tahun 2045 atau tepat 100 tahun kemerdekaan RI, kita semua harus bekerja keras memberikan kado terindah buat bangsa yakni generasi emas. Generasi berdaya saing tinggi,” kata dia.

Untuk mencapai target tersebut, sambung Luh De, stunting mutlak harus dientaskan dari Bumi Nusantara. Jika prevalensi stunting secara nasional 24,4% tidak bisa diturunkan, maka Indonesia Emas tidak akan terwujud.

“Bagaimana disebut generasi emas kalau sakit-sakitan, tidak sehat?,” tegasnya. n

Penulis: Eka Aristyani
Editor: FBA

Tanggal Rilis: Jumat, 16 Desember 2022

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.