BAGI Bidan Senita Rizkiwahyuni, tidak boleh ada lagi pernikahan anak di Desa Trans, Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. 

Di daerah perkebunan sawit dengan akses jalan yang sebagian besar berupa jalan pengerasan dan tanah yang berjarak 135 kilometer dari Kota Pekanbaru dan 60 kilometer dari Kota Taluk Kuantan, Ibukota Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) itu, Bidan Senita terus berkeliling ke desa-desa untuk  melakukan upaya percepatan penurunan stunting dan juga memberantas pernikahan anak.

“Kita bekerja dengan prinsip BCA atau bank central akhirat. Semua dilakukan dengan didasari atas kepedulian untuk mencegah kasus stunting dan memberantas pernikahan anak,” kata Senita yang lebih dikenal di daerah itu dengan panggilan Bidan Nita.

Upaya gigih Perempuan kelahiran Oktober 1985 itu mampu membuat perubahan yang sangat berarti bagi masyarakat. Atas upayanya itu, Bidan Nita telah dua kali meraih penghargaan tingkat nasional. Bahkan, Ibu dari Afra Naila (14) dan Darel Aditya (10) ini meraih beasiswa belajar tentang kesehatan masyarakat dari Pemerintah Jepang dan merasakan studi di Negeri Sakura. 

Bidan Nita terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Desa Giri Sako melalui pembentukan beberapa kelompok kegiatan.

Tahun 2014 bidan Nita mendirikan Bina Keluarga Lansia (BKL) melalui pembinaan dari Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana Kabupaten (OPD-KB) Kuantan Singingi dan Perwakilan BKKBN Provinsi Riau. 

Kegigihannya membuat Kelompok BKL diusulkan pada lomba tingkat Nasional dan tahun 2016 BKL Sejahtera meraih penghargaan juara pertama tingkat Nasional oleh BKKBN yang diterima langsung di Kupang, Provinsi NTT.

Tidak puas hanya sampai penghargaan itu, Bidan Nita yang menyelesaikan Pendidikan Diploma Kebidanan di Medan, Sumatera Utara ini kemudian membentuk Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai bentuk kepeduliannya terhadap tumbuh kembang Balita yang ada di desa Giri Sako, kembali BKB HI Ceria Desa Giri Sako meraih penghargaan juara dua Nasional pada tahun 2018 oleh BKKBN di Manado Sulawesi Utara.

Kepedulian Bidan Nita terhadap Balita dan Lansia menjadikannya terpilih sebagai Juara Pertama Bidan Teladan tingkat Provinsi Riau pada tahun yang sama.

Dikarenakan penghargaan yang diterimanya itu, Bidan Nita mendapat kesempatan untuk belajar ke Jepang bersama dua bidan lainnya di Indonesia. Banyak hal yang dipelajarinya di Jepang, salah satunya adalah partisipasi ayah dalam pengasuhan anak.

Sepulang dari Jepang, gayung pun bersambut dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang saat itu sedang merancang sebuah inovasi pembentukan BKB Ayah Hebat pada Tahun 2018, BKB Ayah hebat pertama di Indonesia berdiri sebagai percontohon tingkat Provinsi dan Tingkat Nasional, sehingga tahun 2018 diresmikan oleh Deputi KSPK BKKBN, dr. M. Yani, M.Kes., waktu itu.

Setelah Lansia, Balita dan para ayah terlibat, remaja pun tidak luput dari perhatiannya. 

Tahun 2017 Bidan Nita merintis Posyandu Remaja dan PIK Remaja sebagai upaya penyelamatan remaja di desanya dari bahaya seks pranikah dan pencegahan Stunting dari hulu.

Program ini bermula dari keprihatinannya melihat mulai maraknya pernikahan dini di lingkungan tempat tinggalnya, banyak anak remaja kecanduan rokok dan pergaulan seks bebas. Masih ada sebagian warga di sekitar tempat tinggalnya menikah pada usia 15-16 tahun yang biasanya disebabkan seks bebas dan hamil di luar nikah. 

Pernikahan dini biasanya tidak langgeng karena kondisi remaja yang emosinya belum dewasa, sehingga berujung pada perceraian.

Pernikahan dini itu berawal dari kurangnya pemahaman masyarakat setempat terutama generasi muda, karena itu Posyandu Remaja dan PIK Remaja didesain untuk memberikan informasi, saling asuh dan kontrol sesama remaja, serta menciptakan banyak kegiatan-kegiatan positif untuk remaja.

Pintu Masuk Balai Desa

Merintis kegiatan ini juga tidak mudah, namun ia menjalaninya secara perlahan-lahan. Balai Desa Giri Sako yang kerap ramai remaja untuk menumpang akses internet gratis, akhirnya menjadi pintu masuk untuk membentuk Posyandu Remaja.

Dari awalnya hanya 20 orang yang tertarik ikut Posyandu Remaja, lanjutnya, kini peserta aktif dalam kegiatan sudah mencapai sekitar 45 orang. Jumlah itu setengah dari jumlah remaja yang ada di Desa Giri Sako.

 “Kalau sampai ada pernikahan dini lagi pada 2018, berarti saya gagal. Itu tantangan buat saya,” kata Bidan Nita.

Berbagai kegiatan positif muncul dari Posyandu Remaja seperti membuat kerajinan setiap hari Jumat malam dan berkebun di belakang balai desa pada hari Minggu. Semua hasil karya mereka kemudian dijual dan bisa bermanfaat untuk anggota.

Setiap anggota secara bergiliran membuat persentasi tentang bahaya pernikahan dini, risiko pernihakan dini terhadap persalinan ibu dan bayi, kampanye bebas rokok hingga melawan narkoba. 

Selain itu, dua kali dalam sebulan mereka juga melakukan kerja bakti membersihkan fasilitas umum seperti perkantoran desa, balai desa hingga membersihkan masjid.  

Bidan Nita juga mencetuskan program ‘Jumat Barokah’. Lewat program ini, mengajak donatur perusahaan dan para saudagar untuk memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu.

“Keluarga kurang mampu, kalau sedang hamil dan ada anak bayi kita kasih bantuan makanan sehat dan bergizi. Semua dana dari donatur dan kita bagikan setiap Jumat. Alhamdulillah tidak ada stunting anak di desa kami,” katanya. 

Bidan Nita juga menginspirasi bidan dan warga lainnya. Ia kini kerap berkeliling ke 15 desa untuk membina bidan dan kader kelompok kegiatan dan kader Kesehatan. 

Kepeduliannya juga membuat bidan Nita diundang secara khusus dalam acara Kick Andy Show sebagai Bidan Inspiratif bulan Juli tahun 2022.

Kepada setiap orang yang ingin jadi kader, bidan Nita selalu menegaskan ini kerja sosial dan tidak digaji.

Pada pelatihan Pelayanan Kontrasepsi Bagi Bidan di Fasyankes Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan di Hotel Grand Central Pekanbaru dari tanggal 15 sampai dengan 23 Oktober 2022, kepedulian dan keikhlasan bidan Nita melayani akseptor, membuat Perwakilan BKKBN Provinsi Riau memberikan penghargaan kepadanya sebagai peserta pelatihan yang melayani akseptor terbanyak pada praktek lapangan. n.

Penulis: TRW

Editor: AND

Tanggal Rilis: Sabtu, 29 Oktober 2022

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.