SEMARANG—Sejumlah Komando Daerah Militer (Kodam) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan melibatkan perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi.

Keterlibatan BKKBN dalam peringatan Hari Lahir TNI tersebut merupakan salah satu wujud komitmen TNI membantu rakyat dalam upaya mempercepat penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, dan Keluarga Berencana (KB).

Seperti yang digelar Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah-Yogyakarta serta Kodam XIV/Hasanuddin. Kodam IV/Diponegoro menggelar upacara parade dalam rangka memperingati HUT TNI tersebut di lapangan parade Kodam IV/Diponegoro di Semarang, Rabu pagi (05/10/2022). Tema yang dipilih adalah “TNI adalah Kita”.

“TNI asalnya dari rakyat, berjuang untuk rakyat dan tentunya bersama-sama dengan rakyat mengawal NKRI. Kalau TNI baik maka rakyat juga baik, jadi akan saling bantu membantu antara TNI dan rakyat,” kata Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Widi Prasetijono saat menjelaskan arti tema “TNI adalah Kita”.
Menurut Mayjen Widi, perwujudan “TNI adalah Kita” dapat dilakukan oleh TNI dengan selalu siap membantu masyarakat dalam berbagai permasalahan dan hal tersebut selalu ia tekankan kepada seluruh jajaran dan prajuritnya.

“Langkah-langkah yang sudah kita lakukan utamanya dalam hal membantu masyarakat, diantaranya kita bekerjasama dengan BKKBN, kita laksanakan kegiatan pengentasan stunting,” jelas mantan ajudan Presiden Joko Widodo tersebut.

Stunting ini menurutnya menimpa masyarakat utamanya anak-anak yang kekurangan gizi dan itu sangat berkaitan dengan faktor ekonomi, kemiskinan salah satunya.

“Kita lakukan ini (penurunan stunting) sesuai dengan arahan bapak Presiden bahwa TNI harus ikut membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, meskipun secara jumlah sudah jauh menurun tetapi alangkah baiknya kita semuanya ikut terlibat di dalamnya,” kata dia.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini juga menyebutkan bahwa ketahanan pangan menjadi kunci bagi Indonesia dan TNI ikut terlibat di dalamanya, yaitu menjaga ketahanan pangan tersebut. Ia mencontohkan bahwa di wilayah tugas Kodam IV/Diponegoro yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, lahan tidur yang tidak produktif milik Kodam IV/Diponegoro ia tanami beserta jajarannya tanaman pangan, mulai dari palawija seluas 12 hektar dan padi seluas 45 hektar.

Pun demikian dengan permasalahan akses dan kualitas air bersih, ia dan jajaran Kodam IV/Diponegoro juga menyelenggarakan TNI AD Manunggal Air melalui pembuatan sumur, baik itu artetis maupun bor yang tersebar di seluruh tempat penugasan, baik Jawa Tengah maupun Yogyakarta.

“Ini adalah bentuk menjaga kepercayaan masyarakat, bentuk rasa cinta kepada masyarakat, maka saya selalu terus sampaikan kepada jajaran, kalau ada permasalahan di masyarakat, tolong bantu selesaikan, bantu, bantu, bantu,” tegas Mayjen Widi.

Pada gelaran tersebut, juga diberikan penghargaan kepada Kodim terbaik dalam pelaksanaan Bhakti Sosial Pelayanan KB TMKK Bangga Kencana Tingkat provinsi Jawa Tengah, berturut – turut Kodim 0706/Temanggung sebagai Terbaik I, Kodim 0701/Banyumas sebagai Terbaik II dan Kodim 0726/Sukoharjo sebagai Terbaik III.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi yang didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiono dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi.

Hal serupa juga digelar di Yogkyakarta. Pada upacara HUT ke-77 TNI di Lapangan Dirgantara AAU Yogyakarta, BKKBN Provinsi DIY menyerahkan piagam penghargaan kepada Komandam Kodim se-DIY.

Penghargaan diberikan kepada Kodim 0732 Sleman, tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pencapaian pelayanan KB sebanyak 22.303 dari total target 4.484 atau 497,39%. Kodim 0734 Yogyakarta, urutan ke-2, dengan pencapaian pelayanan KB sebanyak 4.362 dari total target 3.214 atau 135,72%. Kodim 0730 Gunungkidul, urutan ke-3, dengan pencapaian pelayanan KB sebanyak 12.274 dari total target 10.279 atau 119,41%. Kodim 0729 Bantul, urutan ke-4, dengan pencapaian pelayanan KB sebanyak 6.289 dari total target 5.524 atau 113,85%. Kodim 0731 Kulon Progo, urutan ke-5, dengan pencapaian pelayanan KB sebanyak 4.226 dari total target 4.725 atau 89,44 %

Kegiatan TMKK di DIY digelar selama dua bulan, dimulai dari Agustus sampai September 2022 telah terlaksana dengan baik, dan secara Nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menduduki rangking 2 (dua) setelah Provinsi Jambi, yakni sebanyak 49.454 akseptor yang terlayani dari total target 28.226 akseptor atau sebesar 175,21% di atas rata-rata Nasional sebesar 121.11%.

Kolaborasi TNI AD, TNI AL, dan TNI AU
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S. IP., Sos., M. Tr menyalurkan sejumlah paket sembako dan vitamin kepada keluarga berisiko stunting dan ibu hamil pada kegiatan Donor Darah dan Upaya Pencegahan Stunting sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-77 di Lapangan Hasanuddin Makassar, Selasa (04/03/22).

Mayjen Totok Imam mengatakan kegiatan sosial ini merupakan kolaborasi antara TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar untuk memberikan layanan kepada masyarakat melalui kegiatan donor darah dan pembagian 150 paket sembako dan makanan bergizi untuk mencegah Stunting.

“Kalau kita lihat, Sulawesi Selatan ini angka Stuntingnya masih tinggi di atas nasional, jadi kita membantu pemerintah memberikan edukasi, pemahaman serta memberikan vitamin untuk mencegah stunting” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin
Mayjen Totok Imam menjelaskan usai dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) 13 September lalu, Ia langsung bergerak cepat dengan memerintahkan jajarannya mulai dari Korem, Kodim, Koramil hingga Babinsa untuk mendukung penuh Program Percepatan Penurunan Stunting melalui kegiatan-kegiatan edukasi dan pemberian bantuan gizi kepada keluarga beresiko Stunting.

“Saya telah memerintahkan Komandan Kodim untuk komunikasi dengan pemerintah daerah dan BKKBN setempat untuk membentuk satgas khusus, segera mendata seluruh keluarga yang beresiko Stunting dan juga menjadi bapak asuh dengan memberikan edukasi pencegahan Stunting” terang Mayjen Totok Imam

Ia menambah, salah satu penyebab terjadinya Stunting pada anak yaitu akibat kekurangan gizi seperti kurangnya makan sayur-sayuran, untuk itu seluruh jajarannya agar menanam sayur dalam polybag dimana hasilnya dapat di konsumsi dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

“Untuk Stunting, nanti kita akan berikan makanan berprotein berupa susu dan makanan bergizi lainnya yang dapat meningkatkan kualitas gizi keluarga” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin

Diakhirnya sambutan Mayjen Totok Imam mengatakan peringatan HUT TNI ke-77 dilaksanakan diseluruh jajaran satuan Kodam XIV/Hasanuddin dimana sebelumnya telah dilakukan pelayanan kesehatan dan KB, kunjungan ke panti asuhan, kegiatan ketahanan pangan dan puncak peringatan akan membagikan 1000 paket sembako ke masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang), Ahmad Harun, S.Sos menyebutkan Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada anak khususnya di 1000 hari pertama kehidupan mulai saat konsepsi hingga anak usia dibawah 24 bulan.

“Anak stunting mengalami pertumbuhan dan perkembangan tidak maksimal, ini menyebabkan tubuh mereka pendek dari anak seusia mereka, selain itu sulit berkonsentrasi sehingga prestasi sekolah rendah dan berisiko mengalami penyakit metabolism” ujar Ahmad Harun

Lanjut Ahmad, Kompleksitas intervensi program Percepatan Penurunan Stunting tidak dapat dilakukan oleh BKKBN saja, namun pemerintah memberikan ruang apresiasi dan kontribusi kepada seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk berperan serta dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting salah satunya melalui program Program Bapak Anak Stunting (BAAS).

“Pada tanggal 13 September 2022, Bapak Pangdam XIV Hasanuddin beserta ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Para Danrem dan Dandim beserta ibu telah dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting” ungkap Ahmad.

Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke 77 Tahun 2022 yang bertema “ TNI Adalah Kita” diharapkan mampu menguatkan peran TNI dalam bersinergi bersama membangun bangsa melalui kegiatan-kegiatan strategis. Kolaborasi yang dilakukan antara BKKBN dengan TNI salah satunya melalui TNI Manunggal KB Kesehatan dimana kegiatan ini mampu meningkatkan kesertaan masyarakat dalam ber-KB

“Kami yakin dan percaya dengan kolaborasi dan sinegritas mampu memberikan hasil yang baik bagi pembangunan bangsa dan dalam upaya menciptakan generasi unggul di masa depan, generasi yang bebas Stunting” tutup Ahmad.

Disebutkan data prevalensi stunting di Sulawesi Selatan masih di atas nasional berdasarkan hasil SSGI tahun 2021 sebesar 27,4 persen, sedangkan Prevalensi stunting tahun 2021 yaitu 24,4persen sedangkan pemerintah menarget tahun 2024 stunting turun menjadi 14 persen

Lebih lanjut, Ahmad Harun mengatakan dalam penanganan Stunting, BKKBN melakukan intervensi melalui pendekatan keluarga dari hulu yang berfokus pada pencegahan terjadinya Stunting baru dengan melakukan pendampingan kepada keluarga-keluarga yang berisiko melahirkan anak-anak Stunting, dengan prioritas pendampingan kepada calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, ibu pasca salin dan anak usia dibawah 2 tahun. n

Penulis: AFD/EWG/ANN
Editor: AHS
Tanggal Rilis: Kamis, 06 Oktober 2022

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.