JAKARTA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan apresiasi dan ucapan selamat memperingati hari ulang tahun ke 77 kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Apresiasi dan ucapan selamat tersebut disampaikan Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) melalui siaran pers, Rabu (05/10/2022).

“Saya mengucapkan Dirgahayu ke 77 Tentara Nasional Indonesia. TNI kita yang semakin profesional dan memiliki kemampuan yang tangguh. Modern, dicintai dan mencintai rakyat,” kata Hasto dalam pernyataannya.

Selanjutnya Hasto menyebutkan dukungan dan keterlibatan TNI dalam program kerja yang menjadi tugas utama BKKBN selama ini telah terjalin cukup lama dan berhasil secara signifikan.

“Keterlibatan TNI berdampak sangat signifikan dan luar biasa. Jika kita lihat sejarah, keberhasilan program KB dan program Bangga Kencana tidak bisa dilepaskan dari peran, dukungan, dan kerja sama dengan TNI. Jadi peran TNI memberi dampak ungkit signifikan dalam suksesnya program KB maupun program Bangga Kencana,” ujar Hasto.

TNI juga banyak berperan dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting.
“Terima kasih kepada Bapak Panglima TNI, Bapak KSAD, Bapak KSAL, Bapak KSAU, seluruh Pangdam dan jajaran dari Komandan Korem, Komandan Kodim, Koramil, hingga Babinsa. Juga kepada Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi yang sudah berkeliling ke daerah-daerah sosialisasi percepatan penurunan stunting dan menggerakkan masyarakat untuk menjadi akseptor KB,” kata Hasto.

Sebanyak sembilan daerah yang menjadi prioritas percepatan penurunan stunting sudah dikunjungi dalam roadshow dan pemberian bantuan bagi keluarga berisiko stunting yang digelar oleh Dharma Pertiwi Pusat meliputi Jawa Barat, Sumatera Utara, Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Selama 1 Agustus hingga 30 September 2022 telah dilaksanakan kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana-Kesehatan (TMKK) Terpadu 2022. Kegiatan BKKBN bersama TNI telah berhasil menjaring 3.436.610 akseptor atau 121 persen dari 2.837.540 target akseptor.

Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus BKKBN dr. Fajar Firdawati mengatakan kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana-Kesehatan Terpadu 2022 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari HUT ke-77 TNI.

“Paling tinggi raihan jumlah akseptornya ada di Jambi 33.983, Yogyakarta sebanyak 49.454, Jawa Barat 1.015.544, dan Sumatera Selatan 98.907,” kata Firda.

Peran tiga matra TNI yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU sangat signifikan dalam menggerakan masyarakat di lapangan.

TNI punya tenaga penggerak yakni Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) yang sukses mengajak masyarakt untuk ikut serta dalam program Keluarga Berencana (KB).

“Selain menggerakan KB mereka juga punya Fasyankes di TNI. TNI berperan membantu PLKB yang ada di wilayah masing-masing untuk mendukung atau mencapai pelayanan KB melalui fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatannya,” ujar Firda.

Peran Ketua Umum Dharma Pertiwi Hetty Andika Perkasa juga tidak kalah penting. Melalui Dharma Pertiwi, Hetty Andika Perkasa melakukan roadshow ke sejumlah titik di Tanah Air untuk mengajak masyarakat ber-KB dalam rangka percepatan penurunan Stunting yaitu “Kolaborasi TNI, BKKBN Serta Mitra Kerja Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Untuk Mewujudkan SDM Unggul Indonesia”.

Kerjasama BKKBN dan TNI terus berjaan dengan baik untuk mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kerjasama berikutnya yang dilakukan BKKBN dengan TNI adalah mendorong fasilitas kesehatan milik TNI agar dapat teregistrasi di BKKBN sehingga mendapat pasokan alat kontrasepsi (Alokon) gratis. Tujuannya adalah perluasaan akses pelayanan KB di fasilitas kesehatan milik TNI. n

Penulis: FBA
Editor: ADA
Tanggal Rilis: Rabu, 05 Oktober 2022

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.