JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan signifikan mendukung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Dukungan TNI Manunggal Bangga Kencana-Kesehatan (TMKK) Terpadu 2022 berhasil mendorong masyarakat dalam keikutsertaan sebagai akseptor KB yang capaiannya di atas target yang ditetapkan.

Kegiatan TMKK Terpadu 2022 yang diselenggarakan sejak Agustus sampai dengan September 2022 ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia dengan target capaian pelayanan KB kepada 2,8 juta akseptor.

Berdasarkan catatan disejumlah provinsi, kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana-Kesehatan 2022 berjalan dengan sukses bahkan melampaui jumlah sasaran yang telah ditetapkan. Misalnya di Provinsi Bengkulu ada 23.643 akseptor atau 108,63 persen dari target dengan rincian 106 MOW, 2 MOP, 336 IUD, 2.129 Implan, 12.734 Suntik, 6.673 Pil, dwn 1.663 Kondom.

Pencapaian tersebut tentu berkat peran Komando Resort Militer (Korem) 041/Garuda Mas (Gamas) dengan melibatkan sejumlah personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) di lingkup Makorem Bengkulu. Babinsa melakukan kampanye program Bangga Kencana dalam aksi pencegahan stunting dari sektor hulu.

Dilibatkannya Babinsa itu untuk mengedukasi keluarga dalam kampanye perubahan perilaku masyarakat yang dinilai sebagai faktor penyebab stunting. Selain itu, Babinsa ikut berperan tingkatkan kualitas dan kuantitas KB dengan mensosialisasikan media pengaturan jarak kehamilan yang sehat dan ideal.

Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Brigjen TNI Dr.A. Budi Handoyo, M.Tr mengatakan, TNI masih tetap dan terus setia dalam mendorong keberhasilan program nasional khususnya Bangga Kencana yang dikenal dengan Keluarga Berencana (KB).

Dalam kesempatan itu, Danrem mengajak seluruh jajarannya untuk tetap peduli terhadap kegiatan masyarakat di lingkungannya agar dengan mudah menyampaikan program pemerintah yang tidak selalu tertaut secara formal.

“Babinsa sebagai garda terdepan untuk lebih dekat bersama masyarakat melalui pendekatan dan dengan komunikasi yang persuasif maka informasi yang diberikan mudah diterima,” ujarnya.

Berdasarkan data Makorem 041/Gamas jumlah Babinsa di lima Kodim di Provinsi Bengkulu mencapai 900 orang, Kodim 0407/Kota Bengkulu, Kodim 0408/Bengkulu Selatan, Kodim 0409/Rejang Lebong, Kodim 0423/Bengkulu Utara, Kodim 0425/Seluma dan Kodim 0428/Mukomuko. Mereka melayani dan mengayomi masyarakat di 1.513 desa dan kelurahan.

Sama seperti Bengkulu, di Kabupaten Bolmong Timur, Sulawesi Utara tercatat hingga 29 September 2022 sudah ada 673 akseptor yang terlayani atau 140,21% dari target Pelayanan KB tersebut. Sementara secara keseluruhan di Sulawesi Utara ada 9.819 akseptor dengan persentase 112,03% dengan rincian 67 MOW, 1 MOP, 241 IUD, 434 Implan, 7.562 suntik, 1.231 Pil, dan 283 Kondom.

Peran TNI dalam pelayanan KB menjadi sangat penting di tingkat lini lapangan, terutama dalam hal penggerakkan akseptor. Selain kerjasama dengan para penyuluh KB dan tenaga lini lapangan program Bangga Kencana lainnya, fasilitas kesehatan TNI menjadi salah satu tempat layanan kesehatan yang memiliki sarana dan prasarana serta sumber daya tenaga kesehatan yang kompeten.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg  yang diwakili Koordinator Bidang KBKR, dr. Alfrida Bayang.M.Kes menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran serta mitra kerja yang terlibat pada TMKK tahun ini.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai hari ini saja. Kawan-kawan TNI, kader, penyuluh, bidan, PLKB terus berjuang meningkatkan kesertaan berKB. Karena dengan tingginya angka kesertaan berKB, bisa membantu Indonesia terlepas dari stunting. Pelayanan KB bukan hanya pelayanan KB, tapi juga akan berdampak positif pada penurunan Angka Kematian Ibu dan penurunan stunting,” kata Dokter Alfrida.

Pencapaian serupa juga terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan yang telah berhasil memberikan pelayanan KB kepada 73.635 akseptor atau sebesar 92,41% dari target pelayanan yang diberikan BKKBN RI yaitu sebesar 79.683 akseptor se-Kalimantan Selatan pada momentum peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2022.

Adapun rincian akseptor yang terlayani dalam momentum ini meliputi: 44.114 akseptor Pil, 24.890 akseptor suntik, 2359 akseptor implan, 1363 akseptor kondom, 631 akseptor IUD, 232 akseptor MOW, serta 46 akseptor MOP. n

Penulis: VIN dan IRS
Editor: FBA
Tanggal Rilis: 3 Oktober 2022

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.