JAKARTA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional terus melakukan berbagai inovasi dalam upaya percepatan penurunan stunting nasional. Salah satu upaya untuk mencegah lahirnya bayi stunting baru itu melalui program Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan.

Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid dalam keterangannya, Jumat (16/08/2022) mengatakan, KB pascapersainan merupakan upaya BKKBN untuk menekan kelahiran bayi stunting baru. 

“Ini kan dalam rangka menjarangkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Nah sekarang dengan adanya program percepatan penurunan stunting itu salah satu strateginya adalah KB pascapersalinan,” kata Zamhir.

Zamhir merinci, KB pascapersalinan sangat berperan dalam menekan prevalensi stunting nasional yang saat ini masih 24,4 persen. Sementara target yang diberikan Presiden Joko Widodo hingga 2024 harus turun hingga 14 persen.

“KB pascapersalinan menangani sekitar 3,6 juta balita stunting. Mencegah atau menjaga lahirnya sekitar 20 juta bayi agar tidak stunting,” ujarnya.

KB pasca-persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan metode atau alat atau obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari atau 6 minggu setelah melahirkan. 

Zamhir menjelaskan, BKKBN menargetkan 70 persen ibu yang melahirkan dapat mengikuti KB pascapersalinan. Namun untuk ibu yang melahirkan di rumah sakit targetnya adalah 100 persen.

“Untuk metodenya memang diarahkan untuk metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) apakah IUD, implan atau MOW untuk yang sudah tidak ingin punya anak lagi,” ujarnya.

Namun Zamhir menegaskan, jika akseptor belum siap untuk melakukan KB metode MKJP, mereka bisa mengganti metode KB yang lain agar tidak mengganggu stimulus ibu dalam memberikan ASI kepada anak yang baru dilahirkannya. Jenis KB tersebut bisa berupa pil atau suntik.

Oleh karena itu peran penyuluh KB sangat penting untuk memberikan edukasi kepada akseptor terkait kontrasepsi apa yang cocok digunakan untuk KB pascapersalinan.

Dokter Zamhir menegaskan, upaya peningkatan KB pasc persalinan dapat mencapai target jika seluruh pihak ikut membantu program ini, antara lain adanya kebijakan daerah yang dikeluarkan Pemda setempat, tersedianya materi KB pascapersalinan di fasilitas kesehatan berupa infografis hingga poster, serta sosialisasi kepada tenaga medis dan kesehatan secara berkesinambungan. n (FBA)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.