BANJAR—Anak-anak muda merupakan kunci sukses bagi pembangunan Indonesia di masa depan. Karena itu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memprioritaskan anak-anak muda menjadi sasaran pencegahan stunting.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN  Dr. (HC). dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) saat menghadiri Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten Banjar di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Rabu(07/09/2022).

Dalam arahannya, Dokter Hasto menyebutkan bahwa keluarga muda merupakan sasaran prioritas dalam pengentasan stunting.

“Anak muda menjadi kunci kesuksesan masa depan, sehingga keluarga mudalah yang akan melahirkan anak stunting atau tidak stunting. Sehingga mereka-mereka yang mau berkeluarga, remaja-remaja yang menikah, dan hamil menjadi target bagi kita,” kata Dokter Hasto.

Oleh karena itu BKKBN telah menyiapkan Tim Pendamping Keluarga yang bertugas untuk mendampingi keluarga yang berisiko stunting.

“Sebanyak 432 Tim Pendamping Keluarga yang ada di Kabupaten Banjar ini tugasnya mengawal mulai dari yang mau hamil, mereka yang hamil dan mereka baru punya bayi. Agar bisa dicegah tidak menimbulkan stunting baru dan bertanggung jawab untuk memastikan keluarga-keluarga yang dipetakan sebagai keluarga yang berisiko melahirkan bayi stunting mendapatkan dukungan dan pendampingan,” jelas Dokter Hasto.

Menyikapi prevalensi stunting Kabupaten Banjar yang masih tinggi, dan berada di angka 40,2 persen, Dokter Hasto optimistis Pemerintah Kabupaten Banjar mampu menurunkannya melalui program dan inovasi yang telah dilakukan. 

“Saya optimistis angka absolut di lapangan kasusnya lebih rendah, karena terobosan-terobosan yang telah dilaksanakan cukup bagus, tinggal nanti pengukuran kasus di lapangannya saja yang harus lebih diperhatikan secara teliti,” ujar Dokter Hasto.

Terkait realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) selama 2021-2022 ini, ia menilai serapan anggaran untuk penanganan stunting di Kabupaten Banjar sudah cukup baik.

“Angka serapannya sudah 25 persen, ini sudah cukup lebih baik dibandingkan kabupaten lain. Kami datang ini dalam rangka memompa agar uang terdelivery ke rakyat,” kata Dokter Hasto.

Menurut Dokter Hasto, mekanisme untuk menyerap anggaran memang tidak mudah, namun sisa waktu empat bulan yang ada dapat digunakan secara optimal.

Sementara itu Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyampaikan bahwa tingginya angka stunting di Kabupaten Banjar tentunya akan disikapi secara serius agar dapat tertangani dengan baik.

“Mengingat prevalensi angka stunting di Kabupaten Banjar mencapai 40,2 persen, terbilang tinggi dari angka stunting nasional yaitu 24,4 persen,” kata Saidi.

Disamping itu ia juga berharap pertemuan ini membawa dampak positif guna memaksimalkan kinerja tim percepatan penurunan stunting.

“Kedatangan Pak Hasto menjadi pemicu semangat kerja Tim percepatan penurunan stunting, dan semoga stunting di kabupaten banjar dapat turun baik secara angka maupun realitanya,” kata Saidi. n (RPT)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

 

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.