MENGUBAH sejarah melalui karya, demikian motto hidup yang dipegang oleh Ajeng Dinantika Rahayu. Karena itu, Duta Generasi Berencana (Genre) tahun 2022 yang memenangkan kategori Sosial Media Inspirator ini memiliki seabrek karya.

Karya-karyanya itu ia buat sejak dirinya menempuh Pendidikan di SMA Negeri 38 Jakarta. Saat ia menjadi pelajar sekolah di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu, Ajeng yang kelahiran 19 Juni 2000 ini, sudah menghasilkan karya berupa penelitian ilmiah. 

“Ada delapan penilitian yang aku lakukan waktu masih SMA. Salah satunya tentang Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA. Waktu itu aku meneliti tentang dampak RPTRA terhadap motivasi belajar anak-anak. Ternyata dari hasil penelitian itu, aku menemukan ada korelasi yang positif antara keberadaan RPTRA dengan motivasi belajar anak-anak yang meningkat,” kata Ajeng yang waktu SMA justru memilih jurusan IPA ini.

Saat ditanya berapa jumlah RPTRA di Jakarta, Ajeng dengan cepat menjawab ada 262 RPTRA d Jakarta. Ajeng juga tahu, di mana saja lokasi-lokasi RPTRA tersebut.

Ajeng mengatakan hasil penelitiannya waktu itu ia ikut sertakan dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Menurut Ajeng, dengan mengikuti lomba yang diadakan khusus untuk mewadahi karya ilmiah para remaja Indonesia yang diadakan sejak tahun 1969 itu, membuat dirinya terpacu untuk berkompetisi dan berpikir secara ilmiah.

Karena sudah terbiasa melakukan penelitian ilmiah sejak kanak-kanak, pada saat dirinya berusia 16 tahun Ajeng sudah diberi kesempatan membuka stand dalam pameran pembangunan yang diadakan oleh Pemerintah DKI Jakarta. 

“Di usia 16 tahun itu aku juga sering diundang untuk mengikuti Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Ya, waktu itu aku sebagai remaja, beberapa kali memberi saran kepada pemerintah daerah. Saran aku terkait dengan keberadaan dan aktivtas remaja,” jelas Ajeng yang selalu menggunakan kata aku untuk menunjukkan dirinya, dalam wawancara di Media Center BKKBN, Kamis (01/09/2022).

Ketertarikan pada persoalan-persoalan sosial itu tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. “Saat masih SD, aku ikut program kegiatan yang Namanya Forum Anak. Di tempat ini aku mulai belajar masalah-masalah sosial. Bagaimana melakukan penelitian sosial dan bagaimana aku harus menulis,” kata Ajeng yang kini telah menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Kesejahteraan Sosial di Universitas Indonesia (UI).

Ajeng bercita-cita menjadi peneliti sosial. Dan itu ia bisa dapatkan melalui Pendidikan tingginya yang sejalur dengan keinginannya dan juga keikutsertaannya dalam organisasi yang mengantarkannya meraih kemenangan dalam kegiatan Apresiasi Duta Genre dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja (ADUJAK Genre) tingkat nasional 2022 di The Rich Hotel Yogyakarta, Jumat, 19 Agustus 2022.

“Aku tahu tentang Genre karena di Forum Anak yang aku ikuti sejak sekolah dasar, sering banget kolaborasi dengan Pusat Informasi Konseling Remaja yang diadakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  atau BKKBN,” jelas Ajeng yang telah tinggal mandiri sejak di bangku SMA karena kedua orang tuanya dan kakaknya pindah tempat tinggal di Yogyakarta. Sedangkan  Ajeng memilih untuk menyelesaikan studinya di Jakarta. 

“Genre harus peka terhadap permasalahan remaja. Remaja banyak berperan mengatasi masalah remaja. Karena itu, Duta Genre harus membawa program kerja . Aku bawa program kerja yang aku beri nama KEREN, akronim dari Kreativitas Remaja Genre,” jelas Ajeng yang dalam pertengahan September ini akan menjalani wiusda karena telah menyelesaikan pendidikannya.

Meski telah menginjak usia yang bukan lagi remaja, namun Ajeng tetap memberikan perhatian terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh remaja.

Perhatian dan kepeduliannya itu ia wujudkan dengan berkarya, membuat komik kreatif yang bertema remaja.

“Aku buat komik dengan tiga tokoh di dalam ceritanya. Namanya, Kevin, Retno, dan Niko. Ketiga tokoh fiktif ini kalau digabung menjadi kata keren, Kevin, Retno, dan Niko. Sudah ada empat seri dan dua komik yang ceritanya bersambung,” jelas Ajeng

Menurut Ajeng, dari penulisan hingga penggambaran karakter dalam komik tersebut, ia lakukan sendiri. Karena ternyata juga Ajeng memiliki ketrampilan menggambar komik dengan karakter masing-masing.

“Saat ini komik terbit dan disebarkan melalui online. Lewat webtoon. Saya sih berharap BKKBN bisa mencetaknya karena bisa dijadikan komik remaja untuk Genre,” harap Ajeng.

Keaktifannya untuk menyebarluaskan komik online hasil karyanya itu, membuat Ajeng juga aktif di media sosial. Dalam karyanya itu, Ajeng telah menjadi influencer yang mengantarkan dirinya meraih juara kategori Sosial Media Inspirator Duta Genre Indonesia 2022.

“Konten di media sosial berkaitan dengan pemikiran yang kritis dan untuk membuat inisiasi. Aku biasa menggunakan Facebook, Instagram, dan Tik Tok,” kata Ajeng.

Pemilihan Duta Genre Indonesia merupakan agenda tahunan yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bertujuan untuk menjadikan role model bagi anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan punya pemikiran-pemikiran yang maju guna menyiapkan masa depan. n (KIS)

 

Media Center BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1 

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

 

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

 

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.